Sinar mentari pagi mulai muncul dari arah timur menunjukkan bahwa hari sudah menjelang pagi,suara ayam jantan pun mulai berkokok bersahut sahutan membangunkan semua dayang di kerajaan tapi berbeda dengan ayu yang masih tertidur pulas seperti putri tidur,Arum saja sudah bangun saat ini bahkan dirinya sudah mandi tapi ketika arum menyadari bahwa ayu belum bangun arum lalu menghela nafas dan mendekati ayu,berusaha membangunkan nya.
"Yu..bangun yu.." ucap arum lemah lembut tapi masih saja ayu ini tertidur pulas dengan mulut menganga lebar saking pulasnya dirinya tertidur "astaga..AYU BANGUUNN!!" Arum sengaja mengatakan itu di dekat telinga ayu dan cukup keras,hal itu sontak membuat ayu terbangun dari tidurnya "hah hah kenapa kenapa..anjm..ahh..kenapa??" Ayu terlihat seperti orang gila saat seperti itu,rasanya arum ingin tertawa saat melihat ayu yang terlihat kebingungan tapi arum masih kesal "hei ayu bangun,kita hampir terlambat,kau harus mandi,nyik ningsih sudah menyiapkan pakaian dayang untuk kita,jadi cepatlah mandi" "aduh...kenapa harus sangat pagi..akhh..aku sangat malas.." "astaga..apa yang kau katakan??malas??kau tidak boleh bermalas malasan menjadi seorang wanita" "huftt..iya..iya aku sudah sering mendengar itu dari ibuku" ucap ayu dengan nada kesal sebelum kemudian mulai turun dari ranjang rotannya dan berjalan menuju keluar kamar mereka yang baru dibuka saja sudah menunjukkan tempat belakang kerajaan yang ditumbuhi rerumputan. Ayu menganga saat melihat bahwa hari sebenarnya masih sangat pagi,matahari saja baru muncul sedikit membuat ayu merasa ingin memarahi Arum "dasar Arum gila" ucap ayu sambil kesal berjalan pergi menjauhi kamar mereka,menuju tempat mandi yang dimaksud,jujur ayu sangat menyukai suasana tenang dan asri di masa ini,dimana masa ini belum tercemar sama sekali,sangat berbeda dengan masa depan. Sesampainya di sebuah tempat,mata ayu terbelalak saat melihat pemandian yang dimaksud,bahkan tempat itu hanya berdinding bata merah sepinggang yang membuat ayu kaget bukan main "YA TUHAN,KALAU GW DI INTIP GIMANA!??AKHH KOK GINI SIH" untung ayu sendirian saat itu saat ayu berbicara menggunakan bahasa modern yang tak mungkin dikenal orang orang disini,tapi kemudian mau tak mau dirinya harus tetap mandi,mandi yang dimaksud hanyalah menggosok badan bahkan TANPA SABUN yang membuat ayu berpikir dirinya akan sangat bau kalau seperti ini.
Tapi mau tak mau ayu harus tetap mandi,saat itulah dirinya membersihkan diri di pagi yang amat dingin itu,tak butuh waktu lama kemudian dia memakai kemben dan jarik yang sudah di siapkan,jujur dirinya kesulitan sekali saat mencoba memakai kemben dan jarik itu, tapi kemudian dirinya bisa memakai nya,ayu bergegas segera kembali ke kamarnya dan benar saja di depan pintu sudah ada Arum dan nyik ningsih yang menunggu nya. "Ayu..ayu..kenapa lama sekali??" Ucap arum sambil menggelengkan kepalanya "hehehe..maaf itu.. soalnya aku sedikit kesusahan memakai kemben dan jarik ini" kemudian arum menghela nafas gusar,dan kemudian nyik ningsih hanya tersenyum maklum "yowes yowes..nduk ayo ikuti nyik,biar nyik jelasin semua peraturan dan pekerjaan kalian"
Mereka berdua mengikuti nyik ningsih saat itu, singkatnya arum dan ayu di beri tahu peraturan kerajaan dan bahkan pekerja mereka. Saat ini seperti nya sudah tengah hari, matahari benar benar berada diatas kepala,dan hari sangat panas saat ayu berjalan membawa mapan berisi kendi dan cangkir yang terbuat dari bambu,hari sangat panas ditambah dengan ayu yang berjalan tanpa sendal apapun menuju tempat pelatihan,ya ayu disuruh mengantarkan minuman untuk orang orang yang sedang berlatih disana.
"Aduhh..kaki gw bener bener hot anjir" geram ayu sambil berjalan,ayu kira tidak ada orang disana saat ia kemudian memasuki daerah pelatihan tapi ayu menunduk,dan tak bisa di elak lagi,ayu tak sengaja bertabrakan dengan seorang lelaki hingga kendi yang ayu bawa jatuh pecah ke tanah.
"Perhatikan langkah mu,apakah kau tidak punya mata?" Suara dingin itu menusuk telinga ayu saat ayu merasa takut akan di hukum karena memecahkan kendi,ayu tidak berani mengangkat kepalanya sambil membersihkan satu persatu pecahan kendi itu "hei..angkat kepala mu saat aku bicara kepada mu" ucap lelaki itu lagi, tapi ayu masih tidak berani,bisa bisa kepala ayu akan penggal di tempat "s-saya tidak berani.. maafkan saya" ucap ayu gemetar, hingga kemudian dirinya berdiri lagi,dan seakan tercekat lelaki ini tiba tiba angkat bicara lagi "kau gadis yang semalam di hutan?"
Ayu reflek mengangkat kepalanya dan menatap lelaki ini,ayu sangat terkejut dikala lelaki yang sedang di depannya ini adalah lelaki sama yang dia temui di hutan..siapa lelaki ini??kenapa dia ada di kerajaan majapahit juga?? "Tunggu..kau" ayu tidak melanjutkan kata katanya tapi kali ini mereka bertatapan,mata mereka bertabrakan dan ayu tiba tiba menyadari,lelaki ini sama dengan lelaki yang dia temui sebelum tiba tiba datang kemasa ini,siapa lelaki ini?? Ayu menatap lelaki ini dengan bingung,mata mereka saling beradu tak ada yang mau membuang muka diantara mereka lalu ayu berkata
"Siapa kau sebenarnya??"
KAMU SEDANG MEMBACA
Asmaraloka
Historical Fictionmenceritakan tentang ayu anak kuliah yang sedang mengerjakan tugas akhir kuliahnya yaitu mengamati candi bajang ratu di Trowulan Mojokerto,tapi siapa sangka hal yang tak disangka malah terjadi kepada ayu!?ya disaat ayu sedang beristirahat dibawah po...
