get myself back.

1.9K 116 17
                                        

Di esok hari kairi terbangun dengan perasaan yang lebih senang walaupun dia masih sedih karena dia dan kiboy harus putus tapi dia menyadari dia tak bisa selamanya seperti ini, dia harus kembali seperti jati dirinya yang dulu, kairi si bocah tengil.

kairi pergi ke area breakfast setelah dia mandi walaupun hanya mandi ayam alias mandi yang penting basah aj, sabun, shampoo, dll urusan nanti. Dia pergi ke area breakfast menggunakan kaos putih dan celana panjang. Dia melihat sekitar dan menemukan coach yeb dan yang lain selain kiboy dan sanz disana. Kairi menghampiri mereka dengan senyum kematiannya yang walaupun manis bisa membuat orang merinding dari jarak 1 km pun.

Kairi jalan mengendap-endap kebelakang buts, cw yg dihadapannya hanya diam sedangkan buts merasa merinding, "dia dibelakang gw kan we?" tanya buts dan cw hanya diam sebelum kairi mengagetkan buts yang membuat buts teriak, "AAA ANJING!!!" Kairi tertawa mendengar teriakan buts dan coach yeb, adi, cw, dan albert hanya bisa terkekeh melihat tingkah laku kairi, tetapi mereka bersyukur karna kairi bisa kembali seperti kairi yang semula.

kairi berhenti tertawa dan mengambil makanan sebelum duduk disebelah coach yeb. "tumben lu gak sama kiboy?" tanya coach yeb. "putus coach" jawab kairi dengan santai walaupun sebenarnya perasaannya masih sangat sakit, mereka semua kaget kecuali buts. "yang bener lu? lu kenapa sama kiboy?" tanya coach yeb lagi. "hehe ya namanya juga hubungan pasti ada yang gak sreg coach jadi putus hehe, udah lah gapapa gue mau makan." ujar kairi yang sebenarnya hanya alasan saja karena dia melihat kiboy dari ekor matanya.

kairi mulai makan dan terfokus dengan makanannya sampai kiboy duduk disebelahnya, jantung merasa berdebar² dan sakit. 'dari semua bangku kenapa harus disebelah gue sih anying' batin kairi sambil terus memaksakan makanannya masuk ke mulutnya agar dia tak berbicara apapun dengan kiboy.

kiboy juga tak berbicara dengannya dan mereka hanya makan tanpa ada yang berbicara, kairi mencuri-curi pandang kearah kiboy karena dia merasa kiboy lebih tampan dari biasanya.

Sanz tiba-tiba datang dengan senyumannya, "buset masih pagi dah suram amat, ingfokan permakanan halal." ujar sanz yang membuat kairi menahan tawanya sedangkan coach adi pergi menbantu sanz mengambil makanan.

.

.

.

.

.

Kairi sudah menghabiskan makanannya dan mengelus perutnya yang sedikit membuncit, ya namanya juga habis makan. "Gue hamil coach, tapi bapaknya didalem perut gue." ujar kairi yang membuat coach yeb terkekeh, "ada-ada aja lu." kairi tersenyum dan ikut terkekeh

Kairi mengambil ponsel genggamnya dari kantongnya untuk membuka medsos tetapi dia tersadar bahwa dia keluar dari semua akun medsosnya, dia tau ini pasti ulah kiboy agar dia tak melihat hate komen di medsosnya. Kairi menutup ponselnya dan melihat kearah kiboy sekilas sebelum melihat ke section dessert dan melihat kearah perutnya, dia mengurungkan niatnya untuk mengambil croissant yang terlihat menggoda disana.

"Kalian semua udah packing?" tanya coach yeb yang membuat kairi tersadar. "lah iya gue belom anying, udahlah gue packing dulu." ujar kairi, dia berdiri dan pergi ke kamarnya untuk packing. "Kebiasaan banget tu anak, bantuin dia sono boy." ujar coach yeb yang lupa kalau kairi dan kiboy sudah putus, kiboy hanya mengangguk. Kiboy pergi ke dessert section dan mengambil sebuah strawberry croissant berisi cream strawberry sebelum pergi kekamar kairi.

kiboy masuk kekamar kairi tanpa mengetuk pintu atau meminta izin, dia menaruh croissant nya diatas meja dan menghampiri kairi. "Makan aja dulu, biar gue yang lanjut packing, berantakan." ujar kiboy yang membuat kairi kaget, "apasih, gausah sok baik." gumam kairi, kiboy menghela nafasnya dan berkata "Strawberry croissant diatas meja." Kairi mendengar itu sontak menoleh dah benar saja ada paper bag diatas meja, kairi berdiri dan duduk disofa dihadapan meja tersebut untuk menyantap croissant tersebut.

"G-Gue makan ini bukan berarti gue masih sayang sama lo!" celetuk kairi, "iya" jawab kiboy, kiboy mulai menggantikan kairi untuk packing, benar saja baju kairi sangat berantakan. "Ternyata begini bocah disuruh packing pantesan pas mau pergi ke PH packingnya harus dibantu sze." Sindir kiboy dengan nada bercanda, "berisik!" marah kairi, dia memalingkan mukanya dan terus memakan croissant nya bersama kiboy yang sedang mem-packing barang²nya.

"Kai, kalau ada cewek yang ngedeketin gue, lo bakal gimana?" tanya kiboy, kairi berpikir untuk sejenak, "bukan masalah gue, kan kita dah ga ada hubungan." kiboy mengangguk mendengar jawaban kairi, jawaban kairi memang ada benarnya tetapi kiboy masih bisa melihat harapan diantara hubungan mereka berdua.

Kiboy menutup koper milik kairi dan menghampiri kairi, dia terus menatap kairi yang membuat wajah kairi memerah, "apasih liat-liat?! bayar!" ujar kairi yang salting, kiboy mengeluarkan dompetnya dan mengeluar selembar kertas merah dan dua lembar kertas biru, kairi melihat itu merasa kesal. "apasih?! lu pikir gue murahan?!" marah kairi, kiboy memasukkan uang itu kembali ke dompetnya dan mengeluarkan kartu yang berwarna hitam.

"Dessert di airport boleh?" tanya kairi dan kiboy mengangguk, kairi mengambil kartu tersebut dan tersenyum. "gini kek, tapi jangan harap kita bisa lebih selain jalan berdua!" timpal kairi dan kiboy lagi-lagi hanya mengangguk. "iya cantik" jawab kiboy.






































kok bisa ya ada cowok secantik ini men

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

kok bisa ya ada cowok secantik ini men

Did we make it? (IboyKai)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang