08

731 76 4
                                        

Cerita ini hanya sebuah fiksi penggemar. Pembaca di mohon mengerti. Karakter di sini juga tidak mencerminkan, kepribadian karakter asli.

°
Happy Reading






Sejujurnya Sunghoon merasa tidak enak saat ini, tengah duduk dimeja makan keluarga Jongseong dengan segelas coklat hangat yang masih mengepulkan asapnya.

Jongseong sedang membersihkan dirinya di kamar mandi, jadi posisinya saat ini ia sedang duduk dengan ayah Jongseong yang berada di hadapannya.

Sejujurnya Jun agak canggung, ia tidak pernah berada di situasi seperti ini sebab anak satu-satunya tiba-tiba mengatakan bahwa apa boleh Sunghoon menginap dirumah mereka untuk malam ini.

"Sunghoon-ah?" Jun mencoba memanggil dan yang dipanggil segera melihat ke arah Jun yang sedang tersenyum.

"Kamu santai saja ya, tidak perlu merasa canggung" Padahal dirinya sendiri juga canggung.

"Maaf telah merepotkan anda" Sunghoon membungkukan kepalanya meminta maaf dan Jun dengan cepat menggeleng.

"Tidak sama sekali" Sunghoon menghela nafasnya dengan berat.

Sejujurnya Sunghoon tidak suka berada disituasi seperti ini, tapi ia tidak punya pilihan.

"Apa ada sesuatu yang menganggu kamu?" Jun mencoba membuka pembicaraan dengan Sunghoon.

"Tidak apa-apa untuk bercerita Sunghoon-ah, aku pastikan akan menjaga rahasiamu. Bahkan Jay tidak akan tau itu" Bisik Jun pelan sambil terkekeh sedangkan Sunghoon menundukan kepalanya.

"Sunghoon, mau denger satu kata dari saya?"

Sunghoon segera mengangkat kepalanya dan menatap ayah Jongseong yang tengah tersenyum hangat padanya.

"Terima kasih telah berjuang sampai saat ini"

Malam itu, satu kalimat kecil dari seseorang yang bahkan baru Sunghoon kenal sontak membuat air mata Sunghoon terjatuh.

Ia menangis semalaman ditemanin oleh pelukan hangat dan kata penenang dari Jun.

"Udah tidur anaknya?" Tanya Jongseong waktu keluar dari kamarnya dan ngelihat ayahnya lagi di meja makan dengan tablet di tangannya serta kaca mata baca yang dipakai.

Jun tersenyum kemudian mengangguk, Sunghoon sudah tidur di ruang tamu sekitar tiga puluh menit yang lalu setelah banyak menangis.

"Nanti ayah minta ke Wonwoo buat kenalin Sunghoon kesalah satu dokter spesialis psikiater"

Jongseong menarik kursi dan duduk, berhadapan dengan sang ayah.

"Hah? Kenapa?" Tanya Jongseong dengan mengerutkan keningnya.

"Kayanya menurut ayah, Sunghoon ada ngalami gejala depersi deh" Jawab sang Ayah dan sontak ngebuat Jongseong terkejut.

"Gak mungkinlah, gak usah ngaco kaya gitu" Protes Jongseong dan Jun menatap anak satu-satunya tersebut.

"Kan ini menurut ayah loh, makanya harus di check" Jun mengomel dan hanya dibalas omelan juga oleh Jongseong.

"Anyway. Kenapa kamu perhatian banget sama Sunghoon?" Jun yang semula fokus pada tablet sambil membaca beberapa kasus kini melipat kedua tangannya di dagu dan menatap Jongseong.

"Waktu kelas 10, tepatnya awal masuk sekolah. Aku kan pulang telat karna habis latihan basket, sebelum pulang aku mau bersih-bersih dan mandi tapi waktu itu kan ayah udah tunggu aku, karna mau cepet aku pergi ke kamar mandi di gelangang club renang. Ayah tau kenapa hari itu aku telat ke depan sampe ayah marah sama aku?"

Bitter Sweet || JAYHOON Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang