06

85 48 27
                                    

"Diantara musibah terbesar adalah kamu jatuh cinta, tetapi orang itu tidak cinta padamu"
(Imam Syafi'i)
.
.
.
.
Happy reading

Setelah 4 tahun belajar di Mesir, Gus Aslam pulang untuk menjalankan amanah kakeknya, Kiai Zein, menjadi pemimpin pesantren dan guru. Dengan ilmu yang didapat, ia siap mengabdi dan membawa pesantren ke arah yang lebih baik.

Para santri heboh mendengar kabar kepulangan Gus Aslam. Mereka segera bersiap menyambut kedatangan beliau dengan penuh antusias.

Begitu pula di kamar Ayyasha, Aqila, dan Putri yang tak kalah heboh. Mereka sangat antusias menyambut kedatangan Gus Aslam.

"Putri, Gus Aslam nanti pulang!" ujar Aqila dengan penuh semangat.

"Iya! Kata Hilya, dia mau berangkat jemput Gus Aslam," tambah Putri dengan wajah antusias.

"Pasti Gus Aslam tambah cakep!" seru Aqila sambil tersenyum lebar, membuat yang lain ikut tersipu.

"Gus Aslam siapa sih, emangnya?" ujar Ayyasha kesal karena terganggu dengan kehebohan Putri dan Aqila.

"Masak kamu nggak tahu, Ayyasha?" ujar Aqila dengan wajah terkejut.

"Eh, Aqila, wajar dia nggak kenal. Dia kan masuk pondok setelah Gus Aslam ke Mesir," jawab Putri menjelaskan dengan sabar.

"Ayyasha, kalau kamu lihat beliau, beuhhh, cakep banget!" ujar Aqila dengan antusias.

"Masih kegantengan cowokku, ya?" ujar Ayyasha dengan mata malas, tidak terlalu tertarik.

"halu!" ujar Putri dan Aqila bersamaan, terkekeh melihat sikap Ayyasha.

"Udah, nggak bisa digapai, jadi ubi lagi!" ujar Aqila sambil tertawa bareng Putri, membuat Ayyasha hanya mendengus kesal.

"Biarin, awas aja kalau aku beli novel, kalian jangan minta pinjam!" ujar Ayyasha dengan pura-pura marah, tapi senyum tak bisa disembunyikan.


"Ishhh, jangan lah, Ayyasha! Kamu kan cantik, solehah, dan rajin menabung!" ujar Putri dan Aqila bersamaan, mencoba meredakan suasana dengan pujian.

"Kalo ada maunya baru," ujar Ayyasha sambil tersenyum nakal, membuat Putri dan Aqila tertawa lagi.

"Jadi, kamu nanti ikut nggak nyambut kepulangan Gus Aslam?" tanya Putri penasaran.

"Gak, mumpung libur, aku mau tidur sepuasnya," jawab Ayyasha santai, sambil merebahkan diri di tempat tidur.

"Yaudah, ayo Putri, kita kesana liat anak hadroh, siapa tahu ada yang ganteng!" ujar Aqila sambil menarik tangan Putri dengan semangat.

"Sana, sana kalian, aku mau tidur!" jawab Ayyasha sambil memejamkan mata, tak terganggu dengan rencana mereka.

___Dibandara_____

Di bandara, Kiai dan Nyai tidak sabar menunggu kepulangan cucunya. Apalagi Ning Hilya, yang mondar-mandir dengan cemas, menunggu kedatangan Abangnya.

Dan di samping mereka, hadir tiga sahabat Gus Aslam, yaitu Ustadz Zayyan, Ustadz Kinan, dan Ustadz Fathur, yang turut menantikan kepulangan Gus Aslam dengan penuh antusias.

"Umma, Abang Aslam masih lama nggak?" tanya Ning Hilya dengan cemas, terus memandang ke arah pintu kedatangan.

"Kedah sabar," ujar wanita paruh baya, Nyai Maryam, dengan lembut.

Power Jalur Langit Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang