Sesuai pesan dari Sarah yang di sampaikan lewat Selina, hari ini keluarga Erlangga sudah dalam perjalanan menuju kediaman Sarah.
Terhitung sudah dua hari sejak kepulangan Sarah dari ibu kota ke kota asalnya. Sejak dua hari yang lalu pun perasaan tak tenang masih setia menyelimuti Arka. Dia tidak tau akan berekspresi seperti apa saat nanti bertemu dengan Sarah kembali, apalagi di depan orang tua Sarah dan keluarganya.
Arka sudah menyiapkan diri seandainya dia terkena amukan atau makian dari Sarah dan orang tuanya. Dia sangat menyadari betul akan kesalahannya yang berakibat fatal seperti ini.
"Semoga Ibunya Sarah mau memaafkan kami." Gumam Sania yang masih bisa di dengar oleh Davian, Arka dan juga Kania.
Mobil yang di tumpangi Arka hanya berisi empat orang yaitu dia sendiri yang menyetir, dan sebelahnya ada sang ayah, lalu di belakang diisi oleh Ibu dan adiknya. Sedangkan kakak-kakaknya berada di dua mobil yang berbeda.
"Bukan salah Mama, semua salah aku." Sahut Arka. Dia tidak ingin ibunya merasa sangat bersalah dengan apa yang tidak beliau perbuat. Setidaknya, Arka yang harus meminta maaf, bukan ibunya.
Keheningan menyelimuti sesaat setelah Arka mengeluarkan suaranya. Meskipun di sini Arka adalah pelaku, namun tak bisa dipungkiri kalau Arka juga merasakan hal yang sama dengan Sarah.
••••••••
Tidak ada yang spesial saat Farah tau kalau keluarga dari laki-laki itu akan datang hari ini. Dia hanya sedikit menyiapkan beberapa cemilan dan minuman sebagai jamuan.
Meskipun dia mengijinkan mereka datang, bukan berarti Farah melupakan perlakuan laki-laki itu kepada anaknya. Bayang-bayang tangisan pilu dari sang anak kemarin malam masih begitu melekat dalam ingatannya.
"Bu, mereka sudah datang."
Saat sedang asyik melamun, Farah dikejutkan dengan kehadiran Sarah yang memberitahukan kalau orang yang mereka tunggu sudah tiba.
Farah mengangguk lantas mengikuti Sarah yang berjalan keluar.
Begitu sampai teras, Farah melebarkan matanya kala melihat ada tiga mobil yang memasuki halaman rumahnya.
Farah menyenggol lengan Sarah yang berdiri terdiam di depan pintu. "Kok banyak banget?"
"Aku nggak tau, Bu. Tapi memang keluarganya beranggota banyak." Sarah belum menceritakan apapun mengenai latar belakang dari Arka dan keluarganya yang merupakan pengusaha sukses di ibu kota. Dia tidak ingin ibunya merasa sungkan atau yang lainnya saat hendak meluapkan emosinya pada Arka nanti. Biarlah ibunya itu marah sebagaimana semestinya beliau kecewa karena seseorang telah menghancurkan hidup anaknya. Jangan sampai hanya karena status keluarga Arka yang bukan dari keluarga biasa mampu menghalangi niat ibunya yang sudah terlanjur kecewa.
"Sarah."
Sarah tersenyum saat Selina langsung berhambur memeluknya begitu dia keluar dari mobil pertama kali.
"Mbak Sel."
"Gimana kabar butik, Mbak?" Tanya Sarah setelah pelukan mereka terlepas.
"Butik baik. Kamu nggak perlu khawatir soal itu."
Satu per satu keluarga Erlangga turun dari mobil. Mereka berjalan menuju di mana tempat Sarah dan ibunya berdiri.
"Selamat siang, Sarah dan Ibu." Sania menyalami ibu Sarah yang langsung di sambut, di sertai dengan senyuman tipis.
"Silahkan masuk."
••••••••
Ini adalah kali pertama Sarah bertemu dengan Arka sejak malam itu. Dia tidak bisa berekspresi banyak selain hanya menunduk dan mengalihkan pandangannya begitu tatapan mereka bertemu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Wedding Accident [END-KARYAKARSA]
Fiction généraleSarah Arabella Risty adalah gadis rantau dari desa. Selama bertahun-tahun dia hanya hidup berdua dengan sang Ibu. Sedangkan Ayahnya telah tiada sejak dia duduk di sekolah dasar. Hidup di kota besar dengan bermodalkan ijazah SMA bukanlah hal yang mud...
![Wedding Accident [END-KARYAKARSA]](https://img.wattpad.com/cover/360964202-64-k873341.jpg)