Jangan lupa vote.
Siangnya, setelah selesai mengerjakan semua dokumen yang di suruh papinya. Kinar membawa mobil menuju ke rumah, dia ingin makan siang di rumah setelah itu beristirahat. Tangannya sangat pegal mengerjakan dokumen tadi.
Mobilnya tiba tiba berhenti di depan gerbang rumah, kinar memanggil tukang kebun rumahnya yang kebetulan membuang sampah.
"pak"
"itu di dalam ada siapa aja"
"den marvel sama sefora dan _" belum menyelesaikan perkataannya kinar lebih dulu masuk ke mobil dengan wajahnya yang terlihat kesal.
Kinar membawa mobilnya entah ke mana, dia tambah pusing sekarang. Kenapa marvel harus datang ke rumah membawa sefora.
Sedangkan di rumah kinar, mereka terus menunggu kedatangan kinar yang sudah pergi entah ke mana. Tukan kebun tadi pun masuk dan memberi tahu kepada marvel.
"maaf den, non kinar baru aja datang tadi, tapi pegi lagi"
Marvel ingin pingsan sekarang, bagaimana dia bisa menjelaskan kalo kinar terus menghindar seperti ini.
"gimana vel, aku sama bastian mau berangkat loh, gak papa kan kalau kamu aja yang jelasin, soalnya penebangan kita jam 1 jam lagi"
"ya udah, biar gue aja yang jelasin ke dia, lo berdua hati hati"
"kita pamit bro, maaf sama masalah ini" ucap bastian.
"hm santai aja, biar gue yang urus"
Setelah kepergian bastian dan sefora, marvel masih tetap menunggu kinar di rumah. Dia duduk di sofa ruang tamu sambil memejamkan matanya.
"den marvel, mau makan apa biar bibi siapin"
Marvel kembali membuka matanya. "marvel nunggu kinar aja bi"
"ya udah, bibi permisi ke belakang dulu"
Marvel kembali memejamkan matanya sejenak lalu membukanya kembali. Kali ini dia tidak akan membiarkan kinar menghindar lagi padanya kali ini.
***
Sedangkan di tempat lain. Kinar sedang bertemu dengan teman kampusnya waktu di Swiss. Tania margaret, tania memberi kabar pada kinar bahwa dia sudah pulang ke indonesia. Jadilah mereka bertemu sekarang.
"jadi sekarang lo menetap di sini" tanya kinar.
"iya"
"terus lo kerja di mana sekarang?"
"gue gantiin mama gue buat kelola restoran dia"
"wah bagus dong, dari dulu gue juga pengin banget buat restoran gitu"
"terus kenapa gak buat aja"
"gue harus izin dulu sama mami, papi"
"aduh sorry ya, gue gak bisa lama lama ketemunya, nanti malam ada yang make restoran gue buat acara keluarga"
"ya udah gak papa, nanti kita ketemu lagi, tapi di restoran lo ya, biar bisa makan gratis"
"boleh juga, nanti gue kabarin kalo gitu, gue duluan bayy"
Setelah kepergian tania, kinar jadi sendiri, dia akan tetap menunggu sampai marvel dan yang lainnya pulang. Satu jam kinar duduk dan hanya memandangi ombak yang datang membasahi tepian pantai.
Kinar berdiri dari duduknya dan melangkah menuju ke mobilnya. Dia akan pulang sekarang, sudah terlalu lama dia duduk di sini, mungkin marvel dan sefora sudah pulang karena menunggunya terlalu lama.
Setelah sampai di depan rumah, kinar masih melihat adanya mobil marvel di sini. Tapi hanya mobil marvel dan mungkin sefora sudah pulang.
Kinar melangkah masuk ke dalam rumah dengan pelan, tanpa mengeluarkan suaranya, agar dia bisa masuk ke dalam kamar dan mengunci pintunya. Biar marvel tidak bisa bertemu dengannya.
Setelah melewati tangga kinar menghembuskan nafasnya, dia berhasil melewati marvel sekarang. Yang kinar pikirkan saat ini marvel sedang menunggunya di ruang keluarga.
Kinar membuka pintu kamarnya dengan pelan dan menutupnya kembali dengan cepat. Tidak lupa dia menguncinya juga.
" yes berhasil, tunggu aja marvel sampai badan lo lumutan" ucap kinar lalu tertawa pelan.
Saat berbalik, dia di kejutkan dengan marvel yang berdiri di depanya. Menatapnya dengan pandangan horor. Kinar berkeringat sekarang, apa yang harus dia lakukan, pintunya sudah dia kunci.
Dia menatap kunci yang di pengangnya lalu berbalik membelakangi marvel."ada barang yang ketinggalan di mobil lagi" ucapnya bisa di dengar marvel.
Ketika tangan kinar berusaha membuka pintunya yang terkunci. Marvel menahanya dan membalikan tubuh kinar dengan cepat menghadap ke arahnya.
"siapa yang lumutan" tanya marvel dengan nada suaranya yang sedikit berbeda.
"ngapain di sini sih, sana keluar" bukanya menjawab, kinar malah mengusir marvel.
"dari mana" tanya marvel lagi, menghiraukan pengusiran kinar padanya.
"bukan urusan lo gue mau ke mana" ucap kinar ketus, mengalihkan pandangannya.
"jawab aku, kamu dari mana kinar" nada bicara marvel sedikit meninggi.
Kinar kesal mendengar nada bicara marvel yang seperti membentak dirinya. "ketemu sadam, puas kamu" bohong kinar.
"ngomong sekali lagi" marvel maju selangkan.
"ketemu sadam, terus di ajak jalan jalan sama dia, dia baik banget ternyata senang deh bisa jalan bareng dia"
"mending kita batalin aja pernikahan kita, biar aku bisa dekat sama sadam" lanjut kinar, dia semakin memancing kemarahan marvel.
Ucapan kinar membuat kemarahan marvel terpancing, dia mengepalkan tangannya. Dan semakin merapatkan tubuhnya pada kinar. Hal itu membuat kinar ketakutan.
"marvel, menjau dari gue sekarang"
Mendengar kinar yang terus berbicara dengannya mengunakan lo gue, marvel semakin emosi dan terus merapatkan tubuhnya.
"awas mar_" ucapan kinar terhenti marvel menciumnya lebih dulu.
Kinar ketakutan dengan perbuatan marvel, dia kembali mengingat kejadian di rumah sakit itu. Kinar berusaha mendorong marvel yang ciumanya semakin liar padanya.
Ciuman marvel berpinda pada leher kinar, kinar mengambil napas yang banya setelah marvel berpinda. Dia terus memberontak dan memukul dada bidang marvel. kinar semakin takut sekarang.
Kinar memberontak dan menangis sejadi jadinya, tapi marvel tak peduli dan terus melanjutkan aksinya. Hingga terjadi lah apa yang seharusnya mereka lakukan setelah menikah nanti, tapi semuanya terjadi sebelum mereka menikah. Marvel lebih dulu melakukanya pada kinar, dia tau setelah ini kinar pasti akan sangat marah padanya, tapi dia tidak akan peduli dengan kemarahan kinar dan tetap melakukanya.
🐬🐬🐬
Next part...
Kinar langsung trauma kalo bohong lagi sama marvel... Wkwk
🙊😭
Vote+komen ya jangan lupa..
😚😚
KAMU SEDANG MEMBACA
KINAR (transmigrasi) END
RomanceDia Azzura amelia, di umur yang sudah 20th pun kedua orangtua nya jarang bahkan tidak memperhatikan nya, dan hanya peduli pada kakanya. "cuma ingin di peduliin, tapi kenapa cuma abang yang di pedulin" Itulah yang membuat dia terpurk dalam kesendir...
