Setelah menempuh perjalanan jauh akhirnya mobil kenzo sampai ke bandung, ke rumah oma mereka, kenzo turun di ikuti kinar dan sarah dan mengeluarkan barang barang mereka.
"selamat datang cucu cucu oma" sambut sang oma yang keluar dari rumah.
Kinar dan kenzo memeluk omanya, bergantian dengan sarah, "kinar gimana sama kuliah kamu" tanya omanya.
"baik oma, udah hampir selesai" jawab kinar.
"sarah kandungan kamu sehat kan"
"iya oma" jawab sarah.
"ayo masuk" ajak omanya.
Saat sudah di dalam kinar masuk ke kamarnyang untuk menaru kopernya, dan duduk di tepi kasur dan menatap ke arah balkon kamar, pikirannya terus tertuju pada marvel.
Tok tok tok
"Boleh abang masuk" ucap kenzo dari luar kamar.
"masuk aja"sahut kinar.
Kenzo masuk dan ikut duduk di samping kinar, "kamu kenapa, ada masalah sama marvel? " tanya kenzo.
"kinar udah mutusin hubungan kinar sama marvel"
"kenapa?"
"mungkin kinar bukan perempuan yang baik buat marvel, dan dia berhak dapat yang lebih baik dari kinar"
"kenapa kamu ngomong gitu, apa marvel nyakitin kamu?"
"ngga, abang tenang aja kinar baik baik aja"
"ayo turun, kita di panggil oma buat makan sama-sama" mereka turun dan menuju ke ruang makan.
Saat sedang menikmati makanan mereka, oma mereka berdeham dan menatap kinar.
"kinar oma dengar dari papi kamu udah tunangan sama seseorang" tanya omanya.
Kinar yang mendengar pertanyaan dari omanya, tidak tahu harus menjawab apa.
"kinar sama dia udah engah ada hubungan oma"
"sudah oma katakan pada papi kamu, biar oma yang akan menjodohkan kamu tapi dia membantah, lihat apa yang terjadi sekarang" bantah omanya.
Kinar, kenzo dan sarah hanya diam dan melanjutkan makanya, "sekarang oma yang akan menjodohkan kamu kinar dan oma tidak akan peduli dengan bantahan kalian"
"biarina aja kinar sendiri dulu, lagian dia juga masih kuliah kan" bantah kenzo.
"oma sudah putuskan ini kenzo, jadi tidak ada bantahan, oma mau yang terbaik untuk kinar, lagian pilihan oma ini dari keluarga yang terpandang jadi oma yakin kinar pasti bahagia"
Kinar hanya menunduk, apa yang akan di lakukan omanya nanti kinar hanya bisa pasrah dia tidak bisa membantah dan hanya berharap semoga omanya berubah pikiran nanti.
***
Kinar terbangun dari tidurnya karena mendengar seseorang yang mengetuk pintunya kamar, "siapa" tanya kinar.
"ini oma"
Kinar bangun dan membuka pintunya "oma, ada apa"
"kamu siapa siapa ya, hari ini ada yang mau ketemu sama kamu dan sebentar lagi dia akan datang, oma tunggu kamu di bawah"
"iya, kinar siap siap dulu"
Kinar kembali masuk ke kamar, apa yang harus dia lakukan sekarang, pasti ini ada hubungannya dengan perkataan oma semalam, kinar takut memulai hubungan dengan orang yang baru dia kenal, itu sangatlah tidak mungkin.
Andaikan waktu itu marvel bisa meluangkan waktu untuknya mungkin mereka sudah bertemu dengan omanya dan semuanya akan baik baik aja, tapi marvel lebih memilih dengan sefora.
Pusing memikirkan ini, lebih baik bersiap siap jangan sampai omanya datang lagi dan memarahinya.
Setelah rapi dengan pakaiannya kinar keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah, menemui omanya yang suda duduk dengan seorang laki-laki yang seumuran dengan dirinya.
"kinar, ayo duduk di sebelah oma" panggil omanya.
"kinar ini sadam, yang mau oma kenalin ke kamu, dan sadam ini kinar cucu oma" ucap sang oma saling memperkenalkan kinar dan sadam.
"sadam katanya kamu mau ajak kinar jalan jalan"
"iya oma, kalo kinarnya mau" ucap sadam.
"kinar pasti mau, iya kan kinar" tanya oma kinar.
"iya" jawab kinar terpaksa.
"ya udah kalo begitu hati hati ya dan pulangnya jangan kemalaman"
"baik oma, kita pergi dulu" pamit sadam.
Sadam membuka pintu mobil untuk kinar, setelah itu ikut masuk dan membawa mobilnya pergi, di dalam mobil kinar hanya diam, dia bingung karena baru mengenal laki laki di sampingnua ini.
"ehemm kamu masih kuliah" tanya sadam.
"iya"
"kamu pasti tahu kan, tujuan aku ke rumah oma, tapi kalo kamu menolak perjodohan ini itu hak kamu, mungkin kamu udah punya pacar"
"aku nggak terima dan aku juga ngga nolak perjodohanya, tapi aku mau jalanin aja dulu lagian kita juga baru ketemu kan"
"kamu benar, jadi mulai sekarang kita harus sering ketemu, biar saling tahu satu sama lain, benar nggak"
"i_ya"
"kamu risi ya jalan sama aku"
"enggak, biasa aja"
"kalo biasa aja, kenapa dati tadi aku ngomong jawabnya cuman iya aja" ucap sadam tertawa.
"mm belum terbiasa aja sama orang baru, kita mau kemana?"
"kamu maunya ke mana"
"aku nggak tahu tempat tempat yang ada di bandung"
"kalo gitu kita makan dulu"
Kinar dan sadam sedang makan di salah satu restoran yang ada di bandung, dan sedikit mengobrol,
Kinar terus memikirkan marvel walau pun saat ini dia bersamamu sadam, apa yang harus dia lakukan agar bisa menghilangkan bayangan marvel dari pikirannya.
***
Setelah mengelilingi bandung dengan sadam tadi kini kinar sudah di antar pulang dan saat ini sedang berada di kamarnya,kinar menatap ponselnya yang dia matikan sejak kemarin.
Saat menghidupkan ponsel, banyak pesan dari nomor tak di kenal, kinar membaca pesan yang di kirim itu, ternyata semuanya dari marvel, kenapa di saat dia sudah menyerah dengan hubungan mereka, barulah marvel peduli padanya seperti ini, kenapa baru sekarang, kemana marvel saat kinar terluka dan membutuhkan nya, dia selalu bersama sefora saat itu.
Dan sekarang, marvel mengirimnya pesan sebanyak ini, apa marvel tidak bisa memilih salah satu di antara kinar dan sefora, jika marvel tidak bisa memilih jadi kinar yang akan mundur sekarang.
Kinar kembali memblokir nomor yang marvel gunakan untuk mengirimnya pesan, untuk apa dia masih berhubungan dengan orang yang sudah menyakiti hatinya.
***
Next...
Kalian tebak kinar pilih marvel atau sadam yaa..
Vote nya jangan lupa..
Masa cuman di baca doang..
😚😭
KAMU SEDANG MEMBACA
KINAR (transmigrasi) END
RomanceDia Azzura amelia, di umur yang sudah 20th pun kedua orangtua nya jarang bahkan tidak memperhatikan nya, dan hanya peduli pada kakanya. "cuma ingin di peduliin, tapi kenapa cuma abang yang di pedulin" Itulah yang membuat dia terpurk dalam kesendir...
