"dilarang meneruskan standar, Karena cowok nya fiksi gak nyata
__author__
.
.
.
Happy reading 📖"Kok bisa hilang, Gus?" tanya Ustadz Fathur dengan heran, sambil ikut melihat ke sekitar.
"Kayaknya gara-gara pertanyaan dari santri tadi, Gus," ujar Ustadz Kinan sambil tersenyum, yang langsung diangguki oleh Ustadz Zayyan.
"Udah lah, biarkan saja. Ayok kita ke dalemm," ujar Gus Aslam sambil tersenyum, mengajak ketiga sahabatnya untuk masuk ke dalem rumah dengan tenang.
"Masak kamu nyeker, Gus?" ujar Ustadz Kinan, mencoba menahan tawa sambil melirik ke arah kaki Gus Aslam.
"Ya mau gimana lagi "
Di depan asrama putri, Putri menceramahi Aqila dan Ayyasha atas sifat jahil mereka, sementara Hilya dan Putri hanya bisa pasrah menghadapi tingkah laku keduanya.
"Dari mana kalian?" tanya Putri tajam, membuat Ayyasha dan Aqila terdiam, sementara Hilya hanya menghela napas lelah.
"Kita habis dari masjid, ya kan, Aqila?" ujar Ayyasha sambil mengedipkan mata ke Aqila, mencoba mencari pembelaan.
"Iya," jawab Aqila cepat, meski gugup, sambil melirik Ayyasha yang tersenyum penuh arti.
"Ohhhh," Putri mengangguk, tak yakin dengan jawaban mereka, sambil memandang keduanya dengan tatapan curiga.
"Tapi, itu sandal siapa di tanganmu, Ayyasha?" tanya Putri dengan suara semakin tajam, melihat sandal yang dipegang Ayyasha.
"Gak tau," jawab Ayyasha sambil melemparkan sandal itu sembarangan.
"Tapi, sandalnya kok kayak pernah saya lihat," ujar Hilya curiga, sambil memandangi sandal itu.
"Mampus," ujar Ayyasha dalam hati, sambil menatap Aqila dengan tatapan panik.
"Oh ya, saya baru ingat, itu sandal Bang Aslam," ujar Ning Hilya, mengingat sesuatu sambil menatap sandal tersebut.
Seketika, Putri semakin menatap tajam manik mata Ayyasha, seolah meminta penjelasan tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Ayyasha, Aqila, jawab ini sandal siapa?" tanya Putri dengan nada serius, semakin menuntut jawaban.
"Itu sandal punya Gus Aslam," ujar Aqila dengan ragu, mencoba menjelaskan sambil menatap Ayyasha yang tampak cemas.
"Haa?" ujar Putri, diikuti dengan terkejutnya Ning Hilya mendengar perkataan Aqila. Mereka berdua saling berpandangan, tak menyangka mendengar jawaban itu.
"Bukan aku yang ambil sandal, tapi Ayyasha. Aku hanya temenin," ujar Aqila buru-buru, mencoba menjelaskan sambil melirik Ayyasha yang semakin cemas.
"Ayyasha," ujar Putri dengan nada tegas, menatapnya dengan serius, meminta penjelasan lebih lanjut.
"Heheh," Ayyasha tertawa canggung, gelisah di bawah tatapan Putri.
"Tadi katanya, kalau mau dikejar balik sama orang yang kita sukai, disuruh bawa lari sandal nya," ujar Ayyasha dengan senyum nakal, mencoba menjelaskan dengan cara bercanda.

KAMU SEDANG MEMBACA
Power Jalur Langit
Teen FictionSeorang santri biasa , ayyasha Humairah Dian diam mencintai seseorang cucu kiai .meski melakukan banyak hal untuk menarik perhatian nya , Gus Aslam tetap Bersikap biasa saja. namun perjuangan nya harus terhenti ketika mendengar kabar bahwa Gus Asl...