40. salah paham

520 15 0
                                        

Setelah yang di janjikannya pada marvel kemarin. Hari dia akan mengantar makan siang untuk marvel, setelah itu mereka akan ke butik untuk mencoba baju pernikahan mereka.

Saat ini makan siang marvel sudah kinar siapkan. Tinggal dirinya yang harus berdandan, setelah beberapa menit membersihkan badannya yang berkeringat karena memasak tadi. Kini kinar sudah rapi dengan dress simpel selututnya.

Kinar berangkat ke kantor marvel mengunakan taksi online, setelah beberapa menit akhirnya dia sampai di depan kantornya. Tanpa mengabari marvel, bahwa dia sudah sampai, kinar langsung masuk begitu saja.

"marvelnya ada kan" tanya kinar pada sekertaris marvel yang kebetulan lewat.

"ada bu, di ruangannya"

"makasih ya" ucap kinar sebelum menuju ke ruangan marvel.

"sama sama bu"

Setelah sampai di depan pintu ruangan marvel, ternyata pintunya tidak di tutup rapat dan terbuka sedikit. Tanapa mengetuk pintunya kinar mencoba mengintip dari celaan pintu tersebut.

Kedua tangannya terkepal, apa yang di lihatnya benar benar nyata. Tanpa membuka pintunya, kinar lebih memilih pergi dia tidak ingin mengganggu sesuatu yang membuatnya sakit hati.

Saat keluar dari kantor marvel, kinar kembali bertemu dengan sekretaris marvel. "loh, bu pak marvelnya mana"

"dia lagi sibuk sama urusannya dia, ini makananya kamu makan aja" setelah memberikan itu kinar memberhentikan taksi dan pergi dari kantor marvel.

Sedangkan marvel, setelah berpelukan dengan sefora dan memberikan selamat. Mereka kembali mengobrol tentang sefora yang akan pindah ke bali bersama bastian. Hingga sekretaris marvel datang, membuat pembicaraan mereka terhenti.

"ada apa arvin" tanya marvel.

"itu pak, saya cuman mau bilang kalo tadi bu kinar datang ke sini dan kasih bekal ini ke saya, katanya buat saya makan aja" ucap arvin.

"kinar, maksud kamu kinar pacar saya?"

"iya"

"terus kenapa kamu gak suru dia masuk"

"tadi udah ke sini, tapi balik lagi, katanya bapak lagi sibuk, jadi gak mau di ganggu, dia bahkan kasih bekal ini buat saya makan"

Marvel memejamkan matanya dan mengusap wajahnya dengan kasar, kinar pasti melihatnya dan sefora berpelukan dan pintunya tidak terkunci tadi. Dia sudah salah paham sekarang.

"kenapa vel" tanya sefora.

"kinar pasti salah paham, saat liat kita pelukan tadi" setelah mengatakan itu marvel mengambil ponsel dan menghubungi kinar.

"giman" tanya sefora pada marvel yang sedang menghubungi kinar.

"gak di angkat" jawab marvel.

"coba aja lagi"

Marvel menghembuskan nafasnya."nomornya udah gak aktif"

"aku minta maaf ya vel, gara gara aku semuanya jadi kaya gini"

"gak papa, kinar cuma salah paham aja, nanti gue jelasin ke dia"

"ya udah kalo gitu, aku pulang dulu" pamit sefora.

"hati-hati sef"

***

Sedangkan di perusahaan milik papinya, kinar sedang menyelesaikan beberapa berkas yang di suruh papinya semalam. Tapi pikirannya terus terganggu dengan apa yang dia lihat di kantor marvel tadi.

Kinar melelahkan pulpennua dengan kasar. "bisa bisanya dia kaya gitu di belakang gue, pusing banget kepala gue mikirin itu"

Dia berdiri dari duduknya dan lebih memilih untuk pulang, besok dia akan menyelesaikan pekerjaan ini. Setelah sampai di rumah.

"bi"

"iya non"

"kalo marvel ke sini, bilag aja kinar capek dan lagi istirahat, terus suruh pulang aja orangnya"

"baik non"

Setelah itu kinar masuk ke kamar dan mengunci pintunya, lebih baik dia tidur agar saat bangun nanti mengingat kejadian tadi.

Sedangkan marvel yang baru saja sampai di rumah kinar pun turun dari mobilnya. Dia mengetuk pintu rumah dan tak lama, pintunya terbuka, pembantu rumah kinar yang membukanya.

"kinarnya ada kan bi"

"ada den baru aja pulang, tapi lagi istirahat katanya ngga mau di ganggu"

Lagi lagi marvel menghembuskan nafasnya dengan kasar. Apa yang harus dia lakukan sekarang jika kinar tidak mau bertemu dengannya.

"ya udah kalo gitu marvel pulang dulu bi"

"iya, hati-hati den"

Malamnya marvel kembali datang tapi lagi lagi, kinar tidak mau bertemu dengannya. Dan kata pembantunya kinar sudah tidur, marvel yakin kinar pasti belum tidur, dia hanya mematikan lampu di kamarnya.

Dia juga sudah berulang kali mengirim pesan dan menelepon kinar tapi, nomor nya sudah di blokir oleh kinar. Ini hanya salah paham tapi kinar malah memblokir nomor nya.

Skip pagi.

Paginya marvel kembali datang ke rumah kinar. Tapi lagi lagi dia tidak bertemu dengan kinar, karena dia sudah berangkat ke kantor lebih dulu.
Marvel melihat jam di tangannya, dia ada pertemuan di kantor dengan rekanya pagi ini. Jadi dia tidak bisa menyusul kinar, mungkin nanti siang. Karena kata bibi tadi, kinar akan kembali ke rumah saat makan siang nanti.

Marvel memebawa mobil menuju ke kantornya kembali, dia akan bertemu kinar nanti di jam makan siang nanti.

***

Next part...

Selamat berjuang Marvel...  😭




Vote+komen ya jangan lupa..
😚😚


KINAR (transmigrasi) ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang