"Iya honey aku janji akan segera datang ke Jerman lagi tapi tunggu situasi di sini dulu ya"ucap seseorang yang sedang bertelepon ria.
"Ya sudah kau istirahat nanti aku kabari lagi ya"ucap nya lagi.
Tanpa jisoo sadari ada seseorang di belakang nya yang sedari tadi mendengar dengan jelas pembicaraan mereka.
"Hah ada ada saja"ucap nya menggelengkan kepalanya lalu berbalik.
Betapa terkejutnya begitu ia berbalik badan ada seseorang ternyata di belakang nya menatap tajam kearah nya sambil menyilang kedua tangan nya di dada nya.
"Kau masih berhubungan dengan kekasih Jerman mu itu kim jisoo?"tanya nya dengan nada interogasi.
"Tidak perlu menjelaskan lagi aku sudah tau semua nya"
"Jadi kau masih mencintainya dan masih menjalin hubungan dengan nya?"tanya Jennie pada jisoo yang sudah gelagapan
"Jen maafkan aku, aku janji akan menyelesaikan semuanya"ucap Jisoo yang terus memohon.
"Jawab pertanyaanku dengan benar apa kau masih mencintai dia?"tanya Jennie mengintrogasi
"Jennie ya aku tidak bisa melupakan dia begitu saja kau tahu kan aku dan dia sudah berhubungan lama jadi tidak mungkin melupakan dia secepat itu walaupun aku tidak mencintainya lagi tolong mengertilah melupakan seseorang yang kita pernah cintai itu tidak akan bisa secepat itu aku tahu aku egois aku tahu kau juga pasti merasa tidak nyaman dengan hal ini tapi aku mohon percayalah Karena sekarang aku sudah mencintai kamu,aku akan berusaha melupakan dia tapi aku tidak bisa secepat itu aku butuh waktu perlahan-lahan aku akan melupakan dia"jelas Jisoo mencoba untuk meyakinkan Jennie namun dalam penjelasannya ada separuh kebohongan yang keluar dari mulut jisoo
Tentang dia yang sudah tidak mencintai kekasihnya di sana itu bohong nyata nya dia masih mencintainya dan tak ada niatan untuk melupakan nya.
Tentang dia yang sudah mencintai Jennie itu adalah sebuah kebohongan juga nyata nya jisoo belum sepenuhnya mencintai Jennie dia sayang Jennie tapi belum pada tahap mencintai seutuhnya.
"Berarti kau masih mencintainya? Itu juga yang membuat kau sulit untuk melupakan dia?"ucap Jennie dengan sedikit gemetar.
Itu benar tapi jisoo tidak mampu berkata jujur itulah brengsek nya jisoo
"Akhiri hubunganmu dengan dia jangan lagi berhubungan sama dia atau perjanjian lama itu akan menjadi nyata"ucap Jennie lantas melenggang pergi
"Jennie mau ke mana"ucap Jisoo yang berusaha mengejar Jennie yang pergi.
"Saat ini aku ingin sendiri dan kau jangan coba-coba menyusulku aku akan pergi ke rumah orang tuaku"ucap Jennie sembari mengemasi barang-barangnya.
"Jen aku mohon jangan seperti ini, ini hal sepele tidak perlu harus pergi-pergi seperti ini ayolah aku tidak ingin orang tua kita mengira bahwa kita ini tidak baik-baik saja"bisa terus berusaha untuk mencegah jennie pergi.
"Itu memang kenyataannya kan? Bahwa kita ini tidak baik-baik saja sekarang bahkan sejak awal kita menikah kan?"ucap jenny dengan menatap Jisoo.
"Jennie kau tidak bisa seperti ini, aku bisa menerimamu dan bayimu itu tapi kau tidak bisa menerima masa laluku apa itu adil untukku?"ucap Jisoo seketika mengalihkan kegiatan Jennie yang sedang mengemas baju.
Jennie terdiam mematung seakan-akan ada sesuatu yang menusuk di dalam hatinya sungguh walau itu kenyataannya walau itu kebenarannya entah kenapa hatinya sakit mendengar itu Jisoo memang telah menerimanya Jisoo memang telah menerima bayi yang ia kandung lantas kenapa dia tidak bisa menerima masa lalu Jisoo ia merasa di sini dialah yang paling egois seharus nya dia juga bisa menerima Jisoo masa lalunya dan apapun itu tentang Jisoo seharusnya dia bisa menerimanya tapi kenapa ia seperti ini jujur saja mendengar Jisoo tidak bisa melupakan wanita yang pernah dicintainya sungguh itu membuat hatinya terluka sebesar itukah cinta Jisoo untuk wanitanya hingga tidak bisa melupakan dia apakah ia juga bisa mendapatkan cinta ji Soo yang begitu besar itu.
![AKU bukan DIA [Jensoo]](https://img.wattpad.com/cover/330323760-64-k21396.jpg)