[sunsun gs] [17/17]
𝙇𝙤𝙫𝙚 𝙞𝙨 𝙞𝙣 𝙨𝙢𝙖𝙡𝙡 𝙩𝙝𝙞𝙣𝙜𝙨!
p.s kindy please watch love in small things series by 𝗽𝘂𝘂𝘂𝗻𝗴 on youtube <3
• ib: puuung - love is in all small things
• flashfiction (200-400 words/chapter)
• gs (gender switch).
...
Sunghoon sedang dinas ke luar kota selama lima hari. Awalnya bukan dia yang terpilih buat ikut bosnya ke luar kota, tapi karena orang yang terpilih itu sakit jadilah Sunghoon yang menggantikan.
Kegiatan Sunoo sehari-hari yaa seperti biasanya saja sih. Pagi bersih-bersih terus lanjut kelas memasak, siang menjelang sore duduk di depan laptop ngedit naskah, malam nyantai.
Bedanya kali ini kegiatan bersantainya diisi dengan video call berasama Sunghoon.
Sunghoon tidak pernah absen buat video call Sunoo. Pagi, siang, malem sudah menjadi jadwal wajib dia menghubungi istrinya. Sudah seperti minum obat 3x sehari.
"Halooo," Sapa Sunoo setelah panggilan tersambung.
Sunghoon hanya mengangguk-ngangguk lesu dan hal itu membuat Sunoo tertawa pelan. Dilihatnya Sunghoon yang sedang membenarkan posisi hapenya agar bisa berdiri tegak.
"Gimana hari ini?"
"Baik..." Balas Sunghoon lesu.
Tadinya Sunoo mikir, mungkin Sunghoon capek banget makanya lesu begini. Kan biasanya setiap pria itu pulang bekerja, dia pasti ndusel dulu ke Sunoo, tapi sekarang lagi gak bisa
"Kok lesu banget? Ada apa tadi?" Tanya Sunoo lembut.
Sunghoon tidak menjawab, dia hanya diem menatap kamera. Sekarang posisi hapenya sudah sangat banget dengan wajahnya sampai-sampai hanya terlihat matanya saja.
"Hoon,"
Sunghoon masih diem.
"Kak, dijawab dong akunya."
Sunghoon kembali meletakkan hapenya ke atas meja dan disenderin ke sesuatu sampai bisa tegak lagi. Sunghoon masih diam dan dia natap Sunoo beberapa saat sebelum akhirnya buka suara.
"Sayang,"
"Hmmm?"
"....kangen."
Suara Sunghoon keciiiilllllll sekali dan Sunoo malah mendengarnya seperti suara orang mau nangis. Mendengar itu, Sunoo lantas tersenyum. Mau ketawa sih sejujurnya.
"Sabar ya, lusa udah pulang kok." Ujarnya menenangkan.
"Aku gak suka disini, gak ada kamu." Rengut Sunghoon.
"Ini kan udah video call biar kangennya ilang."
Sunghoon makin cemberut. "Gak bisa ilang. Pengen pulang."
Selama mereka menikah, memang baru kali ini mereka berjauhan. Sunghoon ngerasa tidak memiliki semangat kerja karena biasanya pagi-pagi istrinya akan mencium pipi dan bibirnya dulu sebagai bentuk penyemangat.
"Sabaaaarr." Kata Sunoo lagi. "Kamu fokus kerja ada dulu biar gak kerasa waktu udah berlalu. Nanti pas udah pulang aku kasih hadiah."
"Hadiah apa?"
"Resep masakan baru hehe."
Sunghoon mengerang. "Aduhh, jadi kangen nyicipin masakan kamu."
"Sabar ya, ganteng. Kamu daritadi ngeluh mulu, gak malu apa sama temen sekamar kamu?"
"Siapa? Jay?" Lalu Sunghoon berdecak kesal. "Asal kamu tau, dia yang jual nama aku biar aku ikut dinas ini. Tadinya kan mau Geonu yang berangkat, tapi dia lagi di opname."
"Woi! Gue denger ya!" Itu seruan Jay.
"Bacot."
"Heh malah berantem." Lerai Sunoo. "Udah malem, yuk bobo. Aku temenin video call sampe kamu tidur."
"Bener ya?"
"Iya, sayang."
Sunghoon pun merebahkan dirinya ke atas kasur dengan posisi menyamping. Di depannya ada hapenya yang dia senderkan ke guling dan masih tersambung video call sama Sunoo.
Melihat itu, Jay mendadak iri... dia jadi merindukan istrinya juga di rumah yang lagi ngambek sama dia. Nasib nasib.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.