(terinspirasi dari All too well taylor swift)
Kairi masuk ke ruangan hotelnya mengabaikan kiboy yang berusaha berbicara dengannya, "Kai dengerin aku dulu!" Kai melihat kearah kiboy dengan mata berkaca-kaca, "Boy... i hate saying this but i don't see any spark between us anymore, maybe i was the wrong one, mungkin aku... aku terlalu sering ngebuat kamu kecewa... i only can remember our beautiful memories that turning black and white, mungkin kita kurang komunikasi, mungkin ini semua kesalahan aku, mungkin aku egois, mungkin aku bikin kamu sakit hati, mungkin aku kurang buat kamu..." ujar kairi tanpa henti yang membuat kiboy tak bisa menyelaknya bahkan sedetik pun tak bisa.
Kiboy terdiam, dia tak tau kalau kata-katanya bisa menyakiti hati kairi sedalam ini, perkataan buts benar kalau dia takbisa mengontrol lisannya sendiri. "Kai..." kiboy hanya bisa memanggil namanya karena dia kehilangan kata-kata, dia ingin kai yang selalu membangunkannya ditengah malam hanya untuk mendengarkan lagu dan menari di dapur dengan pintu kulkas yang terbuka dengan alasan agar dapur menjadi dingin, dia ingin mereka jalan berdua walaupun hanya mengitari kota dengan lagu yang menyala kencang dan mereka bernyanyi dengan hati senang didalam mobil, dia ingin mengejar kairi yang membawa sebungkus rokok miliknya, dia tak mau kehilangan semua itu.
Kairi dan Kiboy saling bertatapan dengan mata sendu, "or maybe... this relationship are bound to break." ujar Kairi, kiboy menatapnya, kiboy ingin memeluknya, kiboy ingin mendekapnya dengan erat, melihat kairi yang menangis membuat hati nya tersayat tetapi dia tau, hubungan mereka menjadi seperti ini karena salahnya, mungkin ini adalah cobaan yang didapatnya karna selama ini hubungan mereka selalu baik-baik saja.
"Kai, stop saying that, ini semua salah aku karna aku terlalu emosi sampai nuduh kamu sebagai penghianat." jelas kiboy, kairi hanya memandanginya, alasannya kurang. sangat kurang. Kairi akhirnya mengangguk, "gue ngerti boy, tapi tetep aja, something too beatifull died too soon, mungkin kita butuh istirahat." timpal kairi, kiboy yang menyadari bahwa kata-katanya sudah terlalu melekat diperasaan kairi hanya bisa terdiam sebelum akhirnya mengangguk.
"Kita butuh istirahat, kita berdua capek." ujar kiboy sebelum pergi meninggalkan kairi diruangan itu, kairi duduk disofa dan menatap langit² kamar hotelnya.
(Yahhh putus deh, jangan lupa tinggalkan jejak)
KAMU SEDANG MEMBACA
Did we make it? (IboyKai)
Fanfictionyh ini kiboy x kairi, yg gasuka out aj Cerita di mulai di chapter yang berjudul "After M5, is it over...?" Dimulai dari kegagalan mereka yang berujung pertengkaran dan perpisahan, bisa kah kairi dan kiboy kembali seperti dahulu? akan kah kiboy berju...
