Seorang santri biasa , ayyasha Humairah
Dian diam mencintai seseorang cucu kiai .meski melakukan banyak hal untuk menarik perhatian nya , Gus Aslam tetap
Bersikap biasa saja. namun perjuangan nya harus terhenti ketika mendengar kabar bahwa Gus Asl...
"Jika kamu tidak sanggup menahan lelah nya belajar maka kamu harus sanggup menahan perih nya kebodohan"
Imam Syafi'i . . .
_happy reading _
Ternyata yang menabrak nya adalah seorang wanita, Gus Aslam Tampa sengaja menatap manik mata yang berwarna hazelnut . sehingga dalam hitungan ke tiga Gus Aslam langsung menjaga pandangan kebawah beliau respect langsung beristigfar.
"Maaf, saya tidak sengaja"ujar seseorang wanita
Belum sempat Gus Aslam menjawab, wanita itu di panggil oleh orang wanita paruh baya
"Aya cepat "
"Iya ibuk"sambil dia berlari mengejar ibuk nya ,Tampa sadar dia menjatuhkan sebuah gelang yang tempat di hadapan Gus Aslam
Saat Gus Aslam pergi dia seperti menginjak sesuatu di sepatu nya sehingga dia menglihat dibawah sepatu nya ada apa ternyata ada sebuah gelang
"Gelang Saha ieu"gelang siapa ini tanya Aslam
Saat Gus Aslam memeratiin gelang nya ada seseorang lelaki paruh baya di belakang yang memanggil nya, reflek Gus Aslam memasukkan gelang ke jubahnya
"Bade KA kamar mandi lila teuing kantun hiber hanjeung"lama amat ke kamar mandi mau ketinggalan pesawat kamu kiayi memarahi gus Aslam memakai bahasa Sunda
"Hapunten bah"
Skip di tempat lain 🚶🚶🚶
ayyasha Humairah menginjakkan kaki di kota kelahiran ibunya , ayyasha menyadari bahwa dia sudah lama tidak berkunjung ke Tasikmalaya.Terakhir kali ia disanaAdalah saat berumur 7tahun.namun kiniIa akan tinggal di sana selamnya bersama ibunya . setelah ke dua orang tua nya bercerai, ayyasha memutuskan untuk mengikuti ibunya ke Tasikmalaya dan melanjutkan sekolah disana meski rumah nenek nya tidak terlalu besar , tempat itu cukup untuk mereka bertiga tinggal.
"Aya sekarang kita tinggal di rumah nenek ,dan kamu akan melanjutkan pesantren "ujar wanita paruh baya itu
Bagaikan di sambar petir , ayyasha mendengar perkataan ibu dan nenek nya bahwa ia akan melanjutkan sekolah di pesantren
"Ibu aya masuk SMP saja ,buk.biaya masuk pesantren tidak murah ibuk, setidaknya Aya bisa membantu ibu dan nenek jualan dipasar "
"In sya Allah,aya.ibu ada biaya nya buat kamu masuk pesantren . nenek sudah mendaftar kannya kemarin di pesantren Raudlatul Jannah . tidak terlalu jauh ,nak, dari rumah nenek "ujar ibu nya yang bernama ana dengan mengusapkan kepala anak nya yang begitu lembut
"Ya sudah ,ana bawa Aya ke kamarnya biar dia bisa beristirahat "ujar wanita paruh baya, yaitu nenek Fatimah pada anak dan cucunya
"Ayo Aya ibuk antar ke kamar ya"
"Tidak perlu buk,aya tahu jalan ke kamar Aya"
Saat ayyasha pergi ke kamar di atas ,ia memperhatikan barang barang di sekitarnya . semuanya masih sama seperti dulu ,tak ada yang berubah . bahkan warna kamar yang masih tetap pink bercorak putih , meskipun kamar itu sederhana . berbeda dengan rumah ayah dijakarta yang luas dan megah, rumah nenek nya lebih sederhana , namun terasa ramai dan penuh kehidupan . rumah ayah ,walaupun besar, terasa sepi ayah jarang pulang , lebih sering mabuk mabukan , berpacaran dan memukul ibuk.
"Aya merasa benci pada ayah . mengapa ayah begitu jahat ?ayah lebih mementinngkan wanita jalang dan anaknya , sementara aya dan ibuk Hanya diabaikan "ujar Aya sambil menangis
"Orang bilang , cinta anak perempuan pertama adalah ayah nya , tapi pagi aya ayah adalah orang yang pertama menyakiti aya, cinta yang seharusnya diberikan ayah malah di ganti dengan pengabaian, kebohongan bahkan kekerasan "ayyasha sambil bergetar ketika mengingat betapa pedih hidup nya
Saat ayyasha terisak dalam tanngis,tiba tiba dia teringat ada yang kurang di tangan nya, sesuatu yang selalu ada, sesuatu yang membuat dirinya lebih dekat dengan seseorang yang sangat dia sayangi . matanya terbuka perlahan dia menyadari bahwa gelang pemberian ibunya hilang
"Astaghfirullah"ayyasha tertegun sejenak
" Aaaaa gelang ku hilang "ayyasha merasa panik saat menyadari gelang nya hilang , gelang itu bukan hanya sekedar aksesoris melainkan simbol kasih sayang yang mendalam antara dia dan ibunya
___di pesantren _____
Para santri disibukkan dengan berbagai kegiatan karena mereka akan menghadapi ujian ganjil. Berbeda dengan hilya dan Aqila ,bukan nya belajar untuk ujian , malah asyik bercanda satu sama lain . padahal ,ujian tinggal menghitung hari , namun mereka masih aja sibuk bercanda
"Eh, kalian udah pada belajar belum ?" tanya putri temen sekamar nya
"Hehehe , belum"ujar hilya dan Aqila bersamaan sambil nyengir
"Bukan nya belajar untuk menghadapi ujian, malah nyengir cerita gak jelas "ujar putri sambil menesehati mereka
"Iya,besok kita, belajar, ya,nggak , hilya?" Jawab Aqila ,membela diri agar terhindar dari ceramah panjang sahabat nya
"Yasudah, kita tidur yuk ,biar bisa bangun Sepertiga malam "ajak hilya
"Emang kamu udah minta izin sama kiyai untuk tidur di sini?"tanya putri sambil menyusun kitab dilemari
"Udah dong"jawab hilya sambil mengimbas jelbab nya
"Yasudah, ayok kita tidur . Aku capek banget niih"ujar Aqila dengan baju tidur yang bergambar anak bebek
"Ngapain aja kamu Aqila ,? perasaan kalian cuma ketawa sambil memaka Snack
"Heh , muncung Fir'aun ! Kita juga makan sama ketawa butuh tenaga juga Wajar lah kita capek kita manusia bukan robot boy"ujar Aqila sambil berlari kecil menuju ranjang nya, sebelum bantal Melayang tepat di hadapan mukanya
"Pukkk!" Tepat di pantat Aqila bantal Melayang
Seketika tawa hilya dan putri pecah .
"Makanya jangan bilang orang muncung Fir'aun "ucap putri sambil ketawa
"Ingat karma itu seperti mie instan, langsung terbayar lunas "tambah putri sambil tertawa terbahak bahak
"Hahah,kenak karma"ujar hilya tertawa ngik ngikan
Begitulah pertemanan mereka yang saling melengkapi satu sama lain
_____bersambung_______
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara vote dan komen ya
Ni yg mau liat gelang nya ayyasha
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kalian mau liat gak baju tidur nya Aqila gak
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Anggap saja kek kini sumpah capek aku cari yang motif bebek