{FOLLOW KALAU SUKA, MENTEMEN}
"Karel, kamu sudah makan?
"Peduli banget gue udah makan apa enggak,"
"Eh ... Dengar ya ... Lo disini bukan berarti lo bebas mau tau tentang gue"
"Kamu harus makan,"
"Kata mama, maag kamu tidak boleh kambuh lagi"
"Mau lo...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kenapa gak bilang ke dia kalau gue gak baik ke elo?"
"Aku gak bisa"
"Tsk! Biar apa?"
"Aku gak mau bikin Mama kepikiran"
"Alah! Alasan mulu lo, bilang aja biar Mama gue tetap dipihak lo"
"Aku berkata jujur"
"Jujur lo kebohongan buat gue, lo dimata gue gak sebagus dimata orang lain, lo itu cewek licik, penipu dan pembunuh"
"Kalau memang seperti itu yang kamu dapat dari aku, aku terima... meski kejadian itu tak sepenuhnya kesalahan aku"
"Benar atau salah, gue gak perduli. Apa yang gue tangkap dengan mata gue sendiri adalah kebenaran"
"Heh!! malah ngelamun!"
Suara cempreng seseorang bikin dirinya tersentak kaget, sampai-sampai pena yang ia pegang loncat dari tangannya.
Wajahnya bergerak naik demi melihat gadis yang dengan lancang membuatnya kaget, Sophia menatapnya dengan muka bosen menahan kelaparan. Binar melirik jam kecil ditangannya.
"Malah diem lagi, hayoookkk.... Gue laper"
Binar kembali memandangi Sophia, "Baru juga bel bunyi lima menit yang lalu, kamu kayak orang takut kehabisan makanan aja, kantin sekolah ini gak bakal kehabisan stok makanan"
"Dih kok elo yang kesal sih, seharusnya gue" Sophia melirik sekitar kelas " Lo gak lihat noh! kelas udah sepi, Restu sama Andre tadi nungguin kita tapi elo yang lebih suka didunia sendiri bikin mereka ninggalin kita"
Binar mempoutkan bibir, terdiam sejenak lalu membereskan alat-alat tulisnya.
"Calm down Pi... kan bisa disusul, gak usah ngegas kali" Ujar Binar sembari keluar dari bangku.
Menggamit tangan Sophia dan membawa cewek cerewet itu keluar tanpa banyak omong lagi. Syukurnya, gadis hitam manis itu manut aja tanpa ngebalas ucapannya. Kelaparan kali dia, kelamaan nunggu Binar.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.