Chapter 82.

328 18 0
                                        


Bab ini lanjutan bab sebelumnya, Terima Kasih telah menunggu dan bersedia membaca sampai Akhir.

SELAMAT MEMBACA!

SELAMAT MEMBACA!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

1 bulan, setelah kepergian Kakek Lucas

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


1 bulan, setelah kepergian Kakek Lucas.

Museum telah diambil alih Binar, gadis manis itu sekarang tengah membersihkan beberapa karya seni peninggalan Lucas.

Lukisan timbul milik Lucas sejak awal terbentuk museum ini.

Didalam lukisan tersebut terdapat taman luas, dipenuhi bunga tulip bermekaran, satu buah korsi yang ditengahnya terduduk seorang gadis berambut ikal berwarna merahnya.

Gadis manis kisaran usia 16 tahun itu tersenyum sangat indah, sudah pasti itu Alice, sang pujaan hati pemilik si pengembara waktu, kakek Lucas, pria yang sampai akhir hanyatnya mencintai satu wanita.

Beruntungnya Alice, dan kisah mereka tertuang disetiap lukisannya, seperti kata seorang seniman ... kamu akan abadi didalam karyaku.

Binar terpaku, maniknya menetap namun tangannya bergerak mengelap-ngelap kaca pelindung lukisan itu.

Yeepp, itu karya pertama Lucas dipajang sedemikian rupa, berjejer berpelindung kaca tebal anti peluru.

Lukisan indah itu sarat makna akan sang kekasih, masih terlihat sangat klasik, namun sepertinya ... rupa tak sesuai harga, Binar yakin harga lukisan timbul Karya Lucas Anderson H. ini berharga fantastis.

Ia jadi teringat lukisan miliknya, Pria yang duduk sendiri ditengah padang rumput hijau penuh bunga.

Binar tersenyum, bahkan sebelum pertemuan mereka pun, Tuhan menyamakan bentuk lukisan berkonsep sama.

Bedanya ... Alice menunjukkan wajahnya bertabur senyuman.

"Nona,"

Binar terhenyak, menoleh, hanya sebentar, ia lanjut membersihkan kaca-kaca pelindung lukisan timbul milik mendiang Lucas.

Christ buru-buru menghampirinya, pria stelan jas mahal mengkilat itu terlihat khawatir.

"Jangan seperti ini, apa kata para ketua melihat anda melakukan pekerjaan ini,"

Maaf, Aku Terlambat END✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang