49. persiapan!

446 11 0
                                        

Chapter menuju ending yaa...
Selamat membaca..🙇



***



Hari ini kinar di sibukan dengan mempercantik dirinya. Seperti perawatan pada wajah, kuku, rambut dan sebagainya. Untung lah baju pernikahan nya sudah di siapkan terlebih dahulu. Mereka juga akan mengadakan pernikahan di salah satu hotel mewah milik marvel.

Sedangkan marvel sendiri. Sangat frustrasi karena di larang bertemu dengan kinar, hal itu membuat marbel urang uring seperti anak kecil yang kehilangan sesuatu.

Dan sepertinya kinar juga sedang mengerjainya, karena sampai saat ini pun kinar susah di hubungi. Marvel bahkan merengek pada sang bunda agar bantu menghubungi kinar.

"bun, tolongin marvel dong" rengek marvel

"sehari doang marvel, masa kamu gak bisa tahan sih, heran bunda sama kamu"

"sehari itu berasa sebulan bun menurut marvel"

"lebai kamu, kamu gak takut nanti kinar bosan kalo kamu kaya gitu terus"

"mana ada bun, kinar malah suka kalo ada di dekat marvel"

"gak percaya bunda, buktinya dia aja gak angkat panggilan kamu"

"aiss bun, bantu marvel dong"

Sang bunda yang pusing terus mendengar rengekan marvel pun, langsung menghubungi kinar. Dan langsung di angkat oleh kinarnya.

"halo bun, ada apa ya"

"ini bayi besar kamu bikin ulah lagi, pusing bunda"

"kok bisa bun"

"mau ketemu sama kam_" ponselnya di rebut oleh marvel.

"sayang kenapa telepon aku gak di angkat, kamu sengaja ya"

"apaan sih vel, aku benaran lagi gak megang hp"

"ck, bohong kamu bahkan gak kangen sama aku"

"ngomong apa sih, aku tutup dulu ya"

"tuh kan, kamu gitu"

"vel, rambut aku lagi di keramas, aku juga lagi di pakein masker di wajah aku, susah ngomongnya"

"tap_

"lagian besok ketemu juga kan kita, udah dulu ya baiii"

Tut tut..

"ck di matiin lagi" kesal marvel.

"di sana kinarnya lagi sibuk marvel, kamu harusnya ngerti posisi perempuan itu kaya giman, dia pasti mau tampil cantik di mata pasangannya nanti"

"iya marvel ngerti"

"ayo makan dulu, dari pagi bunda maksa kamu loh untuk makan, susah banget di bilangin"

"bunda kok jadi cerewet gini sih, marvel kan jadi pusing"

"terserah kamu, ayo makan dulu"

"iya-iyaa"

***

"marvel kenapa sayang"

"biasa mi, lagi rewel dia karena gak di izinin ketemu aku"

"ada-ada aja kelakuan marvel"

"anak mami sekarang udah mau nikah ya, besok udah jadi istri orang"

"tapi kan kinar tetap anak mami papi"

"mami gak rela aja, anak perempuan kesayangan mami, yang masih dalam gendongannya mami sekarang udah tumbuh dewasa"

"kinar juga gak rela kalo harus jauhan sama mami sama papi"

"sayang banget sama anak mami yang manja ini, setelah menikah nanti kamu akan jadi tanggung jawab marvel, nurut sama suami, jangan bandel"

"siap mi"

"pelukan tapi gak ajak-ajak papi ya"

"abang juga nih gak di ajak" sahut kenzo

"loh kalian dari kapan di situ"

"dari tadi sih, iya gak pih"

"adik abang sekarang udah gede ya, ingat pesan yang di bilang sama mami gak boleh bandel"

"siap bang, papi gak mau gitu peluk kinar"

Sang papi pun meneteskan air matanya."papi gak rela nanti kamu di bawah sama marvel" ucap nya memeluk kinar erat.

"kinar bakalan sering kok main ke sini, kinar sayang banget sama papi mami sama bang kenzo"

"kinar mau malam ini, kita tidurnya sekamar boleh kan, bang kenzo juga"

"boleh, apa pun kemauan kamu bakal di turutin"

"sayang kalian"

Malam ini, kinar ingin membuat momen bersama kedua orangtuanya serta sang abang. Mereka akan tidur di kamar sang papi dan mami. Sedangkan istri kenzo dan ara tentunya tidak ikut bergabung. Karena masih berada di rumah mereka tentunya.

Azzura tidak menyangka, dirinya bukanlah kinar yang asli. Di sini hanyalah raganya yang menempati tubuh kinar. Tapi dia hidup bahagia walau pun keluarganya sudah tau siapa dirinya. Dia sangat bersyukur berada di tubuh kinar. Hidupnya penuh dengan kasih sayang dan kebahagiaan. Tidak seperti di kehidupannya sewaktu menjadi azzura. Yang penuh dengan kesedihan, penderitaan. Meskipun di perlakukan seperti itu azzura masih tetap menyayangi kedua orangtuanya hingga kini.

"terima kasih kinar, karena sudah membuat aku merasakan kebahagiaan yang tidak pernah aku rasakan."







***




Vote.
Komen.

KINAR (transmigrasi) ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang