"اعلم أنك الشخص الذي أريده أكثر،اسمك خالد في
سجودي"
" Ketahuilah bahwa kamu adalah orang paling aku inginkan, nama mu abadi dalam sujud ku".
.
.
.
_Happy reading _📖Waktu sudah memasuki shalat Dhuhur, semua santri diwajibkan sholat berjamaah di masjid. Setelah sholat, akan ada pengumuman penting yang akan disampaikan.
"Ayyasha, Aqila, ayo cepet, kita wudhu dulu," ujar Ning Hilya, mengingatkan kedua sahabatnya.
"Iya, ayo," ujar Ayyasha sambil menarik tangan Aqila yang sedang membenarkan sarungnya.
Saat mereka menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu, mereka mendengar suara azan yang indah dan belum pernah mereka dengar sebelumnya.
"Suara siapa itu?" ujar Aqila heboh, penasaran dengan suara azan yang merdu tersebut.
"Iya, nggak pernah dengar. Merdu banget," tambah Ayyasha, ikut terpukau dengan suara azan itu.
"Nggak tau, aku pun nggak pernah dengar," ujar Putri dengan wajah penasaran.
"Hilya, kamu tau nggak?" tanya Ayyasha, penasaran sambil menatap Ning Hilya.
"Akupun nggak tau," jawab Ning Hilya sambil menggeleng, ikut penasaran.
"Cepat, kita uduk dulu, nanti Ustadzah Dila ngamuk, bisa kena hukuman," tambah Hilya, buru-buru mengajak mereka.
Saat Ayyasha ingin mengambil wudhu di kran, tiba-tiba Shafa datang dan menutup kran yang sudah dibuka Ayyasha untuk berwudhu.
Ayyasha yang malas meladani Shafa membuka lagi krannya, tapi Shafa tetap mencoba menutupnya. Ayyasha yang sudah habis kesabaran akhirnya menatap Shafa dengan tajam.
"Mau lu apa, hah? Dari pertama gue masuk pondok, lu selalu gangguin gue!" ujar Ayyasha yang tidak tahan lagi, dengan kemarahan yang terpendam.
"Gue jijik liat lu, anak kampungan," ujar Shafa dengan nada merendahkan, mencoba membuat Ayyasha semakin kesal.
"Gak salah dengar, lu kali kampungan. Gue dari Jakarta, gak kayak lo!" balas Ayyasha dengan tegas, menanggapi ejekan Shafa.
Aqila, Hilya, dan Putri yang mendengar kegaduhan segera menyamperin, khawatir ada masalah antara Ayyasha dan Shafa.
"Shafa, lu gak kapok-kapok ya?" ujar Putri, diikuti oleh Ning Hilya yang ikut menanggapi dengan nada tinggi.
"Suka nyari ribut," tambah Aqila, yang tidak terima temannya diusik, sambil menatap Shafa dengan serius.
"Awas aja lu, anak kampung!" ujar Shafa dengan kesal, lalu langsung keluar meninggalkan mereka.
"Lu ya yang kampung, gue mah dari kota!" balas Ayyasha dengan emosi, tak terima dengan ejekan Shafa.
Mereka menepuk tangan melihat keberanian Ayyasha yang akhirnya membela diri dengan tegas.
"Hebat kan ajaran aku?" ujar Aqila bangga, sambil menepuk-nepuk dada, merasa puas dengan keberanian Ayyasha.
"Iyain," ujar Putri dan Hilya sambil ngeledek Aqila, membuat suasana menjadi lebih santai.

KAMU SEDANG MEMBACA
Power Jalur Langit
Teen FictionSeorang santri biasa , ayyasha Humairah Dian diam mencintai seseorang cucu kiai .meski melakukan banyak hal untuk menarik perhatian nya , Gus Aslam tetap Bersikap biasa saja. namun perjuangan nya harus terhenti ketika mendengar kabar bahwa Gus Asl...