46. pencarian kinar

378 14 0
                                        

Sebelum
baca follow akun wp aku yaa..

***



Saat membuka matanya, kinar sedikit pusing dan berusaha melepaskan ikatan pada tangan dan kakinya. Dia yakin ini pasti perbuatan alex. Entah apa yang laki laki itu mau darinya, sampai menculik nya seperti ini. Kinar berusaha melepaskan ikatannya, tiba-tiba terdengar pintu yang di buka oleh seorang.

Ternyata alex yang masuk, kinar menatap alex dengan kesal."lepasin gue alex"

"gak akan sayang, dengan susah payah loh, gue bawa lo ke sini"

"mau lo apa sih, lo gak capek apa buat masalah mulu"

"gue gak akan buat masalah, kalo aja pacar sialan lo itu gak jadiin gue buronan" ucap alex.

"karena lo emang salah, dan lo yang cari masalah duluan kalo lo lupa" teriak kinar, dengan terus berusaha melepaskan ikatan pada tangannya.

"tutup mulut lo, atau gue gak segan-segan buat bunuh lo sekarang" alex mencengkeram kedua pipi kinar dengan kuat.

"lo tinggal tunggu aja, pacar sialan lo itu datang buat nyelamatin lo, itu pun kalo lo masih bernyawa" dengan kasar alex melepaskan tangannya dari pipi kinar. Hingga kepala kinar menoleh ke samping.

Alex kembali keluar dari kamar yang di pakai untuk mengurung kinar. Tak lupa dia mengunci pintunya, takut jika kinar akan kabur nanti.

Kinar menatap kepergian alex dengan kesal. Kenapa ada manusia yang mempunyai sifat seperti alex itu, sangatlah berengsek dan suka membuat masalah. Dan kenapa bukan alex saja yang mati untuk menggantikan rahel.

"alex sialan"

***

Sedangkan marvel, emosinya semakin meluap setelah mendapat telepon dari alex yang mengancam akan melakukan sesuatu pada kinar. Untungnya orang suruhannya sudah menemukan di mana tempat alex menyekap kinar.

Maka dari itu marvel membawa mobil menuju ke lokasi yang di kirimkan orang suruhanya di ikuti beberapa mobil di belakangnya.

"gue gak akan biarin lo hidup alex, kalo sampai lo sentuh kinar walaupun hanya seujung kuku pun" ucap marvel dengan mata yang menyort tajam ke depan.

Setelah satu jam mengendarai mobil, akhirnya marvel pun tiba di tempat di mana alex menyekap kinar. Begitu juga dengan orang-orang yang mengikutinya juga ikut turun dan berdiri tepat di belikannya.

"sebagiannya awasi di depan dan yang lainya awasi di belakang gedungnya dan untuk kalian bertiga ikut saya" pinta marvel.

"baik bos" ucap mereka bersama.

Marvel melangkah mendekati bangunan yang terlihat kusam dan tidak terawat dan di tumbuhi banyaknya rumput. Begitu sampai di depan pintu, marvel membukanya dengan kasar, lalu meneriaki nama kinar.

"kinar, kamu di mana"

"alex bajingan keluar lo"

Tak lama setelah teriakan marvel, terdengar tepukan tangan membuat marvel menole ke suara tepukan itu. Terlihat alex keluar dari salah satu ruangan yang di ikuti beberapa orang di belakangnya.

"wah wah pahlawan kinta sudah datang ternyata" ucap alex tersenyum remeh pada marvel

"gak usah banyak bacot, di mana kinar sekarang"

"gak usah buru-buru tuan marvel yang terhormat, santai aja, kita ngobrol dulu gimana"

Marvel melangkah maju dan memukul wajah alex hingga sudut bibirnya berdarah."serahin kinar sekarang, gue gak butuh omong kosong lo itu"

Alex menatap marvel dengan senyuman anadalanya sambil mengusap sudut bibirnya yang berdarah."gimana kalau gue lepasin tapi dia udah gue apa-apain" ucap alex memancing amarah marvel.

"gue gak segan-segan buat bunuh lo kalau sampai dia lecet sedikit pun"

"sebelum lo ketemu kinar, gimana kalo lo mati lebih dulu" ucap alex mengarahkan pistol pada marvel.

"gue gak suka main-main, tapi kalo lo yang memulai gue ikutin permainan lo" ucap marvel senyum mengerikan pada alex.

Dengan gerakan yang begitu cepat, marvel menendang kuat kaki alex. Hingga alex memekik kesakitan, dan pistol yang di pegangnya pun ikut terjatuh.

Marvel sendiri tidak menyiakan kesempatan itu, dia menendang pistol itu agar alex tak dapat mengambilnya setelah itu maju dan menghajar alex. Begitu juga dengan anak buahnya yang ikut menghajar orang-orang alex.

Setelah alex tumbang, marvel memerintah anak buahnya untuk membawa alex ke kantor polisi. Sedangkan dirinya menemui kinar yang di kurung oleh alex.

Saat masuk marvel di kejutkan dengan keadaan kinar yang berantakan dan menahan kesakitan pada lengannya yang terluka dan banyak mengeluarkan darah.

Dengan perasaan khawatir marvel mendekat dan melepaskan ikatan pada kaki dan tangan kinar. Setelah itu mengangkat kinar membawa keluar dari gedung ini menuju ke rumah sakit.

Kinar hanya bisa diam saat di bawah oleh marvel, seluruh tubuhnya terasa sakit. Sebelum marvel datang alex menyiksanya habis habisan dia bahkan mengores lengan kinar dengan pisau. Hingga mengeluarkan darah yang begitu banyak.

Sesampainya di rumah sakit kinar langsung di tangani oleh dokter. Marvel hanya bisa menunggu di depan ruangan kinar dengan perasaan cemas. Semoga kinar baik-baik saja.

***

Setelah beberapa menit menunggu. kini marvel sudah duduk menunggu kinar membuka matanya. Sebelum itu marvel juga sudah berbicara dengan dokter mengenai kondisi kinar. Dan yang membuat marvel merasa laga adalah luka di lengan kinar tidak terlalu dalam. Namun kondisi kinar masih sangat lemah.

Marvel mengecup lama tangan kinar yang di genggamnya."aku minta maaf, karena gak bisa jagain kamu, maafin aku sayang" ucap marvel menatap wajah kinar yang terlihat sedikit pucat.

"aku janji, setelah ini gak akan ada yang sakitin kamu lagi"

"cepat buka mata kamu, aku kangen banget sayang" bisik marvel di telinga kinar.

Marvel bangkit dari duduknya dan ikut berbaring di samping kinar. Entah kenapa rasa bersalahnya masih terasa, dia tidak bisa menjaga kinar dengan benar seharusnya dia yang mengantar kinar saat itu.

Dan mungkin ini terakhir kalinya kinar berpergian sendiri. Di hari berikutnya atau seterusnya dia akan menemani kemana pun kinar pergi. Dia tidak ingin hal buruk terjadi lagi nanti.

Tak lama marvel pun ikut terlelap dengan berbaring di sebelah kinar.

***

Vote.
Komen.

Chapter menuju ending ya.
Jadi aku butuh bintang dari kalian🙇

KINAR (transmigrasi) ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang