Cerita ini hanya sebuah fiksi penggemar. Pembaca di mohon mengerti. Karakter di sini juga tidak mencerminkan, kepribadian karakter asli.
°
Happy Reading
Dipagi hari yang cerah, dihari senin.
Seorang guru piket bersama dengan salah satu siswa tengah berjaga di gerbang sekolah, untuk memeriksa apakah semua pakaian siswa dan siswi pagi hari ini terlihat rapih dan memastikan siapa saja yang terlambat.
Dan ketika jam berjalan dan menunjukan kurang dari satu menit untuk menutup pintu pagar sekolah, para siswa dan siswi segera berlari agar mereka tidak terlambat. Bahkan ketika siswa bagian komite sekolah itu mulai menutup pagar besi, para siswa dan siswi semakin kuat berlari.
Pandangan mata Jongseong, siswa yang piket menjaga gerbang kali ini tertuju pada sosok siswa yang tengah berjalan dengan santai.
Baju kemeja putihnya yang tidak dikancing, memakai kaos, tidak memakai dasi sekolah dan juga rompi sekolah. Tidak ada name tag, satu kata yang bisa Jongseong berikan, Kacau. itu berjalan secara perlahan, tidak peduli bahwa siswa dan siswi lainnya berlari-lari agar sampai dan melewati gerbang sekolah.
Klak!
Pintu pagar benar-benar tertutup dan bagi para siswa dan siswi yang terlambat mereka menghela nafas dan sedikit mengumpat kepada Jongseong.
Mata Jongseong menatap sosok si kacau tersebut yang terlihat sangat santai.
Hari ini hari pertama tahun ajaran baru.
***
"Sudah bertemu dengan si membuat onar pagi tadi?" Jongseong yang sedang duduk di kursinya di ruang osis sambil melihat laporan dan menyiapkan untuk rapat sore hari ini setelah pulang sekolah.
Jongseong mengangguk memberikan jawaban kepada kakak tingkatnya yang menjabat sebagai ketua osis.
"Tapi tadi kayanya si pembuat onar, tidak berbuat onar. dan dengan baik hati dirinya tidak memberi perlawanan ketika di suruh untuk membersihkan toilet pria lantai dua"
Jongseong hanya mendengarkan beberapa anggota osis yang berbicara tentang si pembuat onar tersebut sebelum memulainya rapat sore hari ini.
Setelah menghabiskan waktu kurang lebih dua jam untuk rapat, para siswa dan siswi yang tergabung dalam osis ini akhirnya pulang dari sekolah.
"Kaya banyak pikiran banget Jong" Jongseong menoleh waktu ngerasa ada yang pegang bahu dia, itu Yeonjun.
Kakak kelasnya yang merupakan salah satu anggota osis juga.
Jongseong tersenyum, "gak ada kok bang"
Setelah hampir menghabiskan sisa hari di sekolah, Jongseong keluar dari lingkungan sekolah bersamaan dengan Yeonjun sebagai siswa paling akhir.
Selama berjalan beriringan mereka berdua terlihat banyak sekali mengobrol ini dan itu dan juga tentang program kerja yang akan di lanjutan oleh para osis kedepannya.
Jongseong dan Yeonjun berpisah kemudian di halte bus yang dekat dengan sekolah mereka, dengan Yeonjun yang bertujuan untuk pergi ke tempat bimbel dan Jongseong yang tentu saja pulang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bitter Sweet || JAYHOON
Fiksyen PeminatSunghoon always said "I don't deserve for to be happy" and Jongseong always said "No, you deserve to be happy"
