Rumah yang penuh huru-hara ini di juluki rumah songpit karena nomor rumah nya 97 selain itu penghuni nya datang di tanggal 9 bulan 7. Ide menamai songpit tentu saja berasal dari otak random June. Setiap pagi ada saja keributan karena rebutan kamar m...
Pagi hari di rumah Songpit di sambut dua pemuda yang ngopi sambil makan pisang di teras depan, muka muda jiwa bapak-bapak ya gini. Bangun tidur langsung bikin kopi kebetulan Rose goreng pisang jadilah sepiring langsung di angkut ke depan sama Mingyu. Jaehyun dan Mingyu hari ini tidak ada acara ke kampus itu sebab nya mereka masih anteng ngopi cuman pake kaos putih polos dan celana selutut duduk anteng di teras sambil nunggu matahari terbit di temani oleh Aya yang di apit Jaehyun di jari nya. Aya itu panggilan kesayangan Jaehyun pada rokok surya teman nya untuk mengahadapi dunia yang keras agar tetap waras. Aya juga sering menjadi kambing hitam kalau Jaehyun sudah capek di kejar-kejar mantan nya. Dia akan bilang bahwa dia sudah di jodohkan dengan Aya dan sangat mencintai nya dan berhasil mantan nya langsung pergi jauh tidak mengganggu nya lagi.
Siapa sangka pangeran psikologi ini memiliki pemikiran yang luar biasa.
"LISAAA GUE ITUNG SAMPE 3 LO GAK KELUAR GUE TINGGAL!!" teriak June dengan suara toa nya.
Jaehyun dan Mingyu hanya mengela nafas kasar pagi hari yang damai milik mereka harus sirna karena teriakan toa milik June.
"SATUU!"
Baru saja June membuka mulut untuk lanjut berhitung kepala nya sudah lebih dahulu mendapat tabokan dari Lisa yang baru datang dengan sambil menguikat rambutnya. "Bacot bener lo," ucap nya langsung naik ke boncengan June dan memakai helm kesayangan nya yang bergambar kucing. Lisa si bucin akut dengan kucing.
"Ya elo ngapain sih lama banget mau lo dandan sejam lebih juga gak bakal tambah cantik," seru June membuat Lisa di belakang nya kembali memberi tabokan di kepala nya.
"Sakit goblok!" seru June mengaduh. Meskipun dia sudah memakai helm tetap saja tabokan tangan Lisa terasa.
"Uang jajan lo bulan ini gue potong seratus," ancam Lisa membuat June merengut selalu saja uang jajan menjadi ancaman andalan nya.
"Lo tu di upgrade kek ancaman nya itu mulu gak bosen apa!"
"Ok gue tambah jadi dua ratus," balas Lisa pendek.
"Anjing bener lo monalisa." June mengumpat lalu melajukan sepeda motor nya ke kampus.
June dan Lisa sudah bersama dari zigot mereka bukan hanya berbagi motor matic tapi juga sudah berbagi tempat di rahim sang ibu selama sembilan bulan. Dan berhubung Lisa yang lahir lebih dulu jadi orang tua nya memberikan kartu atm yang di gunakan untuk uang jajan mereka berdua ke Lisa. June kalau di songpit bisa kurang ajar ke Lisa tapi kalau di rumah bisa berubah jadi anak baik dan berbakti bahkan dia memanggil Lisa dengan embel-embel mbak karena di rumah nya benar-benar menjunjung tinggi rasa hormat untuk yang lebih tua.
Saudara kembar yang lahir di bulan Maret itu kebetulan kuliah di jurusan yang sama satu kelas pula itu sebab nya mereka sering berangkat bersama padahal kalau bisa memilih June lebih bahagia berangkat dengan pujaan hati nya.
"Nanti gue mau ada rapat himpunan lo balik aja dulu," ucap Lisa saat mereka berdua telah sampai di parkiran kampus.
"Ya udah entar lo chat aja gue jemput," balas June ikut melepas helm nya.
"Gak perlu entar pulang gue sama Bambam aja," jawab Lisa menyebut kan kekasih nya. June hanya mengangguk saja padahal dalam hati nya sudah bahagia karena bisa mampir dulu ke FIK menjemput Mina.
○●○●○●
Sesuai dengan rencana nya pagi tadi kini June sudah duduk manis di kursi taman FIK menunggu Mina yang katanya sebentar lagi kelas nya selesai. Rencana nya mereka akan mencoba ayam penyet yang terkenal super pedas di kantin fakultas ilmu kesehatan. Meskipun mereka berpacaran sejak maba tapi makan bersama di kantin kampus sangat jarang mereka lakukan alasan nya karena jadwal mereka yang tidak pernah sama dan baik June ataupun Mina mereka berdua adalah mahasiswa aktif di organisasi tentu saja waktu bertemu di kampus sangat minim.
Senyum June merekah begitu melihat Mina berjalan ke arah nya. Rambut hitam sebahu nya berkibar tertiup angin membuat Mina sungguh seperti dewi jangan lupakan senyum manis nya. Ah June memang lebay jika harus mendeskripsikan sang kekasih tapi mau bagaimana lagi toh kekasih nya memang sangat cantik.
"Maaf banget nunggu lama tadi harus bagi kelompok dulu buat tugas," ucap Mina merasa bersalah setelah berada di dekat June.
"Aku gak nunggu lama kok yuk langsung aja ke kantin." June langsung menggandeng tangan Mina dan berjalan menuju kantin yang jarak nya tidak jauh dari taman FIK.
○●○●○●
Hari minggu biasanya menjadi hari damai karena tidak ada manusia yang saling berebut kamar mandi atau berebut ingin menyetrika baju terlebih dahulu. Hari minggu biasanya menjadi hari mager nasional di rumah ini. Tapi khusus hari minggu ini semua nya sudah rapi di pukul delapan pagi. Mereka sudah antri mandi dari subuh, dan alasan utamanya adalah hari ini merupakan hari keberangkatan Eunwoo menjalani pertukaran pelajar.
Mereka semua akan mengantarkan Eunwoo ke bandara raden inten padahal Eunwoo sudah bilang dia bisa pergi sendiri tapi teman rumah nya mana mau mendengar.
Jujur saja di satu sisi Eunwoo terharu dengan rasa peduli mereka yang tinggi tapi disisi lain Eunwoo juga merasa sedikit malu. Bagaimana tidak June dan Minggyu sudah mulai berdrama menangis seolah Eunwoo akan pergi berperang saja. Sedangkan Jaehyun dan Donghyuk membawa banner yang bertuliskan selamat jalan Eunwoo semoga betah disana jangan lupa oleh-oleh nya.
Dan untuk anak perempuan nya jangan harap mereka normal. Tidak. Mereka justru lebih memilih tebar pesona ke teman-teman Eunwoo yang sama-sama lolos. Eunwoo hanya bisa mengelus dada melihat kelakuan mereka.
"Gue pergi dulu ya jangan kangen sama gue," ucap Eunwoo dengan tawa hampa bersiap untuk pergi. Rombongan nya yang lain sudah berjalan lebih dahulu.
"Yeuu siapa juga yang bakal kangen sama elo."
"Peluk dulu sih," celetuk Jihyo.
Eunwoo langsung merentangkan tangan nya membuat mereka bersembilan lansgung menyerbu nya saling memeluk dengan Eunwoo yang berada di tengah. Menjadikan mereka pusat perhatian. Jujur saja Eunwoo merasa sedikit emosional air matanya menggenang di pelupuk mata nya. Selama 4 bulan ke depan mereka tidak akan bertemu tentu saja Eunwoo akan merindukan mereka. Merindukan tingkah random bin ajaib teman rumah nya ini.
"Jaga kesehatan jangan lupa makan," pesan Rose setelah pelukan mereka semua terlepas.
"Gue udah masukin obat-obatan di koper lo jangan sampe kecapean." Kini giliran Mina yang memberi pesan.
"Enu gue bakal kangen sama lo pokok nya jangan lupa kabarin apapun mau lo bahagia, sedih, capek, bosen atau apapun kabarin kita." Jihyo sudah menangis membuat Eunwoo langsung mengusap air mata Jihyo dengan jari nya.
"Dih kok elo jadi cengeng gini."
"Nu gue bingung mau ngomong apa pokok nya lo harus bahagia disana." Lisa yang tidak pandai merangkai kata membuat yang lain nya terkekeh.
"Gue mewakili yang lain semoga kegiatan lo di perlancar di beri keselamatan dan jaga kesehatan disana. Dah sana buruan berangkat." Donghyuk menepuk pundak Eunwoo pelan memberinya dukungan.
Eunwoo mengangguk mantap menatap delapan teman rumah nya sekali lagi dengan senyum hangat nya. "Makasih banyak doa nya tunggu gue 4 bulan lagi ya." Eunwoo melambaikan tangan nya sebelum akhirnya berjalan sedikit buru-buru menyusul rombongan nya.
Mereka berdelapan terus melambaikan tangan hingga Eunwoo tak terlihat lagi di pandangan mereka.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.