Harus dengan apakah cinta ini kusampaikan padamu?
Dengan guyuran hujan?
Dengan angin yang menelisik masuk ke tubuhmu?
Dengan deburan ombak?
Atau dengan senja yang beranjak pergi sore ini?
Atau dengan kerlip bintang di angkasa?
Sungguh hingga kini aku masih menyesali mengapa diriku begitu mendamba indahnya sepasang mata, yang nyatanya tidak pernah mendambaku
Tapi apa bisa manusia melawan perasan yang datangnya secara tiba-tiba dan tanpa alasan?
Semakin mengelak perasaan itu malah semakin menyiksa
Mengapa kau tak pernah memberikanku pilihan lain?
Sudikah kali ini kau menyambut perayaan jatuh cintaku?
Aku sedang tak ingin sendiri
-cactusntau
KAMU SEDANG MEMBACA
Mencari Rumah
PoesíaSebagian orang pulang ke rumah. Sebagian lainnya pulang ke luka yang sama setiap malam. Di antara halaman-halaman ini, ada kata-kata yang lahir dari kecewa, rindu yang tak bertuan, dan hati yang terlalu lelah untuk terus terlihat baik-baik saja. Bac...
