Panggilan Maharaja??

8 0 0
                                        

Ayu tersipu saat itu, wajahnya memerah semerah tomat, apa apaan ini?? sejak kapan tukang PHP ini pintar menggombal?? ah!! atau memang hanya Ayu yang baru tahu sisinya yang seperti ini?? kemudian ayu memalingkan mukanya dan agak menjauh dari Mada.

"Ugh kau..apa apaan sih? apa kau memang suka menggoda gadis gadis seperti itu!?" Ucap nya dengan pipi merona, mada pun tahu sikapnya lancang tapi dia malah terkekeh, hal itu membuat Ayu semakin tersipu lagi.

"A-APA YANG LUCU!?" ucap ayu, tapi Mada malah semakin tertawa, tawa berat lelaki itu memecah keheningan malam.

"Ah tidak..rasanya lucu saja melihat mu seperti ini" Ucapnya sambil mengusap matanya yang agak mengeluarkan air mata karena gelak tertawa.

"Seperti apa maksudmu!?" Tanya Ayu kesal sambil mengerutkan keningnya.

Mada kemudian tersenyum dan menatap ayu sambil tetap di posisi nya..berjongkok, jarang jarang lelaki itu tersenyum seperti itu.

"Yah..seperti ini..tersipu, terlihat sangat berbeda dari dirimu yang biasanya banyak bicara, aku merasa ingin terus melihat mu seperti ini"

Ooh apa apaan sih dengan lelaki ini!? dia benar benar pandai menggoda wanita!!

Di tengah tengah kebingungan Ayu untuk membalas, Tiba tiba ada prajurit datang dan memecah momen mereka, Ayu kaget dan bersyukur karena akhirnya bisa lepas dari kondisi itu, saat Mada kemudian menoleh dari bahunya yang lebar dan menatap salah satu prajurit berdiri disana sambil menunduk hormat, mada kemudian berdiri dari tempatnya.

"Maaf mengganggu waktu anda Mahapatih..tapi hamba hanya mengingatkan bahwa ada tugas yang menunggu.." Mada diam sejenak tapi paham dan menghela nafas.

"Baiklah, aku akan segera kesana..kamu bisa pergi lebih dulu" Prajurit itu menunduk paham "Siap Mahapatih.." Ucapnya lalu beranjak pergi dari sana.

Ayu menatap Mada dengan tatapan mengejek saat ayu juga berdiri disana..dia benar benar terlihat lepas dari beban hidupnya.

"Hehe..cepatlah pergi dari sini dasar tukang P-H-P" Ayu sengaja menekankan kata kata itu dengan main main, Mada mengangkat alisnya dengan bingung.

"Kau terus saja berkata omong kosong dan hal hal aneh, lagipula P-H-P itu apa lagi? sebuah mantra?" Ucap Mada dengan memijit pelipisnya, pusing dengan sikap gadis tak tahu diri ini.

Ayu malah tertawa dan menatap Mada "Itu Artinya kamu R-U-P-A-W-A-N.." Kata kata Ayu membuat Mada terdiam sejenak.. matanya terbelalak "bercanda deh~" Ucapnya kemudian yang membuat bahu Mada kembali turun seakan kecewa.

"Sudahlah..aku tidak punya waktu untuk menangani omong kosong mu disini.."

"Yeuu makanya cepatlah pergi sana.." Ucap ayu sambil menyapukan tangannya dengan isyarat menyuruhnya pergi.

Mada yang hanya bisa maklum kemudian berbalik dan berjalan pergi, tapi beberapa langkah kemudian dia berhenti. "Sebaiknya kau segera kembali ke bilikmu..tidak baik untuk seorang gadis berkeliaran di malam hari di sekitar keraton" Kata Mada sambil melirik dari bahu nya.

"Ugh ayolah aku masih ingin disini" Ucap ayu, tapi Mada kemudian terus berjalan. "Aku akan menyuruh prajurit mengecek kesini nanti, kalau kamu tidak mendengarkan perkataan ku kau akan merasakan sendiri konsekuensi nya"

HAH!? apa apaan itu!? itulah pikir ayu saat ayu mulai menggerutu, tapi Kemudian Mada menatapnya dalam diam..dan

"Ayu..menurutmu..apakah aku sudah menjalankan tugasku dengan baik sebagai Mahapatih?" Ucapnya sambil mengalihkan tatapannya kearah lain, aneh..jarang sekali ayu melihat lelaki ini meminta pendapat, mungkin tidak pernah? Ayu menatapnya sejenak.

"Maksudmu?" Tanya Ayu sambil mengangkat alisnya "Yah..seperti apakah ada sesuatu yang belum ku tuntaskan? Maharaja Hayam wuruk kemarin bertanya hal yang sama kepadaku tetapi mengenai rakyat nya..yah aku hanya bertanya menurutmu apa yang kurang?? ini semua tentu untuk kemakmuran Wilwatikta" Itu semua ada benarnya..Ayu berpikir sejenak.

"Yah kalau soal begitu aku tidak bisa memberikan jawaban yang mungkin bisa memuaskan mu, tapi kamu bisa mulai dari hal hal kecil dengan maharaja..seperti lebih sering ke Trowulan untuk bergaul dengan rakyat? meski terdengar tidak penting tapi ini bisa menambah rasa kepercayaan warga dan kalian bisa tahu sedikit demi sedikit tentang keluh kesah masyarakat.." Ayu diam sejenak dan kemudian kembali melanjutkan pendapat nya.

"dan juga tentang lahan kosong, lebih baik menggunakan nya untuk sesuatu yang lebih berguna dan menghasilkan sesuatu kan? kau bisa saja menanam pohon kelapa, daunnya bisa di jadikan sebuah alas yang bisa di anyam, lalu batang nya juga bisa digunakan untuk sebuah jembatan sederhana, dan juga buahnya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat..bukankah begitu??" Mada mengangguk paham, gadis ini..cerdik juga?? lalu Mada menatap Ayu.

"Kau ada benarnya..terima kasih atas pendapat mu, kalau begitu aku akan pergi dulu.." Ayu hanya mengangguk dan kemudian menatap mada yang perlahan pergi menjauh darinya. Aneh sekali lelaki itu tiba tiba bertanya hal hal seperti itu, padanya pula.

Tapi ayu tidak mengambil pusing dan memilih berjalan kembali juga ke biliknya yah karena teringat ancaman Mada tadi tentang tidak kembali.

——————————————————

"Nyuwun pangapunten yang mulia Hayam Wuruk.." Hayam Wuruk yang sedang berdiri disana menoleh kearahnya dengan senyuman nya yang berwibawa.

"Ada keperluan apakah gerangan paman datang kemari?" Mada kemudian mengangkat kepalanya dan menatap Hayam Wuruk.

"Dugaan hamba benar yang mulia..gadis itu bukanlah gadis biasa..dia memiliki kecerdasan yang tidak dimiliki kasta sudra..ilmu pengetahuan nya juga luas dari hasil penilaian saya.." Hayam Wuruk menatap Gajah Mada dengan raut wajah serius seakan dia sedang berpikir.

"Benarkah gerangan apa yang disampaikan oleh paman? jikalau itu benar..wajar saja jika paman menganggapnya bukan gadis biasa.."

"Kalau begitu izinkan hamba membawa gadis itu ke hadapan maharaja supaya ia bisa menjelaskan sendiri bagaimana pendapat nya tentang masalah kita.." Hayam Wuruk mengangguk paham, tapi kemudian Mada menambahkan.

"Dan juga saya ingin meminta izin dari yang mulia.." Mada mengatakan itu dengan ekspresi serius..yah meski biasanya mukanya selalu serius tapi ini jelas memiliki arti yang berbeda.

"izin??" Tanya Hayam Wuruk.

——————————————————

Disisi lain, Ayu sedang menyiapkan nampan berisi wedang jahe untuk dibawa ke keputrian siang itu..saat tiba tiba Arum datang mengagetkan Ayu dan beberapa dayang lain disana.

"ASTAGA ARUM KAU MENGAGETKAN KU!!" Ucap ayu sambil mengusap dadanya, sedangkan Arum terengah engah karena berlari. "Ada apa Arum?" Tanya Ayu dengan nada penuh kebingungan.

"I-itu..ayu.." Arum mengatakan nya dengan terbata bata karena terengah engah. "Ada apa Arum? cepat katakan padaku ada apa!?" tanya Ayu yang semakin tidak sabar.

"Kau..dipanggil untuk menghadap maharaja Hayam Wuruk!!"

——————————————————

SORRY TO SAY GUYS, AKU NGILANG BAHKAN SATU TAHUN LEBIH KARENA PIKIRAN KU MASIH DINI BNGT BUAT NGEKSPLORE HAL HAL BARU, TAPI RASANYA SAYANG KALAU AKU GK LANJUTIN CERITAKU..MAKASIH BUAT YANG UDAH BACA..AKU BAKAL LANJUTIN CERITA INI SAMPAI SELESAI..SEE YOU NEXT CHAP GUYS..JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 17 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

AsmaralokaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang