03

325 52 9
                                        

First date

.

.

.

"Kalau kau tak mau berpacaran dengan ku, bagaimana kalau menikah saja?." Tawar Yoongi, menerima suapan kue dari Suzy.

"Tolong berhenti menanyakan pertanyaan seperti itu dengan mendadak." Jawab Suzy, mencoba udah bersikap normal.

"Yasudah, ayo berkencan dan menjadi sepasang kekasih. Toh, aku pernah melihat mu membawa banner bertulis 'Yoongi marry me' , lantas kenapa kau terkejut saat aku mengajak mu berkencan secara langsung?."

Suzy tak menjawab, memilih memakan kue buatannya. Merasa tak memiliki jawaban yang pas dengan pertanyaan Yoongi, yang lebih seperti pernyataan itu.

"Jika kita berkencan, apa kau bisa menjaga ku?." Tanya Suzy, menyuapi Yoongi lagi.

"Tentu, aku sudah punya kekuatan cukup untuk itu, sayang." Jawab Yoongi, menatap lekat pada gadis cantik disamping nya.

"Ayo berkencan kalau begitu, setelah kupikir kapan lagi aku bisa mendapatkan kekasih kaya raya, jago memasak, bisa menjahit dan membuat lagu seperti mu." Kata Suzy, menghindari tatapan mata Yoongi.

"Baiklah, hari ini sebagai kencan pertama kita." Ucap Yoongi, tersenyum manis.

Sementara Suzy berusaha untuk menetralisir detak jantung nya yang terasa lebih cepat dari biasanya. Pun pipi nya terasa menghangat, mungkin ada semburat disana.

.

Yoongi memaksa untuk mengantar Suzy pulang, padahal Suzy membawa mobil sendiri dan rumah nya terletak lebih jauh dari tempat tinggal Yoongi, yang berada memang dekat dengan agensi nya.

"Kau benar benar tak takut diikuti oleh media ya." Cibir Suzy, saat Yoongi berada dikursi pengemudi.

"Aku hanya takut dengan sang pencipta dan orang tua." Balas lelaki yang berusia 1 tahun lebih tua diatas Suzy.

"Jika kau mengantarku dengan mobil ku sendiri, maka kau akan kembali dengan apa?."

"Besok pagi, dengan mu."

"Bukankah itu sangat merepotkan dan aku tak pernah merasa mengizinkan mu untuk menginap dirumah ku."

"Aku rasa tak perlu izin, toh aku datang bersama mu."

"Ah kau memang semena-mena seperti Nana unnie."

Yoongi tak menjawab, menggenggam tangan Suzy, sementara satu tangan lain sibuk dengan kemudi. Seolah mengabaikan Suzy yang ternyata suka sekali mengomel. Padahal kemarin gadis itu mengaku takut dengan Yoongi, tetapi sekarang justru sebaliknya.

.

Suzy menatap pantulan dirinya lekat lekat, sembari mengingat lagi hal apa saja yang ia alami beberapa hari belakangan.

Dan bagaimana dipenghujung hari ia menjadi kekasih dari pria yang selalu ia sebut sebut sebagai tipe ideal dan tak pernah terpikir untuk dimiliki.

"Apakah ini nyata?." Tanya nya pada diri sendiri, lalu menatap ke celah pintu, menampakkan Yoongi yang sedang melihat desain interior rumah nya.

"Atau jangan jangan dia sedang bertaruh dengan Nana unnie? Tapi siapa aku, hingga menjadi bahan taruhan mereka?."

"Ji, kau masih hidup kan didalam?." Panggil Yoongi dari luar.

"Tentu saja aku masih hidup, oppa apa kau mau mandi? Biar aku siapkan air panas."

"Ya aku mau mandi kalau dimandikan."

Suzy mendengus, kok bisa ia menjadikan lelaki itu tipe ideal nya ya?.

.

Suzy gak kalah sat set juga ternyata wkwkwkwk

First {BSZ X MYG}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang