18. permintaan maaf sefora

938 21 2
                                        

Kinar masih diam, "maaf marvel"

"kalo gitu lebih baik aku pulang aja, aku gak mau di rawat biar terus sakit aja kaya gini"

Marvel bangun dan ingin melepaskan infusnya tapi di tahan oleh kinar, "kamu apa apaan sih" marah kinar.

"kamu yang apa apaan, ngapain rawat aku kalo ujungnya gak mau baikan sama aku" banta marvel

"emang dari tadi aku ngomong kalo aku bakalan tinggalin kamu gitu, engah kan"

"jadi?"

"ya aku minta maaf soal kemarin"

"itu doang"

"ya terus mau kamu apa lagi"

"sini cium biar aku sembuh"

"enggak, nanti kesayangannya marah lagi" sindir kinar.

"apaan sih dia bukan kesayangan aku, kesayangan aku itu kamu, sini peluk" marvel menarik kinar dan memeluknya. "aku gak suka dia, aku minta maaf"

"terus sukanya siap?"

"kamu, dan akan tetap kamu selamanya"

Kinar menatap marvel dan mencium pipi marvel dengan cepat setelah itu memeluk marvel kembali.

"udah berani ya sekarang, main cium cium"

"apaan sih, diam gak"

"bilang aja kamu salting sayang"

"MARVEL"

"iya iya aku diam" ucam marvel tertawa mendengar kinar meninggikan suaranya.

Tanpa mereka sadari kiara suda datang dan tersenyum memperhatikan mereka sedari tadi tapi dia hanya diam dan tak masuk, biarlah kinar bersama marvel dulu, anaknya benar benar bahagia bersama kinar.

***
Saat ini kiara sudah ada di ruang rawat marvel, bersama dengan sefora, saat kiara meninggalkan kinar dan marvel tadi dia ke mini market yang ada di depan rumah sakit, tapi di sana dia bertemu dengan sefora yang sedang membeli sesuatu.

Kiara yang menceritakan kejadian marvel pada sefora dan sefora ingin bertemu dengan marvel, dan saat ini lah mereka berada di satu ruangan tapi saling mendiami satu sama lain.

Kinar yang melihat adanya sefora merasa kesal, dan pura pura sibuk dengan ponselnya, sedangkan marvel terus menatap kinar yang sejak tadi diam sejak kedatangan sefora, dan sefora yang merasa bersalah, karena kehadirannya membuat marvel dan kinar saling mendiami.

Sedangkan bunda marvel menatap mereka dengan tatapan bingung, apa ada sesuatu yang di tutupi oleh mereka.

"bunda kelur sebentar ya, mau beli sesuatu" pamit kiara, mungkin dia harus membiarkan mereka membicarakan masalah mereka.

Setelah kepergian kiara, keheningan masih saja terjadi, hingga kinar berdiri dari duduknya. "aku pulang, ada urusan tiba-tiba"

"tapi kamu bilang, bakalan nemanin aku di sini" ucap marvel.

"ada dia, jadi nggapai gue masih di sini, dan dia pasti bisa jagain lo" sahut kinar mengubah gaya bicaranya.

Mendengar kinar yang mengubah gaya bicaranya, membuat marvel kesal dan melepaskan infus dari tangannya, "oke aku juga udah sembuh dan mau ke kampus sekarang"

Kinar melebarkan matanya dengan tingkah marvel yang melepaskan infusnya. "kamu apa apaan sih, nggapain di lepas"

"kamu yang kenapa, aku bukan lo kinar, aku gak suka kamu ngomong kaya gitu" bantah marvel.

"ya tapi gak gini juga"ucap kinar kesal dan memanggil suster untuk kembali memasang infus pada marvel.

Setelah suster itu selesai memasang infusnya dan pergi, marvel kembali menatap kinar. "di sini aja kalo gak mau infusnya kelepas" ancam marvel.
Kinar memutar bola matanya dan duduk kembali, "terserah kamu"

Sedangkan sefora yang melihat drama percintaan di depannya ini menahan tawa, ternyata marvel sebucin itu ke kinar.

"ehem aku kesini cuma sebentar kok, aku ke sini juga mau minta maaf sama kamu kinar, maaf karena buat kamu berantem sama marvel dan maaf aku juga bohong soal marvel yang juga suka ke aku, sekali lagi aku minta maaf sama kalian berdua karena merusak kebahagiaan kalian"

"kalian mau kan maafin aku" ucap sefora sekali lagi.

"gue maafin, dan gue harap ini terakhir kalinya lo buat masalah kaya gini" sahut marvel.

"kinar kamu juga mau kan maafin aku" tanya kinar.

Kinar memalingkan wajah ke arah lain" hmm" kinar hanya berdeham dia masih merasa kesal dengan sefora entah kenapa.

"makasih, kalo gitu aku pamit pulang dulu" pamit sefora dan keluar dari ruang marvel.

Kinar masih mendiamkan dirinya padahal sefora sudah pergi.

"sayang sini aku mau peluk" panggil marvel.

"sayang lo udah pergi noh"

Jawaban kinar semakin membuat marvel kesal." kamu ke sini atau aku yang kesana sayang, kamu tahu kan kalo aku yang kesana apa yang akan terjadi nantinya"

Kinar menatap marvel dengan amarah, "ancam aja terus" dan melangkah mendekati marvel.

"aku gak ancam kamu sayang" kata marvel dan menarik kinar ke pelukannya.

***

Setelah perdebatan marvel dan kinar serta permintaan maaf sefora tadi, kinar menatap marvel yang tidak mau melepasn tangan kinar yang ada di genggamannya.

"aku cuman ke rumah sebentar marvel, gak akan lama aku mandi dulu abis itu ke sini lagi" bujuk kinar karena marvel tidak mengijinkanya pulang.

"di sini aja, kamu masih wangi jadi gak perlu mandi" bantah marvel.

"vel kamu kenapa sih, aku cuman sebentar doang"

"di sini aja sayang"

Kinar jadi pusing dengan tingkah marvel yang manja ini, sangat sulit untuk di bujuk, apa yang harus kinar lakukan sekarang.

Kiara yang melihat tingkah anaknya pun menggelengkan kepalanya, kiara yang itu juga ikut pusing anaknya itu benar benar manja saat bersama kinar.

"marvel sebaiknya kamu biarin kinar pulang dulu, dia juga butuh istirahat, kamu jangan egois" ucap kiara.

Marvel menatap kinar, "tapi kamu nanti ke sini lagi kan" tanya marvel.

"iya"

"dan kamu juga harus janji, jangan ketemu dan dekat dekat sama cowok itu lagi aku gak suka"

"iya janji" jawab kinar kesel dengan marvel.

"ya udah sini kiss dulu sebelum pergi" ucap marvel tanpa ragu"

"iih marvel ngomongnya" marah kinar.

"hahah bercanda sayang, kamu hati hati"

"iya, bunda kinar pamit nanti ke sini lagi"

"terimakasih ya, kamu hati hati di jalan"

*
Sesampainya di rumah kinar masuk dan melihat papi dan maminya yang sudah pulang dari Canada, kinar juga liat sadam yang juga duduk mengobrol bersama kedua orangtuanya

"loh mami sama papi kapan pulangnya" tanya kinar.

"eeh sayang sini duduk, kita baru aja sampai dan kebetulan juga sama sadam yang datang, katanya mau ketemu kamu" jelas maminya.

"jadi benar apa yang di bilang oma ke papi itu, tenang kamu dan sadam" tanya sang papi.

Saat kinar ingin menjawab ponselnya berdering, dan marvel yang meneleponnya.

Sedangkan kinar, tidak tahu harus berbuat apa sekarang karena di depannya ada sadam dan papinya yang sedang bertanya pada nya.

♥♥♥

Nextt..

Vote+komen ya jangan lupa...
Biar aku lanjut up..
😘😘

See u..

KINAR (transmigrasi) ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang