Di sinilah Neiru dan Ruis berada. Mereka berdiri di hadapan sebuah pabrik jagung besar yang terbengkalai, yang sekarang menjadi tempat diadakannya pertandingan antar gengster malam ini.
Ini adalah kesepakatan yang dibuat antara para gangster penguasa dari 4 distrik. Setiap 6 bulan sekali, mereka mengadakan pertandingan perdamaian. Usulan ini diajukan oleh seorang ketua gangster yang memimpin Distrik A, dan disepakati oleh tiga ketua distrik lainnya.
Rumor mengatakan bahwa tiga ketua tersebut setuju dengan usulan ini karena adanya tekanan dari seseorang. Namun, rumor tersebut tidak pernah lengkap tersampaikan, sehingga tidak ada yang tahu siapa orang tersebut dan kebenaran dari rumornya.
Begitu Neiru dan Ruis sampai, tempat tersebut sudah penuh banyak orang. Dua sekawan tersebut kemudian berjalan menuju gedung pabrik, tempat pertandingan itu akan di adakan. Para gangster yang menjaga pintu mempersilahkan Neiru dan Ruis masuk, sebab bukan pertamakalinya dua bocil kematian ini menghadiri acara yang jelas tidak pantas di pertontonkan pada anak kecil seusia mereka.
Mereka memakai topeng putih yang menutupi setengah wajah seperti biasa, menjadikan kerahasiaan identitas mereka tetap terjaga.
"Wih gila, kek berasa di lautan semut aje kita," monolog Ruis menatap sekeliling. Dapat dilihatnya banyak pria mau pun pemuda nyentrik yang berlalu lalang di sekitarnya. Bau rokok dan alkohol menguar di udara. Sungguh merupakan tempat yang begitu ramai dan bising.
Neiru membuka bungkus permen mintnya sambil berkata, "untung nih pabrik gede. Kalau nggak... beuh, pasti bakalan sumpek ini," katanya sambil mengunyah permen mintnya.
Neiru dan Ruis menuju sofa abu-abu yang disusun mengelilingi arena berbentuk lingkaran, berupa lantai luas yang dibatasi oleh garis merah di lantai berbentuk lingkaran dan juga tali panjang yang mengelilingi sepanjang arena. Ya, keamanannya patut di pertanyakan.
Tidak ada yang spesial dari pabrik jagung terbengkalai dengan banyak coretan graffiti di sana-sini yang telah diubah menjadi arena pertandingan bagi para gangster. Selain setelah pertandingan selesai, tempat tersebut akan dipenuhi oleh tanda-tanda kekerasan berhiaskan darah.
Semakin malam, gudang ini semakin ramai. Pertandingan akan di mulai satu jam lagi. Ruis yang asyik bermain ponsel tiba-tiba di kejutkan dengan benda dingin yang menyentuh pipinya.
"Ish!" Ruis mendongak melihat sang pelaku, "Bang Ren, dingin tau!" kesalnya.
"Pfftt, maaf," Reno menyerahkan sekaleng susu cokelat pada Ruis dan Neiru yang langsung di terima baik oleh dua bocil itu.
Lantas dia mengambil tempat duduk di samping Ruis yang kosong diikuti seorang pemuda lagi di belakang dan duduk di sisi lain Ruis, samping Neiru. Jadilah dua bocil ini diapit dua orang. Harusnya tuh sofa muat buat 5 orang, tapi karena badan besar Reno dan Sagara, jadinya sofa itu pas buat 4 orang.
Reno Van Rooyen, seorang pemuda keturunan Belanda-Belgia.
Rambutnya berwarna hitam pekat dengan potongan yang keren dan sedikit acak-acakan. Juga memiliki poni yang menutupi sebagian dahinya. Rambutnya dipotong pendek di samping dan belakang, tetapi lebih panjang di bagian atas. Gaya rambutnya berdiri.
Matanya berwarna biru yang tajam, memberikan kesan intensitas dan keanggunan. Kulitnya berwarna putih dengan sedikit rona keemasan.
Dia memiliki postur tubuh yang tinggi dan atletis, dengan tinggi sekitar 180-185 cm.
Dia mengenakan pakaian yang terlihat kasual dan stylish, jaket kulit hitam, kemeja kotak-kotak, celana jeans hitam, dan sepatu bot yang keren.
Wajahnya sering terlihat serius dan tegas, dengan tatapan yang tajam dan sedikit misterius. Membuat Neiru terkadang ingin menonjok wajah temboknya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Me And The Other World
FantasiApa yang kugambar, apa yang kulihat, apa yang kusentuh, apa yang kupijak, apa pun yang berada di sekitarku... terkadang semua itu membuka portal yang terhubung ke dunia lain. Kisah ini menceritakan petualang Neiru dan kawan-kawan yang masih siswa se...
