Jean celingukan mencari keberadaan sosok Vina. Setelah 20 menit, akhirnya dia melihat Vina yang lagi mesen makanan kantin.
"Ray! Jalankan misi!"
"Oke!" Rayan segera berlari ke arah Vina.
"Halo kak"
Vina menoleh dan memutar bola matanya malas, ia sudah bosan dengan Jean dan Rayan. Bagaimana tidak? Mereka selalu membuat masalah, apalagi Jean, tuh bocah bener-bener ganggu banget dah sampe Vina kesel sendiri jadinya.
"Kakak tau gak perbedaan gajah sama kuyang?"
"Apa sih pentingnya?" Vina melepaskan tangan Rayan dan hendak berbalik, namun Rayan menahannya karena di belakang Vina, Jean tengah menaburkan bubuk pelet ke minuman Vina.
"Jean, Jean, Jean, manjur lu pelet," gumam Jean sambil mengaduk-aduk jus mangga itu.
"Apaan sih?" Vina lagi-lagi melepaskan tangannya dan berbalik, kini ia melihat Jean yang tengah tersenyum lebar ke arahnya. Dengan malas, ia segera mengambil jusnya dan pergi meninggalkan kantin.
"Berhasil!" Jean dan Rayan bertos ria dengan bangga.
Sementara itu, Vina kini berjalan masuk ke ruang OSIS sambil memainkan ponselnya.
Setelah di dalam ruangan, ia celingukan mencari keberadaan sosok yang telah menjadikannya babu dengan tanpa tahu malu.
"Gavin mana?" Vina menaruh jus mangga itu di meja karena tidak menemukan sosok menyebalkan itu.
"Ke ruang guru bentar" jawab Dimas yang sibuk dengan beberapa lembar kertas.
"Oh, ntar kasih jusnya ke dia ya, gue ke kelas dulu"
"Oke"
20 menit setelah Vina pergi, Gavin datang dengan beberapa buku di tangan kanannya.
"Gav, tuh dari Vina" Dimas menunjuk jus mangga di meja yang tadi disimpen sama Vina.
Gavin hanya mengangguk singkat dan duduk di kursi. Sambil membuka buku dan membaca beberapa halaman, Gavin mulai meminum jus mangga yang dibelikan Vina.
"Eh iya Gav" Dimas tiba-tiba menaik turunkan alisnya saat Gavin menoleh.
"Dera nembak tuh, lu terima gak?"
Gavin mengangkat bahu acuh membuat Dimas tampak membulatkan matanya.
"Sayang banget loh anjir, padahal cowok-cowok pada ngejar dia"
"Lanjutin aja tugas lo" balas Gavin singkat yang dibalas dengusan malas dari Dimas.
--
Jean POV
Gue sekarang lagi ada di lapangan sekolah. Nggak-nggak. Bukan caper apalagi cosplay jadi cabe-cabean.
Sebenernya tadi ada pengumuman yang nyuruh buat semua siswa kumpul disana. Gak tau ada apaan.
Jujur gue males banget, niatnya pengen bolos aja kabur ke rooftop. Tapi tiba-tiba gue dapet hidayah.
Gue harus nguji apa peletnya ampuh atau nggak.
Dan kalo ampuh, biarin aja ayang Vina nembak gue di depan banyak orang kek gini. Wkwkwk.
Baru aja gue mikirin dia. Nahkan orangnya nongol. Udah fix jodoh ini mah.
Gue membenarkan rambut gue biar keliatan ganteng.
Nah!! Neng Vina liat ke arah gue! Anjay dia jalan ke arah gue!
Gila gila gila.
Peletnya ampuh!
Dia makin deket. Anjir gue deg degan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Salah Pelet [BL]
Narrativa generaleAwal pertama masuk SMA, Jean langsung kepincut sama kakak kelasnya yang bohay dan aduhay. Apesnya Jean ditolak sama kakak kelasnya itu. Gak berhenti sampai disitu, Jean malah nekat pake pelet buat kakelnya itu. Sayang seribu sayton, terjadi sebuah i...
![Salah Pelet [BL]](https://img.wattpad.com/cover/355969470-64-k138434.jpg)