Tiga kali sudah Mina melihat June berboncengan dengan Yufa teman satu ukm June. Mood Mina yang ingin makan ice cream bersama Rose dan Lisa langsung menghilang saat melihat June tertawa bahagia dengan Yufa diatas motor. Mina mencoba menelfon June tapi tidak diangkat matanya memanas melihat mereka yang terus tertawa entah apa yang mereka bicarakan hingga mereka menghilang dari pandangan nya.
Mina bukan lah cewek posesif yang melarang kekasihnya bergaul dengan lawan jenis. Dia tidak masalah dengan siapa June berteman tapi dengan Yufa itu pengecualian karena Mina tahu bahwa Yufa menyimpan perasaan untuk June. June juga bukan orang yang dengan mudah menawarkan jok belakang nya untuk perempuan lain, karena selama ini hanya Mina dan Lisa yang berada di sana. Tapi kenapa dengan Yufa, June nya bisa berubah bahkan ini ke tiga kalinya Mina melihat mereka bersama bagaimana yang tidak Mina lihat.
"Min lo mau rasa apa?" Rose bertanya pada Mina yang sejak tadi diam.
"Samain aja deh Rose gue tunggu disana ya," sahut nya dengan lesu menuju kursi di pojok ruangan. Lisa san Rose saling menatap bertanya ada apa dengan pacar June itu tadi dia paling semangat kesini sekarang berubah drastis.
"Lo sakit Min?" Lisa langsung bertanya setelah mereka bertiga duduk bersama dengan ice cream pesanan mereka berada ditengah.
"Gue gak sakit."
"Tapi mood lo langsung anjlok gitu, ada masalah?"
Mina menatap kedua nya bergantian haruskan dia ceritakan masalah hubungan nya. Tapi dia takut jika dia dianggap terlalu lebay masalah seperti ini saja cemburu.
"Lo ada masalah kuliah, tari atau hubungan lo sama June," tebak Lisa langsung.
Air mata Mina langsung menggenang membuat kedua sahabatnya ini bingung seketika. "Min kalok lo belum mau cerita gak papa gak usah cerita," ujar Rose mengulurkan tisu kepada Mina.
"Tadi gue liat June boncengan sama Yufa mereka ketawa bareng," cicit Mina menanti respon kedua nya.
"June sama Yufa? sejak kapan mereka dekat," celetuk Rose tak tahu menahu.
"Mereka satu ukm, kemaren juga pas kkn satu kelompok," jelas Lisa yang memang mengetahui Yufa dan June.
"Gue tau sih gue terlalu lebay cuman tuh apa ya 2 minggu terakhir gue sama June kek renggang banget. Dia sibuk banget sama kuliah dan latihan buat lombanya gue coba ngerti. Dia selalu batalin janji nya gue diem aja. Dan kemaren dia lupa hari anniversary kita, apa gue protes gue tetep diem tau kalok dia sibuk latihan untuk perlombaan taekwondo nya pergi pagi pulang malam, tapi tadi gue liat dia malah ketawa sama Yufa apa gue gak sakit hati liat nya, gue akhir-akhir ini aja jarang ngabisin waktu sama dia." Mina tak dapat menahan air matanya saat bercerita. Rose langsung memberikan tisu tambahan sedangkan Lisa rasanya sangat marah mendengar saudara nya menyakiti sahabatnya.
"Lo udah coba bicara sama June?"
Mina mengangguk membersihkan air matanya lalu menatap Lisa. "Gue udah pernah bilang Lis kalok gue gak suka dia deket sama Yufa, tapi June malah anggep gue terlalu berlebihan dia sama Yufa gak ada apa-apa kata nya."
"Iya gue percaya kalok June gak ada rasa sama Yufa sekarang, tapi nanti hati manusia gampang berubah kan apalagi gue tau kalok Yufa suka sama June dari dulu," sambung Mina dengan air mata yang terus mengalir. Ini adalah kali pertamanya dalam 3 tahun berpacaran menangisi hubungan nya dengan June rasanya sungguh sesak.
"Nanti biar gue ngomong sama June, orang itu kalok di biarin bisa kebablasan ," ujar Lisa menekan kemarahan nya.
"Jangan!!" cegah Mina seketika. "Biarin gue selesain masalah gue sendiri ya Lis gue bisa kok. Nanti kalok gue udah gak sanggup gue janji bakal bilang ke kalian."
KAMU SEDANG MEMBACA
Songpit 97l
DiversosRumah yang penuh huru-hara ini di juluki rumah songpit karena nomor rumah nya 97 selain itu penghuni nya datang di tanggal 9 bulan 7. Ide menamai songpit tentu saja berasal dari otak random June. Setiap pagi ada saja keributan karena rebutan kamar m...
