"Mama merestui pernikahan kalian," ucap Josephine dengan nada lembut. Perlahan isakan keluar dari bibir Yasmine, punggungnya bergetar disertai suara tangis yang pelan terdengar. Yasmine membalas pelukan Josephine dengan erat lalu menangis di pelukan hangat mamanya itu. "Tidak hanya kau yang menyukai Sebastian, Mama juga mulai menyukai pria itu."
"Terima kasih, Ma,"
Josephine bergumam menggeleng menolak ucapan terima kasih dari Yasmine. "Kau bisa berterima kasih pada adik dan ayahmu karena telah memberi nasihat pada mama dan menceritakan semua kebaikan Sebastian setiap hari hingga membuat mama luluh mendengar mereka. Lebih dari itu, Mama sangat berterima kasih pada Sebastian karena telah membawa kebahagiaan kepada anak dan cucu mama serta menerima segala perlakuan tak baik dari mama dan ayah selama ini dengan pasrah dan tidak menyerah."
"Benar kan, Ma? dimana lagi Jean menemukan pria sebaik dia," Ujar Yasmine dengan sedikit menyombongkan di nadanya yang bercampur dengan suara serak karena menangis.
Josephine terkekeh sembari memukul pelan punggung putri sulungnya itu.
"Jadi, ayah Sebastian sudah datang sejak lama?" Yasmine membahas Athalas Rheodes setelah mengerti dari pertanyaan Sebastian sebelumnya.
Josephine melepaskan pelukannya, ia memandangi Yasmine yang pipinya yang sudah beruraian air mata lalu menghapus jejak air mata tersebut sembari berkata, "Tugas orang tua memang membesarkan anaknya dengan baik tetapi terkadang anak lah yang mengajari kehidupan dan bagaimana untuk hidup."
Yasmine tersenyum. Josephine pun menangkup wajah Yasmine kemudian melanjutkan kalimatnya, "Sebastian, anak itu, terlalu banyak menderita sejak kecil. Meskipun Mama tidak pantas menilai kehidupan orang lain karena Mama juga tidak berbeda jauh dari mereka, namun Mama berani membanggakan bahwa Mama telah berusaha sebaik mungkin agar kau tidak kekurangan cinta meski hasilnya tak sebaik itu karena masih banyak kekurangan dalam berbagai hal..." Mamanya itu menarik napasnya sejenak lalu melanjutkan perkataannya," Jean Sayang, anak itu, peluklah dia dengan erat hingga hatinya menghangat. Berikan dia cinta sebanyak-banyaknya, dukunglah dia dan selalu ada di sampingnya saat dia mengalami hal buruk..."
Yasmine mendengarkan Josephine yang mulai menceritakan bagaimana perjuangan Sebastian sebagai anak bungsu yang tak pernah mendapatkan haknya entah kasih sayang dari orang tuanya maupun perhatian yang cukup. Sebastian tumbuh dan dewasa sendirian, belajar sendiri, menuruti semua tuntutan ayahnya yang mana sejak kecil Sebastian tak pernah bertemu dengan ibunya karena ibunya meninggal saat melahirkannya. Tumbuh dewasa tanpa pengawasan orang tua tetapi pria itu bisa membuktikan bahwa ia mampu berdiri sendiri dengan kemampuannya. Josephine juga menceritakan bagaimana keadaan Sebastian setelah perpisahannya dengan putrinya itu. Yasmine tak bisa menghentikan tangisnya karena ia ikut merasakan sakit yang mungkin tak ada apa-apanya karena ia tak berada di posisi pria itu.
Sebuah langkah kaki panik memasuki ruangan dapur tersebut. Ia berlari kecil saat melihat Yasmine terisak dengan sesak hingga tak bisa berkata-kata.
"Kau harus berbicara padanya, " ucap Josephine yang mengusap air matanya sendiri lalu melepaskan Yasmine yang terisak-isak kemudian berjalan ke arah Sebastian, memeluk pria itu masih dengan sisa tangisnya sembari menepuk punggung Sebastian yang kebingungan dan hanya merendahkan badannya agar calon mama mertuanya itu bisa memeluknya. Setelah beberapa detik yang cukup, Josephine melepaskan pelukan itu kemudian berjalan pergi dari sana.
Sebastian dengan penuh kebingungan hanya memandangi kepergian Josephine lalu beralih pada Yasmine yang masih menangis tersedu-sedu. Pria itu memeluk Yasmine membiarkan Yasmine menangis dalam dekapannya tanpa bertanya apapun. Ia hanya mengusap punggung dan kepala wanita itu mencoba menenangkan entah perasaan sedih dari apa itu yang belum ia ketahui.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Scandal
RomansaKisah seorang pria dan wanita melakukan 'one night stand' hingga menimbulkan skandal besar di pertemuan pertama mereka. Tak seperti skandal-skandal mereka lainnya yang bisa mereka lepas dibantu oleh campur tangan keluarga besar, kini mereka harus me...
