"Ya kau benar Jennie"ucap Jisoo dengan lantang nya.
"Aku tidak bisa meneruskan pernikahan ini, kau sudah menemukan seseorang yang kau cintai dan aku pun memiliki seseorang yang kucintai juga lantas untuk apa pernikahan ini tetap berlanjut? Besok aku akan katakan kepada semua keluarga aku harap mereka bisa menerima keputusan kita."jelas Jisoo dengan nada liriknya.
"Kenapa Jisoo? Kau ingin pernikahan ini berakhir?"tanya Jennie dengan nada sendunya
"Lantas untuk apa lagi mempertahankan pernikahan ini jennie ya? semuanya sudah tidak berguna lagi lebih baik kau kejar dia seseorang yang kau cintai aku yakin jika dia pun mencintaimu dan bisa menerima keadaanmu"ucap Jisoo tanpa menatap Jennie
"Tapi kau yang kucintai Kim Jisoo"dengan lantang Jennie mengucapkan kata cintanya untuk Jisoo.
Mendengar apa yang dikatakan Jennie itu membuat nya benar-benar sangat terkejut ia tak menyangka kata-kata itu akan keluar begitu saja dari mulut Jennie benarkah apa yang barusan dia dengar Jennie mengatakan cintanya? untuk dirinya? Sungguh ia harus berkata apa dan harus berbuat apa ia harus bagaimana? Karena sejujurnya dirinya memang akhir-akhir ini pikirannya selalu tertuju kepada Jennie mungkinkah ia juga merasakan hal yang sama? namun belum menyadarinya.
"Jennie apa yang kau katakan?"
"Aku mencintaimu Kim Jisoo"
"Jen-"
Cuppp
Tanpa menunggu Jisoo menyelesaikan ucapannya Jennie tiba-tiba menciumnya
"Apa ini kenapa aku tidak bisa melawan? Kenapa aku tidak bisa menghindarinya? Ada apa dengan tubuhku? Apakah aku juga benar-benar mencintainya?"batin Jisoo berkecamuk
Karena tidak ada balasan dari Jisoo Jennie pun melepaskan kecupannya dengan perlahan dia membuka matanya dan menatap Jisoo juga kini sedang menutup matanya.
"Kenapa kau lakukan itu?"tanya Jisoo meminta penjelasan dengan apa yang barusan terjadi.
"Seseorang yang membuatku nyaman seseorang yang membuatku jatuh cinta lagi itu adalah kau Kim Jisoo"jelas Jennie dengan lantang menjelaskan
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kenapa, bagaimana bisa?"
"Kau sendiri yang membuatku seperti ini Kim Jisoo dengan segala perhatianmu pedulimu kau selalu menjagaku membuatku selalu merasa nyaman merasa aman ketika aku bersama kamu... Aku sadar aku tidak pantas mengatakan ini semua padamu kau sudah banyak membantu aku tapi memang inilah apa yang aku rasakan saat ini dan mungkin untuk seterusnya maafkan aku yang tidak tahu diri ini telah mencintai mu"ucap jenny sembari menangis sendu.
"Tapi jen-"
Cuppp
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jisoo membelalakkan matanya kembali karena Jennie melakukan apa yang tadi ia lakukan yaitu menciumnya lagi namun kali ini Jennie mulai merubah kecupannya menjadi lumatan sedangkan Jisoo ia belum membalas ciuman Jennie iya masih terkejut dengan apa yang saat ini terjadi Jennie menciumnya? Jennie mencintai nya?Apakah Jennie sadar dengan apa yang saat ini dia lakukan? Apakah Jisoo juga mencintainya? Mengapa tidak bisa menolak ini Jisoo pun dengan perlahan mamajamkan matanya menikmati setiap sentuhan bibir keduanya ia mulai membalas ciuman keduanya pada akhirnya mereka pun terbuai seiring ciuman berubah menjadi ciuman yang sangat agresif benar-benar agresif kini ciuman Jisoo berubah ke leher jennie mengecupnya menjilatnya menggigitnya menciumnya perlahan namun pasti mulai turun ke area dada tangan jisoo pun tidak tinggal diam sentuhan demi sentuhan dia sentuh dengan perlahan tapi pasti.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sedangkan Jennie yang sudah mulai terbuai panas makin panas dia pun makin bergairah dengan segala sentuhan Jisoo ia menikmatinya sungguh ini pertama kalinya dia berhubungan dengan sejenis atau bisa dibilang sesama wanita namun kenikmatan keduanya kenikmatan yang dia rasakan sungguh luar biasa kenikmatan yang tak pernah ia dapatkan dari laki-laki manapun dari siapapun Jisoo benar-benar spesial untuknya hanya Jisoo yang bisa membuatnya seperti ini sungguh Jennie tergila-gila dengan segala yang ada pada diri Jisoo dia benar-benar mencintainya padahal ini belum seberapa
"Aahkk"teriak Jennie kesakitan
Mendengar Jennie berteriak kesakitan Jisoo pun menggantikan kegiatan panasnya dia menatap jennie dengan tatapan yang khawatir takut ia melakukan kesalahan yang membuat jennie terluka.
"Kau tidak apa-apa? Apakah kau kesakitan? Apakah aku terlalu kasar?"tanya Jisoo dengan khawatir.
Jenny yang melihat Jisoo yang kekhawatiran akan dirinya itu benar-benar suasana yang baru di saat seperti ini
"Kenapa kau tersenyum-senyum? Aku bertanya padamu"Jisoo yang terheran-heran melihat Jennie yang tersenyum-senyum sendiri padahal tadi dia berteriak kesakitan.
Cuppp
"Aku tidak apa-apa,aku hanya terkejut tiba-tiba dia bergerak sangat kencang jadi aku sedikit kesakitan"jelas Jennie dengan nada terkekeh geli melihat wajah Jisoo yang begitu menggemaskan karena mengkhawatirkannya.
"Siapa yang bergerak?"tanya Jisoo karena memang dia belum menyadarinya.
"Dia yang bergerak "ucap Jennie dengan membawa tangan Jisoo mengarah ke perut buncitnya.
Benar Jisoo baru saja tersadarkan bahwa saat ini Jennie sedang hamil besar bagaimana ia bisa melupakan hal itu? Bagaimana ia bisa begitu ceroboh? Apa yang terjadi pada dirinya sehingga tidak bisa mengontrol dirinya dengan baik sungguh hasratnya benar-benar sudah menguasai dirinya dan akal sehatnya.
"Maaf, maafkan aku...aku benar-benar melupakan bahwa kau sedang hamil maafkan aku Jennie ya"sungguh Jisoo benar-benar menyesali perbuatannya apa yang dirinya perbuatan ini benar-benar di luar batas akal sehatnya.
"Hey kenapa kau meminta maaf? Kau tidak bersalah, kau tidak melakukan kesalahan apapun Kim Jisoo.... Aku hanya terkejut karena dia tiba-tiba nendang sangat kencang makanya itu aku kesakitan, mungkin dia kaget karena aku sudah lama tidak mendapatkan sentuhan dari siapapun dan sekarang secara tiba-tiba aku mendapatkan sentuhan yang sudah lama aku inginkan mungkin dia hanya terkejut tapi Jisoo kau tenang saja aku senang dan aku bahagia karena kau yang menyentuhku seseorang yang aku cintai mungkin saja dia bisa merasakan apa yang aku rasakan saat ini kebahagiaan dan cinta yang luar biasa yang aku rasakan saat ini"ucap Jennie mencoba menenangkan dan menjelaskan apa yang sedang terjadi pada dirinya.
"Tapi kau kesakitan"ucap Jisoo dengan bergetar.
"Tenanglah aku tidak apa-apa, apakah kita akan melanjutkan kegiatan yang tertunda ini? Karena aku belum mendapatkan apa yang aku inginkan"ucap Jennie dengan mengalihkan pembicaraan mereka
"Tidak lebih baik kita tunda saja aku tidak ingin kau kesakitan lagi aku takut terjadi sesuatu padamu"balas Jisoo dengan khawatir.
"Tapi chu-"
"Tidak Jennie"tegasnya
"Lagi pula tidak seharusnya ini terjadi,Kim jisoo kau memiliki kekasih... bagaimana bisa kau melupakan fakta itu bodoh"ucap jisoo dalam hati nya.