Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Siapa wanita itu?"tanya Jennie saat berada di dalam mobil.
"Apa maksudmu?"tanya balik Jisoo.
"Kau tau maksud ku jangan berpura-pura"
"Aku memang tidak tau"
"Wanita yang bersama mu di kantin tadi"
"Oh dia Park chaeyoung"
"Dia siapa mu?"
"Cinta pertama ku"
Sontak saja kata-kata yang Jisoo ucap kan membuat Jennie terdiam membisu entah lah yang jelas mendengar kata itu keluar dari mulut Jisoo kenapa seperti tertusuk sesuatu di hati nya sangat sakit, apakah Jisoo masih mencintainya atau kan mereka masih menjalani hubungan diam-diam?, pikir Jennie.
"Huftt Park chaeyoung andai kau tidak straight aku pasti akan sangat bahagia memiliki kesempatan untuk menjadi kekasih mu di masa SMA saat itu"gumam Jisoo dengan santai nya.
"Apa kau mencintai nya Jisoo?"tanya Jennie sembari mencoba untuk menahan sesuatu dalam diri nya.
"Ya aku mencintai nya dia cinta pertama ku"jawab Jisoo lagi dan lagi tidak menghiraukan perkataan nya.
"Kenapa rasanya sangat sakit mendengar kata itu terucap dari mu untuk orang lain Jisoo ya?"batinnya Jennie.
"Tapi itu semasa SMA dulu sekarang dia sudah menjadi milik pria lain "sambung Jisoo
"Semasa SMA?"
"Iya dulu aku satu sekolahan dengan nya saat aku menjadi ketua OSIS dia lah yang selalu membantu ku memperhatikan ku hingga tanpa sadar aku jatuh cinta pada nya saat perayaan sekolah namun aku terlambat dia sudah lebih dulu menerima cinta nya sang ketua basket pada akhirnya aku hanya bisa mengungkapkan perasaan ku tanpa di terima oleh nya dia tidak suka hubungan sesama jenis"jelas Jisoo dengan sendu.
"Jadi kau di tolak oleh nya?"tanya Jennie.
"Aish aku kan tadi sudah bilang aku hanya mengungkapkan perasaan ku tanpa di terima oleh nya jadi aku di tolak lah Jennie ya"jelas Jisoo lagi.
"Tapi kau masih mencintainya kan?"tanya Jennie meski ia tidak ingin mendengar jawaban Jisoo.
"Entah lah namun saat aku bertemu dengannya di kantin tadi rasanya aku seperti kembali lagi ke masa lalu ku"jelas Jisoo tanpa melihat ke arah nya.
"Maksud mu masih adakah perasaan cinta itu?"tanya Jennie sembari terus menerus mengelus lembut perut buncitnya.
"Aku tidak tau tapi aku berharap perasaan itu sudah menghilang"
"Kenapa kau kan masih mencintainya "
"Aku bilang tidak tau Jennie ya kapan aku bilang masih mencintainya?"cecar Jisoo menoleh ke samping tempat Jennie berada.