06

827 86 3
                                        

Cerita ini hanya sebuah fiksi penggemar. Pembaca di mohon mengerti. Karakter di sini juga tidak mencerminkan, kepribadian karakter asli.

°
Happy Reading






Sunghoon siang ini kembali membolos, dijam pelajaran matematika. Ia berada di atap untuk merokok, walaupun ia tau mungkin saja anggota osis nanti akan menangkapnya.

Sunghoon menyalakan rokoknya, tapi tidak dihisap. Hanya menyalakan rokok miliknya dan menatapnya cukup lama hingga seseorang meraih rokok tersenyum dan langsung menghisapnya.

"Ngapain ngidupi rokok kalo lo gak ngerokok?" Sosok yang mengambil rokok itu tersenyum, kemudian kembali menghisap rokok milik Sunghoon.

"Emang boleh ya anak osis ngerokok kaya gini?" Ucap Sunghoon kemudian ia menatap gedung-gedung tinggi di sekitar sekolah mereka.

Heeseung terkekeh, menghisap rokoknya dan menghembuskan asap rokoknya.

"Setiap orang punya masing-masing cara buat ngilangin stress kan?" unjar Heeseung, ia menatap Sunghoon yang mengangguk.

"Gue heran deh, kenapa lo kok hobi banget bolos kelas?" pertanyaan pertama keluar dari mulut Heeseung.

Sunghoon menghela nafasnya, "Gak cocok aja kayanya gue belajar. Gak konsen juga, dan lo ngapain disini?" Sunghoon balik bertanya, Heeseung mematikan rokoknya dengan menjatuhkan putung rokok ke lantai atap kemudian mengambil botol air mineral disana, setelah menginjak putung rokok Heeseung langsung menyiramnya dengan air mineral disana.

"Mau ngerokok aja sih" jawab Heeseung dan Sunghoon hanya mengangguk.

"Tawaran gue gimana?" Heeseung kembali bertanya, kemarin saat dirinya membantu Sunghoon membawa buku-buku ke perpustakaan Heeseung sempat mengajak Sunghoon untuk mencoba menu bingsoo baru di toko dekat sekolah.

"Dalam rangka apa?" Sunghoon balik bertanya, pasalnya ia juga tidak tau mengapa Heeseung tiba-tiba mengajaknya untuk pergi ke toko bingsoo.

"Gak ada sih, gue cuma pengen ngajak lo aja"

"Lo lagi deketin gue?" Ntah gerakan Heeseung yang kebaca atau Sunghoon yang terlalu peka terhadap perilaku orang-orang disekitarnya.

Heeseung sedikit terkejut namun kemudian terkekeh, "Ya kalo lo beranggapan begitu sih gak apa-apa" sambung Heeseung.

Sunghoon menatap Heeseung kemudian menghela nafasnya, "Sorry. Gue gak suka yang manis-manis" Setelah perkataan Sunghoon bel tanda pelajaran telah selesai dan Sunghoon pergi tanpa mengucapkan sekata apapun pada Heeseung.

Heeseung menatap punggung Sunghoon yang menghilang dibalik pintu, "Hahahahah... ditolak lo?" Heeseung sedikit terkejut begitu mendengar suara seseorang yang dikenal.

"Njir. Ngapain lo disitu?" Heeseung bertanya pada temannya yang tiba-tiba muncul dari sisi atap lainnya.

"Bolos lah, itu bapak gendut jelasi materi gak ngerti gue" jawab si sosok tadi.

"Udah lah, itu udah di tolak elu mah. Lagian ngapain coba deketin Sunghoon. Dah tau anaknya begitu"

Heeseung menghela nafasnya, "Kalo gak dicoba mana tau gyu"


***


Sunghoon yang lagi tiduran di kursi panjang tribun lapangan outdoor merasa bahwa seseorang tengah melihatnya, kemudian ia melepaskan earphone ditelinganya dan membuka matanya.

Jongseong tersenyum dengan posisi wajah di atas wajah Sunghoon, dengan Sunghoon yang berbaring dan Jongseong yang berdiri.

"Gue bawain roti mentega sama susu strawberry kesukaan lo"

Bitter Sweet || JAYHOON Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang