44. berita mengejutkan

385 12 0
                                        

Sebelum baca jangan lupa follow akun wp aku yee.. 💓



***

Saat ini kinar sedang ada di ruangan marvel. Duduk manis di sofa yang tersedia di ruangan tersebut. Menemani marvel yang sedang bekerja.

Sebenarnya kinar sudah merasa sangat bosan sedari tadi. Dia hanya duduk bermain ponsel dan sesekali menatap marvel yang sedang mengerjakan sesuatu dengan serius.

Kinar menghembuskan nafasnya. Ternyata itu di dengar oleh marvel. Maevel menatap kinar yang kembali melihat ponselnya. Dia berdiri dari duduknya dan mendekat ke kinar.

"loh kamu udah selesai ya" tanya kinar ketika marvel mendekat padanya.

Marvel mengeleng dan duduk di samping kinar.

"terus ngapain di sini"

"nanti aja, aku udah lapar kita makan dulu ya"

"ya udah, ayo"

Marvel mengengam tangan kinar dan keluar dari ruangannya. Sesampainya di restoran mereka pun memesan makanan. Tiba tiba ponsel kinar berdering, dahinya mengerut mengapa pengacaranya menghubungi nya.

"halo"

"apaa, saya kesana sekarang" setelah sambungan teleponnya terputus, kinar menatap marvel.

"kenapa?" tanya marvel

"rahel vel, dia bunuh diri, aku mau kesana sekarang"

"ayo aku antar"

Kinar dan marvel menuju ke kantor polisi. Kinar benar-benar tidak percaya mengapa rahel mengakhiri hidupnya sendiri. Apa yang ada di pikirannya sehingga melakukan hal itu.

Setibanya di kantor polisi, terlihat jenazah rahel sudah di masukan ke ambulans. Kinar dan marvel menghampiri petugas yang mengawasi rahel selama di tahan untuk menanyakan kejadian ini.

Dan ternyata rahel menelan obat tidur dengan jumlah yang begitu banyak. Dan yang lebih mengejutkan adalah rahel sedang hamil.

"vel, kenapa bisa, dan siapa yang udah hamilin rahel. Siapa ayah dari anak itu"

"aku juga gak tahu sayang"

"atau jangan-jangan alex"

"kamu tenang aja, aku bakal cari tahu semuanya" marvel membawa kinar ke pelukannya dan menenangkannya.

Setelah jenazah rahel di makamkan, marvel mengantar kinar. Marvel sedikit khawatir dengan kinar, karena sedari tadi kinar terus menangis atas kejadian yang menimpa rahel. Walaupun rahel jahat padanya dia tidak akan pernah dendam atau jahat pada rahel, dia sudah memaafkan semua kesalahan rahel. walaupun dia bukanlah kinar yang sebenarnya. Karena dia tau dulu persahabatan mereka begitu baik sebelum adanya alex.

"abis bersih-bersih langsung istirahat ya, jangan sedih lagi, aku gak mau kamu sakit nantinya"

Kinar hanya mengangguk dan melangkah masuk. Marvel masuk ke mobil dan meninggalkan kediaman kinar. Sedangkan kinar, setelah mandi dan berpakaian kinar hanya duduk di sofa dan melamun, entah memikirkan apa.

Tanpa kinar sadari ponselnya berdering. Banyak panggilan dan pesan dari marvel, hingga di menit berikutnya kinar tertidur di sofa kamarnya.

Marvel yang khawatir karena kinar tak mengangkat teleponnya pun langsung menuju ke rumah kinar. Setelah sampai marvel buru-buru masuk.

"bi kinar di mana" tanya marvel setelah masuk

"aduh untung den marvel datang, kinarnya di kamar den, sedari pulang itu belum juga keluar dari kamarnya. Bibi khawatir, karena ini udah lewat jam makan malam den"

"papi sama mami?"

"tuan sama nyonya lagi di bandung"

"bibi punya kunci cadangan kamar kinar kan"

"kayanya ada den, bibi ambil dulu"

"ini den kuncinya"

"marvel ke atas dulu bi"

Marvel naik ke lantai atas menuju ke kamar kinar. Setelah pintu kamar kinar terbuka, marvel memandang isi kamar dan melihat kinar yang tertidur pulas di sofa. Tanpa membangunkan nya, marvel memindahkannya ke ranjang dengan pelan agar kinar tidak terusik.

Marvel pun ikut berbaring dan menarik selimut menutupi keduanya. Sebelum memejamkan matanya, marvel masih memandangi wajah kinar yang begitu pulas.

"good night princess" marvel mengecup lama kening kinar setelah itu ikut memejamkan matanya.

***

Pagi datang. Kinar membuka matanya dengan perlahan, dia merasa ada yang menimpa perutnya. Saat berbalik kinar terkejut dengan adanya marvel yang masih tertidur pulas sambil memeluknya. Kapan marvel datang dan bukanya semalam dia tertidur di sofa.

Kinar melepaskan pelukan marvel dan duduk menatap marvel yang belum juga bangun.

"vel" panggil kinar, menepuk lengan marvel.

"vel bangun"

"mmm, aku masih ngantuk sayang"

"kenapa kamu bisa di sisni"

Marvel membuka matanya dan menatap kinar. "cek hp kamu"

Kinar mengambil ponsel nya, banyak panggilan dan pesan dari marvel. Dia kembali menatap marvel.

"aku ketiduran, jadi gak tau"

"aku khawatir, jadi kesini aja"

"terus kenapa gak pulang"

"ketiduran juga"

"alasan banget sih kamu"

Marvel bangun dari tidurnya dan menghadap ke arah kinar. "ayo sarapan, kamu gak makan dari semalam"

Melihat kinar yang belum beranjak, dengan gerakan yang cepat marvel mengecup singkat bibir kinar setelah itu buru-buru  keluar dari kamar sambil tersenyum lebar.

"MARVEL"

Kinar keluar dari kamar dan menuju ke ruang makan. Melihat marvel yang sudah duduk dan tersenyum ke arahnya. Sedangkan marvel yang melihat kinar kesal padanya pun semakin tersenyum.

"gak usah cemberut gitu sayang, tadi itu morning kiss"

"modus banget kamu, bikin aku kaget vel"

"kaget apa salting sayang"

"apaan sih kamu"

"benar kan aku, kamu pasti salting"

"iiss MARVEL"

"iya iya maaf sayang, ayo lanjutin makanya"




***



Vote.
Komen.








KINAR (transmigrasi) ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang