Chapter 83, (miss him)

450 16 2
                                        


🌘🌕🌒

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🌘🌕🌒

Jika sepasang sayapmu tak utuh, bahkan hanya tertinggal beberapa helai rambut saja pada kulitmu ...

Berjalan lah,

Jika sepasang kakimu rapuh, mengikis secara perlahan, menyakiti telapak kakimu ...

Merangkak lah,

jika merangkak membuat tubuhmu membiru penuh lebam menghadapi bumi yang tak henti menorehkan luka ...

Maka, berhentilah sejenak, ambil kembali beberapa potong daging yang terkoyak berguguran,

Dan, pada dasarnya ...

Kita dipaksa tabah dan kuat ketika kita hanya seorang gadis kecil yang sangat rapuh, kesepian, mengahadapi dunia yang ujiannya tak berkesudahan ...
Bertahan, meski terdengar sangat kejam,
Inilah aku ... yang sebenarnya ...

Tak terasa, sudah 7 bulan sang gadis bergabung dalam keluarga Lucas, meski mendiang telah berpulang, kesan yang tertinggal di mansion tersebut masih terasa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Tak terasa, sudah 7 bulan sang gadis bergabung dalam keluarga Lucas, meski mendiang telah berpulang, kesan yang tertinggal di mansion tersebut masih terasa.

Namun ... gadis berparas tenang itu terlihat berbeda malam ini, di kamar bernuansa Biru langitnya ...

Kini, Binar terduduk lesu dengan tatapan kosong diatas sajadah, mukenah putih bersih menghiasi wajah cantik sedikit pucatnya, ia kacau.

Dua bulan ini, pikiran tentang Karel memenuhi kepalanya, bahkan ia sempat jatuh sakit dan saat ini gadis malang itu tengah pemulihan, seminggu sakit dibarengi hati dan pikiran kacau, ingin sekali bertemu pria terakhir yang sangat gadis itu cintai, namun sayang ... ia tidak tau dimana keberadaan pria-nya.

Apakah Karel masih hidup atau meninggalkan ia sendiri di dunia ini.

"Allah, apa aku gak punya kesempatan sekali lagi?," Netra kecoklatan Binar sesaat menggenang, perlahan meleleh mengaliri pipi putih sedikit tirusnya.

Maaf, Aku Terlambat END✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang