[BUDAYAKAN FOLLOW AND VOTE YA BUBUB]
Ini seperti cerita yang bersambung dari tahun 1884 lalu, melanjutkan kisah kedua anak semesta yang selalu berharap bertemu kembali dengan keadaan semesta yang mendukung mereka. Semesta memberikan kehidupan yang l...
Bibi Darya semakin kesal karena hanya mendapati kamar keponakannya yang kini kosong, hanya ada gaun berwarna kuning milik Lucy yang tergeletak di kasur. Bibi Lucy tau apa yang di perbuat oleh keponakannya itu, membuat ia merasa sangat ingin menjewer telinga anak dari adik kesayangannya itu.
"Pasti dia pergi ke tempat itu, astaga kenapa susah sekali mengatur anak itu. Apa yang di carinya di tempat seperti itu heh? Bukan kah menikmati perjamuan teh itu lebih menyenangkan?"
Sambil berjalan keluar dari kamar Lucy bibi Darya menggerutu dan meluap luapkan segala kekesalannya atas kelakuan Lucy yang menghilang di saat akan terlaksananya acara perjamuan yang di adakan oleh keluarga Lucy dengan keluarga lain. Perjamuan ini merupakan perjamuan yang sangat penting dan harus di hadiri oleh seluruh anggota keluarga inti.
Bibi Darya menghentikan langkahnya saat mendengar penuturan dari salah satu pelayan yang mengatakan bahwa Elena, adik dari Lucy juga tidak ada di seluruh penghujung istana. Tentu hal ini membuat bibi Darya semakin pening dan lelah karena kelakuan keponakan keponakannya yang menguras emosi.
"CARI LUCY DAN ELENA SAMPAI DAPAT! ASTAGA MEREKA INI PUTRI RAJA TAPI KENAPA SUSAH SEKALI DI ATURNYA?!"
━━━━━━━━━
Di sisi lain kedua kakak beradik ini tengah asik menikmati ramainya festival yang memang rutin di adakan setiap tahun.
Tapi bagaimana bisa mereka keluar dari istana dan tidak terlihat mencolok?
Mereka menyamar, tentu saja. Mengenakan pakaian biasa tanpa kain sutra yang biasa mereka kenakan setiap hari, dengan begini mereka tidak akan terlihat seperti 2 putri raja yang sedang kabur dari istana untuk menikmati festival rakyat. Namun Masalah yang mereka dapat tidak segampang menyamar dan menutupi jati diri, mereka juga harus menghindari penjaga istana yang di sebar oleh bibi Darya untuk mencari keberadaan mereka.
"Wahhh disini ramai sekali, sangat menyenangkan!" Girang Elena sambil mengembangkan senyumnya menatap betapa ramainya suasana kota yang kini di padati oleh banyaknya pengunjung featival.
"Tentu saja ini lebih menyenangkan daripada perjamuan minum teh konyol yang di adakan oleh ayah haha," Lucy menarik tangan adiknya untuk bergeser menelusuri ramainya festival dan mencari sesuatu yang menarik untuk di lakukan.
Namun sial sekali, Lucy dan elena mendapati ada setkitar 8 prajurit kerajaan yang ada cukup jauh dari mereka, "ah benar-benar hari yang sial." Ucap Lucy sesaat sebelum ia memutar badan untuk pergi ke sisi lain menjauh dari para prajurit istana itu.