Mina yang awal nya sibuk membalas chat teman nya langsung mendongak menatap Lisa. "Lis Pak Seungri itu dosen PA elo kan. Lo tau rumah nya nggak gue ada perlu ini sama beliau mau konsultasi masalah pengabdian."
"Gue beberapa kali ke rumah nya sih Min tapi gue gak apal jalan nya biasanya gue di bonceng Bambam kita satu PA."
"Lagian lo salah tanya Min si Lisa kan ccp," cetus Eunwoo menimbulkan kernyitan yang lain.
"Apaan anjir ccp?" Lisa bertanya bingung.
"Cantik-Cantik Pikun," jawab Eunwoo tanpa dosa.
Lisa mendelik menatap Eunwoo tajam dan langsung melempar bantal sofa ke wajah Eunwoo. "Dari pada elo ggp. Ganteng-ganteng Pelor rebahan di sofa bentar langsung bablas ke alam lain," balas nya tak ingin kalah.
Mina tertawa kecil mendengar itu. "Gue kalok jadi kalian berdua bingung itu antara muji sama ngehina langsung sekaligus."
"Lagian buat apa sih susah-susah ngapain jalan. Zaman sekarang udah canggih ada google maps tinggal ketik tujuan nongol jalan gak perlu repot." Lisa menjawab dengan santai.
"Heh ngapalin jalan itu gak susah. Lo kalok bergantung sama google, terus di tengah jalan hp lo mati lo bisa nyasar. Pelan-pelan inget jalan yang lo lewatin biar nanti apal sendiri. Stres lo mah udah 3 tahun tinggal di sini masak ke Pekor doang buka google." Jihyo yang sejak tadi menyimak tapi mata nya terpejam bersuara karena dia juga lelah sehabis berlari sedangkan Donghyuk langsung pergi untuk mandi.
"Ya udah sih kalok gue gak apal jalan terus hp mati juga selow aja gue kan punya kang ojek pribadi," sahut Lisa menatap June dengan alis naik turun.
"Jun Jun kasian bener selama ini lo cuman dianggap tukang ojek," ujar Eunwoo prihatin.
"Tukang ojek apaan babu mah iya."
June melengos dengan sebal lalu melemparkan bantal sofa ke arah Lisa.
"Tukang ojek di gaji anjir gue mah kagak."
Lisa yang terima langsung menerjang June dan mereka berdua berperang dengan batal. Penghuni yang lainnya memilih untuk diam dan sebagian pergi tak mau bersusah payah menghabiskan tenaga untuk memisahkan dua orang itu toh jika nanti capek mereka akan berhenti sendiri.
Mina mengebuskan nafas nya lelah melihat June yang masih asik gebukan bantal dengan Lisa kemudian mengikuti Jihyo untuk masuk ke kamar karena malas sekali pagi-pagi melihat keributan tak berfaedah.
○●○●○●
Sesuai rencana tadi pagi sekarang Jihyo dan Eunwoo berada di pasar tradisional yang tidak jauh dari komplek Jiwaypi. Jihyo langsung pergi untuk membeli sayuran dan kebutuhan lain sedangkan Eunwoo di belakang nya membantu membawakan sangkek untuk wadah sayuran yang sudah di beli.
"Bapak kangkung nya 3 iket berapa pak?" tanya Jihyo pada sang penjual sambil memilih kangkung yang segar.
"Kalau 3 iket 10 ribu mba ambil 4 aja biar 12 ribu."
"Ya udah pak saya ambil 4 ya." Jihyo langsung membuka dompet mengambil uang pecahan sepuluh ribu dan lima ribu.
"Waduh mba ada uang pas aja nggak saya belum ada kembalian dari pagi belum laku," ujar si penjual dengan tak enak.
"Kembalian nya buat bapak saja ya. Semoga jualan bapak hari ini bisa terjual habis dan berkah." Jihyo tersenyum lembut hati nya terenyuh melihat binar di mata sang penjual.
"Wah makasih mba terimakasih banyak semoga mba dan mas nya juga selalu bahagia bersama ya. Mas nya romantis sekali mau menemani istri nya ke pasar."
Eunwoo yang sejak tadi diam terkejut mendengar pernyataan bapak si penjual kangkung. Jihyo juga tak kalah terkejut nya. Mereka berdua dengan kompak saling bertatapan dan langsung menggeleng menyangkal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Songpit 97l
AcakRumah yang penuh huru-hara ini di juluki rumah songpit karena nomor rumah nya 97 selain itu penghuni nya datang di tanggal 9 bulan 7. Ide menamai songpit tentu saja berasal dari otak random June. Setiap pagi ada saja keributan karena rebutan kamar m...
