20

8.3K 822 98
                                        



Hana terbangun saat mendengar dering ponsel Marvin yang berbunyi nyaring.

Hana meraba atas bantal suaminya lalu menemukan benda pipih itu, membuka matanya lalu melihat siapa gerangan yang menghubungi suaminya.

Galang is calling...

Hana tidak mengangkatnya lebih memilih membangunkan Marvin.

"Mar, Mar, Galang nelfon kamu" ucapnya sedikit mengguncang tubuh lelaki itu.

"Mar"

Marvin justru menarik selimut dan memunggungi Hana, membuat wanita itu berdecak.

Telfonnya sempat mati, namun kembali berbunyi lagi.

Akhirnya Hana mengangkat, mungkin ada yang penting, pikirnya.

"Halo, lo dimana bro? jadi kan? gue sama anak-anak ngumpul di apart nya Noah nih"

"Marvin masih tidur"

"Lah, nih siapa?"

"Ada yang penting? biar aku sampein nanti?"

"Gila anjing, tumben banget si Marvin masih jam segini udah maen"

"Kenapa Lang"

"Barang gesek si Marvin yang angkat"

"Berani banget itu cewek megang HP nya Marvin"

Hana mendengus mendengar percakapan teman-teman Marvin di telfon

"Ada yang penting gak? kalo gak ada aku matiin yah"

"Anjing belagu banget lonte, lo kasih tau dah gue nelfon kalo orangnya dah bangun"

Tut

Hana melihat jam di ponsel Marvin, pukul enam sore.

Hana memilih benar-benar harus membangunkan Marvin.

"Mar bangunnnnnnn" Hana menjepit hidung suaminya itu membuat Marvin tak bisa bernafas dan langsung membuka matanya.

"Hahh"

Hana terkekeh, "Bangunnn udah jam enam" ucapnya memeluk Marvin dari samping.

"Kamu mau bunuh aku yah? gak gitu caranya Han"

Hana terkekeh, "Abisnya dibangunin dari tadi juga"

Marvin berbalik menghadap Hana dan pelan tapi pasti kembali menindih istrinya itu.

"Beratttt"

"Tanggung jawab, aku bangun lagi" ucap Marvin dihadapan wajah Hana.

Hana menggeleng, "Gak mauuu" tolaknya

"Tapi aku mau"

"Akhhh, ihh keluarinnn"

Marvin menggeleng lalu mulai menggerakkan pinggulnya lagi.

"Mar pake kondomnya duluu ahhh"

"Brisik banget sih sayang"

"Mar pleasee pake duluuu"

Marvin berdecak lalu mengeluarkan miliknya mengambil kondom diatas meja lalu memakainya kemudian kembali memasukkan miliknya.

....

"Awas dong ih kamu berat" ucap Hana kesal pada Marvin yang masih betah menindihnya sembari mencium-cium dan menggigit-gigit kecil, pipi, rahang dan lehernya.

Marvin menggeleng sebagai tanda penolakan.

"Aku kebelet ih"

"Pipisin aja"

EVALUASITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang