Sore menjelang senja muncul, aku pergi mencari sebongkah es
Dimana es tersebut hanya terdapat di lemari beku
Namun untuk mendapatkan nya perlu usaha
Maka diakanlah sayembara mencongkel bongkahan esAda tiga penantang termasuk aku
Aku hanya membawa sebilah pisau
Dan mereka membawa gayung besi dan belati
Kami pun berusaha untuk mengeluarkan bongkahan es dari dalam lemariKami merasa kesulitan untuk mengeluarkan nya
Karena semua sisi sudah membeku
Akhirnya kami putuskan untuk menyiram dengan air mendidih
Perlahan tapi pasti namun belum bisa membuat bongkahan es bergerakDari semua semua penantang hanya aku yang bertahan
Aku tak kenal lelah untuk mengikis setiap sudut bongkahan
Ku tusuk langit-langit lemari itu akhirnya es pun runtuhSetelah runtuhnya langit-langit
Aku bisa mengambil bongkahan es tersebut
Memenangkan sayembara dan pulang dengan kebanggaan
Bahwasanya setiap perjuangan yang tak kenal putus asa maka ia akan mendapatkan hasilnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Budak Sajak
PoetryPuisi ini ditulis ketika penulis sedang gabut, dimana terlintas uraian kata dalam pikiran, ditulis dan dituangkan disini untuk menamani harimu