ZEVEN 07

34 1 0
                                        

Belanda, 1883

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Belanda, 1883.

3 tahun semenjak kematian Elena masih meninggalkan duka mendalam bagi seluruh istana, tidak ada bisingnya Elena, tawa riangnya lenyap, tidak ada lagi tingkah konyol Elena yang mengukir senyum di bibir setiap orang.

Elena pergi, dia pergi selamanya.

Perjodohan antara Lucy dan Arne di batalkan, pernikahan keduanya yang harusnya terjadi malah berakhir buruk. Ini terjadi karena kaki tangan Arne yang di tugaskan untuk menghilangkan nyawa Elena buka mulut tentang apa yang terjadi sebenarnya, bagaimana Arne memerintahkannya, dendam Arne pada Joseph dan juga Lucy serta dengan sukarela kaki tangan Arne membeberkan pada Lucy tentang peristiwa penculikan yang di lakukan kepada Joseph. Bagaimana Arne mengasingkan Joseph di negeri antah berantah.

Bocornya informasi itu seketika membuat Arne di asingkan juga dan di coret sebagai pewaris, posisinya jelas tergantikan.

Lucy seperti mayat hidup di istananya, selama beberapa tahun kehidupannya sepi, selama beberapa kali terjadi festival tahunan di istana pun Lucy tak tertarik. Itu hanya membuat Lucy teringat kepada Elena dan Joseph serta rasa bersalah yang menghantuinya.

Sekarang yang dapat di harapkan Lucy dan yang menjadi semangat hidupnya adalah berharap Joseph masih hidup lalu menjemputnya pergi dari sini. Harapan Lucy untuk hidup damai semakin menipis karena kabar kehamilan ibunya, terlebih lagi ramalam-ramalan yang menggadang-gadang bahwa ibunya akan melahirkan seorang putra yang akan menggeser posisinya dan menggantikannya sebagai pewaris takhta.

Lucy tidak menginginkan takhta itu, dia hanya ingin kehidupan lamanya, Elena, Joseph, ibu dan ayahnya. Karena masalah Arne orang tuanya sedikit berubah, terlalu banyak menyalahkan Lucy atas semua yang terjadi.

PUNARBHAWATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang