Kayaknya kehidupan kampus para menantu Papa Bear jarang banget dibahas ya, kalo gitu hari ini kita mau berkunjung ke Universitas Negeri tempat kakak-kakak menimba ilmu, eh sama Ra-Shell juga! So, cekidot!
"Anjay, kece amat ni dua maba," komentar Novi ngeliat Rara sama Shella sibuk ngaca di jendela depan kos.
"Udah rapi belom, kak?," tanya Shella muterin dirinya sekali didepan Novi. Mereka pake rok span hitam sama kemeja putih panjang, rambut dikucir kuda pake pita warna merah dan ga lupa sepatu hitam dan kaos kaki putih polos, di dada sebelah kanan ada nametag bertuliskan nama lengkap mereka serta jurusan.
"Udah, ini orang ngelamar kerja juga kalah rapi sama lo berdua," kata Novi sambil masuk mobil diikuti Shella dan Rara, karena harus kekampus pagi-pagi buta jadi mereka ngikut sama Novi yang sekalian ke cafe.
Ga menunggu lama mobil pun melaju membelah jalanan.
Didalam mobil Novi sesekali ngeliat kearah bangku belakang tempat Rara sama Shella duduk, mereka berdua riweuh ngecekin tas mereka takut ada barang yang ketinggalan, terus tiba-tiba mereka ketawa berdua.
"Tiba-tiba ketawa, kenapa?," tanya Novi. Dua manusia yang ketawa itu cuma cengengesan "gaada kak, kek aneh aja liat muka kita polosan cuma pake sunscreen gini," kata Rara mewakili.
Iya emang mereka dilarang pake riasan apapun selama ospek selain sunscreen dan itu sempat bikin Shella uring-uringan, soalnya tinted lipbalm pun bakalan dihapus katanya sama panitia. Muter otak dia semaleman gimana biar pas ospek ga kucel-kucel amat, 'padahal mah gitu aja udah cantik' kalau kata Rara.
Akhirnya Shella tetep pake maskara selapis aja, sama alisan dikit biar ga botak ceunah, Rara pun diajarin begitu sama Shella.
Novi geleng-geleng kepala, mau heran tapi dia juga gitu.
Kedua MABA itu masuk ke dalam kawasan kampus abis ngasih kertas tanda identitas mereka sama satpam yang berjaga di gerbang. Disekitar udah banyak mahasiswa baru kaya mereka, Ra-Shell jalan pegangan tangan takut saling hilang, ngeuri coy ni kampus gede banget ngalahin SMA.
Shella berbalik badan karena merasa bahu kirinya ditepuk, reflek bikin Rara ikut noleh, "eh, Doni?," kaget mereka berdua.
Pada inget Doni ngga? Ituloh, yang jadi inti dua ciwi ini gelud disekolah waktu itu.
"Lo lanjut disini? Rumornya lo bakalan keluar daerah," tanya Rara.
"Iya nih lebih nyaman disini aja, lagian jurusan yang gue incar ada disini juga," jelas Doni, "duduk di tangga depan gedung itu, yok," ajaknya nunjuk gedung disebelah kanan mereka, dimana disitu ada beberapa MABA juga.
"Ayok deh daripada ditengah lapangan, pegel," kata Shella, mereka jalan bertiga menghampiri gedung berdominan warna putih itu.
"Doni ambil jurusan apa?," tanya Shella begitu mereka duduk.
"Ekonomi Pembangunan, kalian?"
"Shella ambil Teknik Komputer, kalo Rara Teknik Industri," jawab Shella.
"Keren amat sama sama ambil teknik"
"Berarti lo lintas jurusan, ya?," pertanyaan Rara dijawab anggukan sama Doni.
Mereka ngobrol selama kurang lebih 15 menit, ngga lama kedengeran suara sirine dari depan gedung gede yang ada tepat didepan lapangan.
"Para Mahasiswa baru diharapkan segera berkumpul didepan gedung kuliah bersama sekarang," terdengar suara dari speaker yang bikin mereka bertuga langsung berdiri dan jalan cepat ketempat dimana banyak MABA berkumpul.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kostan Halu
Humor•°☆ Nge-fangirl bareng temen tongkrongan? Udah biasa, tapi apa jadinya kalo satu gedung Kostan isinya fangirl yang suka halu? inilah kisah sekumpulan ciwi-ciwi penghuni Kostan "Eomma Kim" yang ngga cuma cantik dan pinter halu, tapi juga random serta...
