{FOLLOW KALAU SUKA, MENTEMEN}
"Karel, kamu sudah makan?
"Peduli banget gue udah makan apa enggak,"
"Eh ... Dengar ya ... Lo disini bukan berarti lo bebas mau tau tentang gue"
"Kamu harus makan,"
"Kata mama, maag kamu tidak boleh kambuh lagi"
"Mau lo...
Tak terasa, waktu cepat sekali berlalu, badan Binar terlihat cukup berisi, iris mata coklat nan indah semakin mempesona, rambut panjang kecoklatannya berkilauan tertimpa sinar matahari sore, kulitnya yang putih bersih menambah kesegaran saat dipandang, apalagi ... gadis itu mengenakan stelan terusan warna kuning, sepadan dengan warna kulitnya.
Senyum cerah terpatri ketika gadis itu mampu mengerjakan lukisan, merasa puas akan hasilnya.
"Alhamdulillah, selesai juga"
Binar merapikan cat air dan alat lukis lainnya, setelah dua jam lebih duduk sendiri dihamparan padang rumput nan luas dipenuhi bunga-bunga, Binar pun beranjak dari kursi lipat, menggeliat merenggangkan otot-otot yang terasa kaku.
"Wihhh bagus bangeettt"
Binar menoleh, terlihat Restu tengah ke arahnya.
Ditangan-nya terdapat satu es krim coklat kesukaannya.