{FOLLOW KALAU SUKA, MENTEMEN}
"Karel, kamu sudah makan?
"Peduli banget gue udah makan apa enggak,"
"Eh ... Dengar ya ... Lo disini bukan berarti lo bebas mau tau tentang gue"
"Kamu harus makan,"
"Kata mama, maag kamu tidak boleh kambuh lagi"
"Mau lo...
Mata secantik embun dipagi hari terlihat berbinar, secercah pantulan wajah seorang pria terlihat berdiri gagah didepan-nya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dengan dasi kupu-kupu melingkari leher jenjang pria itu, jas hitam legam senada dengan sepatu yang mengkilat, Nampak terlihat bak pangeran dari negeri yang tanahnya mereka pijak ini.
Semilir angin bertiup ringan, bunyi kicauan burung disore hari beterbangan diatas mereka, menegaskan bahwa semua yang hadir di sana sedang berbahagia, cahaya jingga pun tidak ketinggalan untuk menghadiri hari bahagia ini, menghiasi langit Edinburgh begitu menawan, membius suasana pernikahan yang telah berlangsung hari ini.
Tepat 1 bulan setelah pertemuan mereka, pernikahan pun langsung dipersiapkan, hari ini adalah kebahagiaan Binar dan Karel, winter pun telah berlalu.
Ijab Kabul yang telah dilaksanakan 2 jam lalu selesai dan mereka telah berganti pakaian sesuai dengan budaya di Negara yang sekarang mereka tinggali.
Ketika mengucapkan ijab Kabul, mereka mengenakan pakaian adat mix sunda dan jawa atau lebih tepatnya disini Binar mengenakan kebaya modern, mendiang Daddy-nya Karel memiliki keturunan sunda dan jawa, Rosaline pun setuju untuk menggunakan ini.
Btw Rosaline tidak berdarah Indonesia, tinggal di Indonesia setelah menikah dengan Anggara.
Mama Karel ini memiliki darah campuran jepang china, dan kakek-nya mama Karel memiliki darah Eropa, lebih tepatnya jerman, Kakek buyut Karel asli jerman.
Jika Othor bahas silsilah keluarga Karel, mungkin sedikit rumit hahaha
Singkatnya begini, ibu-nya Rosaline yang mix jepang dan jerman lalu menikah dengan ayah-nya Rosaline yang berdarah pure china, nah dari keluarga ibu-nya Rosaline, disana-lah kakek buyut berdarah eropa itu, Ayah dari ibu-nya Rosaline.
Sedangkan mendiang Anggara, Ayah-nya sunda, Ibu-nya jawa.
Jadi tradisi yang mereka bawa pada konsep pernikahan ini tradisional modern.