05

79 52 23
                                    

"sebenarnya yang membuatmu lalai dalam meninggalkan sholat , adalah benda yang saat ini kau pegang "
  _aslam Al Fatih Mubarok _

    .
     .
     .

_happy reading _

"Assalamualaikum," ujar seorang wanita cantik berkulit putih yang mengenakan jilbab rapi, masuk ke kelas dengan senyum malu-malu, membuat semua mata tertuju padanya.

"Wa'alaikumussalam," ujar mereka sekelas sambil tertegun melihat sosok wanita cantik itu, yang membuat suasana kelas seketika hening.

"Ayo, anti perkenalkan namanya siapa," ujar Ustadzah Sarah dengan lembut, mempersilakan murid baru itu untuk memperkenalkan diri.

"Hai, perkenalkan nama ana Ayyasha Humairah. Bisa dipanggil Ayyasha," ucapnya dengan suara lembut, sambil tersenyum ramah kepada teman-teman sekelasnya.

"Hai, Ayyasha!" seru mereka sekelas dengan antusias, menyambut teman baru mereka dengan hangat.

Di balik sambutan hangat dari sebagian besar teman sekelas, ada Safa dan kawan-kawannya yang tampak tidak senang dengan kedatangan Ayyasha. Mereka merasa iri melihat Ayyasha yang begitu cantik dan menarik perhatian banyak orang. Safa hanya melirik sinis sambil berbisik pelan kepada teman-temannya.

"Baik, Ayyasha, anti bisa duduk dengan Aqila di sebelah sana," ujar Ustadzah Sarah sambil menunjuk meja kosong di samping Aqila, yang menyambut Ayyasha dengan senyuman ramah.

"Syukron, Ustadzah," ucap Ayyasha dengan sopan sambil melangkah menuju tempat duduk yang telah ditunjukkan.

"Hai, nama ku Aqila," sapa Aqila dengan ramah saat Ayyasha duduk di sebelahnya.

"Aku Ayyasha," balas Ayyasha sambil tersenyum, merasa lega ada teman yang ramah padanya.

"Putri," jawab Aqila sambil menunjuk ke arah Putri yang sedang duduk di meja belakang, tersenyum dan melambaikan tangan ke arah Ayyasha.

"Hilya," tambah Aqila, menunjuk ke arah Hilya yang sedang duduk di samping Putri, ikut menyapa dengan senyuman.

"Baik, anak-anak, silahkan buka buku pelajaran Al-Qur'an Hadits," ujar Ustadzah Sarah dengan lembut, memulai pelajaran dengan penuh perhatian.

"Kita sekarang belajar hukum bacaan," lanjut Ustadzah Sarah, membuka topik baru untuk memperdalam pemahaman mereka tentang tajwid dan cara membaca Al-Qur'an yang benar.

"Sebelum Ustadzah jelaskan, ada beberapa hukum bacaan yang perlu kalian ketahui," ujar Ustadzah Sarah, mempersiapkan siswa-siswinya untuk memahami topik yang akan dibahas.

"Ada 15," ujar Ning Hilya dengan yakin, menjelaskan jumlah hukum bacaan yang akan mereka pelajari.

"Yap, benar apa yang dijelaskan oleh Ning Hilya, hukum bacaan ada 15," ujar Ustadzah Sarah dengan senyum bangga, mengapresiasi Hilya yang sudah menjawab dengan tepat.

Benar, ada 15 hukum bacaan dalam tajwid yang harus dipahami agar bacaan Al-Qur'an menjadi benar. Berikut adalah penjelasan lengkap tentang 15 hukum bacaan dalam tajwid:

1. Idgham (إدغام): Penggabungan dua huruf yang menyebabkan perubahan suara.

Idgham Bi Ghunna: Menggabungkan dengan suara dengung (misalnya, "مِنْ" menjadi "مِنْ").

Power Jalur Langit Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang