One : Change Over Destiny

3.5K 156 6
                                        

"Misi pertama sukses, saya bisa mendapatkan dirinya."

•®•

Menikah bukanlah salah satu hal yang masuk dalam wishlist  hidup Tika

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Menikah bukanlah salah satu hal yang masuk dalam wishlist hidup Tika. Per.nik.ahan adalah hal yang paling ia hindari, walaupun dari banyaknya jumlah manusia di bumi yang menaruh rasa pada dirinya, ia akan menolak mentah pinangan mereka dengan dalih; maaf kamu terlalu baik untukku; sampai teman-teman satu anggotanya paham betul bagaimana reaksi dara kelahiran Yogyakarta itu saat ada yang mengajak pengajuan.

Tika sendiri bukanlah sosok menawan seperti Aura Kasih ataupun Happy Asmara, yang didamba semua kaum adam. Perempuan 27 tahun yang telah menyandang dua balok emas di pundak itu hannyalah seorang prajurit slengean yang tiba-tiba berubah nasib dalam semalam lantaran menjumpai nightmare bersama pria asing di motel saat kunjungan ke Las Vegas, Amerika Serikat. Tika tidaklah bangga sebab kesialan seumur hidupnya itu bertuah manis, karena mendapatkan 'emas' dalam pasir. Dirinya harus rela melepas seragam kebanggaan dan membuang impian untuk menduduki jabatan tertinggi di Matra Angkatan Darat. Nasib sungguh nasib, perempuan itu sungguhan apes. Percuma menginginkan sesuatu lebih indah, tetapi ada ihwal besar yang harus dikorbankan.

"Non Tika, saya bantu bawa-in belanjaan ke dalam, ya?" Perempuan paruh baya berambut perak langsung menghampiri Tika saat ia baru saja keluar dari mobil.

"Aduh, Bi Yati, maaf ya jadi ngerepotin." Perempuan itu menjadi sungkan saat asisten rumah tangga di kediaman Prawiranegara tersebut sudah membawakan dua kantung plastik besar berisi kebutuhan pokok yang ia beli di supermarket.

Bi Yati terkekeh mendengar penuturan anggota baru yang dua setengah bulan menetap di sini. "Ya mboten napa-napa, ta, Non. Mboten ngerepotin kok, lagian nek mboten rewang-rewang sampeyan kula mboten nyambut damel kok. (Ya tidak apa-apa, kok, Non. Tidak merepotkan kok, lagian kalau tidak membantu kamu saya tidak bekerja kok)."

Tika menjadi terharu saat mendengar penuturannya. Perempuan itu berakhir mengikuti bi Yati yang masuk ke dalam lewat pintu samping yang langsung tembus dapur, seraya membawa satu plastik berukuran sedang yang tersisa. Dia meletakkan barang bawaannya itu ke meja besar ruang makan yang bersebelahan dengan dapur bersih. Tika segera mencuci tangan serta kakinya, lalu kembali duduk di kursi ruang makan setelah menuang air dan meminumnya.

"Kamu belanja sendiri enggak sama Savira?" Tika menoleh melihat pria yang dulu pernah ia puja-puja berjalan menghampiri dengan pakaian santai rumahan.

"Saya jadinya sendiri, soalnya tadi Savira dapat panggilan dari rumah sakit. Cito katanya."

Pria itu mengangguk saja, dan berdiri berseberangan dengannya. Membuka keresek putih berukuran sedang yang ada di atas meja, dan menatap wajah perempuan itu lagi. "Kamu banyak beli kebutuhan rumah tapi kok enggak beli susu ibu hamil?"

Tika meletakkan gelasnya yang kosong di meja, mengerutkan kening seolah tak percaya. "Masa sih, Mayor? Saya udah beli kok tadi," ucapnya yakin.

Pria yang dipanggilnya mayor a.k.a Caraka Kaivan Prawiranegara a.k.a mantan pujaan hatinya itu mengeluarkan satu persatu benda-benda yang ada di kantong keresek. "Kan, enggak ada. Kamu memang enggak beli," tunjuk Kaivan pada perintilan yang sudah terjejer di atas meja.

Grahita KamaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang