[BUDAYAKAN FOLLOW AND VOTE YA BUBUB]
Ini seperti cerita yang bersambung dari tahun 1884 lalu, melanjutkan kisah kedua anak semesta yang selalu berharap bertemu kembali dengan keadaan semesta yang mendukung mereka. Semesta memberikan kehidupan yang l...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pagi ini, di pagi hari yang cerah ini Lucy sudah merasa kesal, dia kesal sekesal-kesalnya. Hal ini di karenakan ada pertemuan keluarga yang benar-benar mendadak akan di laksanakan nanti malam. Bukan pertemuan keluarga biasa, melainkan pertemuan ini menghadirkan 2 keluarga kerajaan yang pengaruhnyacukup besar pada saat itu.
Sebenarnya Lucy mau-mau saja menghadiri pertemuan keluarga itu, tapi semalam dia terlanjurberjanjipada Joseph untuk menemuinya di danau, selain itu pun Lucy juga merindukanpujaanhatinya dan jika mengirimkan surat pada Joseph tidak akan sesederhana dan secepat itu.
Sekarang Lucy berada di balkon kamarnya sambil memakan semangka yang nampak segar. Dia memikirkanbagaimana cara yang tepat agar dapat kabur dari pertemuan sialan itu, matanya sedaritaditertuju ke arah bawah, memandangisibuknyasituasiistananya demi mempersiapkan pertemuan nanti malam. Dengan langkah gontai Lucy berjalanmemasukikamarnya dan mendapati para pelayan yang kini tengah sibukmempersiapkan gaun yang akan di kenakannya.
"Tidak kah yang initerlaluberlebihan? Aku mungkin akan kesusahanmemakainya." Ucap Lucy sambil memandang heran ke arah gaun di hadapannyamembuat para pelayanseketikaberhenti dalam aktivitasnya.
"Mohon maaf tuan putri, tapi yang mulia ratu sendiri yang memilihkan gaun ini," ucap salah satu pelayanmenjelaskan sambil menundukhormat.
Ingin sekali Lucy menemuiibunya untuk memberitahu rasa keberatannya itu, namun iaterlalu malas untuk melakukannya. Malas berdebat karena hal sepelesemacam ini.
Lucy menyerahkan mangkuk kosong yang ada di tangannya kepada pelayan, "tolong ambilkan semangka lagi untuk ku."
Sungguh saat ini yang di butuhkannya adalah–
Semangka merah yang segar.
━━━━━━━━━
Sore menjelang malam, kini Lucy sedang di rias sedemikian rupa agar nampak menawan. Terpasang korset ketat di tubuhnya, rasanyasungguh-sungguhsesak. Lucy menatap gaun di sampingnya, sangat indah namun dalam hatinyaiaengganmengenakannya.