Part 15 : Zona nyaman

1.3K 105 12
                                        

Sebastian & Yasmine

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sebastian & Yasmine

• • •

            Wanita itu menggeliat dalam tidurnya saat merasakan gerakannya terbatas karena sesuatu yang berat mengelilingi badannya. Yasmine berpikir apa mungkin Kian yang semalam datang lalu tidur di sebelahnya, tetapi sejak kapan Kiano mulai besar dan berat? Yasmine menggelengkan kepalanya karena itu bukanlah hal yang terpenting baginya saat ini. Rasa sakit di kepalanya membuat Yasmine menghiraukan beban berat yang menahan badannya untuk sementara. Tangannya terangkat memijat pelipisnya yang berdenyut pusing.

Yasmine mendesah kesakitan beberapa kali sembari memijat pelipisnya. Dirinya ingat bahwa semalam ia bertemu dengan Will lalu minum-minum hingga mabuk dan tak ingat apa-apa. Ia tidak ingat terakhir kali dirinya mabuk hingga tak mengingat apapun seperti sekarang, mungkin karena usianya tak lagi muda sehingga kemampuan toleransi alkoholnya tak sehebat dulu.

Sebuah pergerakan besar terjadi di belakangnya membuat Yasmine menghela napas panjang sembari berkata, "Maafkan Mami, Sayang. Kepala Mami sangat pusing, maaf jika mengganggu tidurmu. Tidurlah lagi, hari ini weekend."

"Mommy..."

Yasmine mengerutkan kening ketika suaranya sangat bukan Kiano. Suara parau yang maskulin menyapa telinganya, kemudian ia merasakan benda yang ternyata tangan melingkari perutnya itu kini bertambah erat. selanjutnya ia merasakan benda kenyal dan hangat menyentuh lehernya membuat Yasmine memekik kaget lalu dengan sisa tenaganya ia berbalik badan ke belakang lalu mendorong seorang pria yang tak ia ketahui mendekapnya dari belakang.

Lampu kamar tidurnya memang padam dan hanya siluet yang bisa Yasmine lihat dengan bantuan langit pagi di luar jendela yang mulai cerah. Yasmine mencoba mendorong dan menendang pria itu dengan sekuat tenaga namun tenaganya tak seimbang karena pria itu dengan mudah mencekal kedua tangannya dengan satu tangan kemudian diangkat dan letakkan ke atas kepala wanita itu. Pria tersebut bahkan sudah berada di atasnya menahan segala berontak yang dilakukan Yasmine.

"Mommy, tenanglah..." ucap suara itu lagi.

"Kau siapa? Apa kau yang mengantarkan aku pulang semalam? Kurang ajar! Kau mengambil kesempatan pada wanita yang tak sadarkan diri-"

"Mommy... ini aku, apa kau tak mengenaliku?" tanya suara itu lagi.

Yasmine menyipitkan pandangannya untuk mempertajamkan penglihatannya, kali ini ia cukup tenang dan berusaha fokus untuuk mengenali siapa yang memanggilnya  dengan suara yang terdengar aneh di telinganya.

Tunggu, apa dia di dalam mimpi sekarang?

Seseorang itu sedang meraih sesuatu di meja nangkas kemudian suara klik memunculkan cahaya dari lampu tidur tersebut.

Yasmine membelalak terkejut saat melihat pria yang berada di atasnya adalah Sebastian. Pria itu tersenyum sinis memandangi Yasmine yang melotot terkejut.

Perfect ScandalCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang