Zerice Adhelya, adalah seorang anak perempuan yang mengharapkan cinta tulus dari seorang laki-laki. Karena hal itu tidak lagi ia dapatkan dari sosok figur ayahnya.
Sempat merasa menemukan seseorang yang mengaku cinta padanya, namun ternyata itu hany...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
---------!¡
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
'• Chapter kali ini cukup panjang, baca pelan-pelan aja! ▪︎'–
Liburan sekolah memang menyenangkan. Lebih menyenangkan lagi karena sebentar lagi akan menyambut tahun baru. Lusa mungkin sudah bukan lagi berada ditahun yang sama.
"Zee, gimana kalo lo undang temen-temen lo nanti buat perayaan tahun baru nanti?" Tanya Adyra, kakak sepupu Zerice.
"Ide bagus itu Zee, biar rumah kita rame juga, nanti mama siapin semuanya. Kamu undang teman-teman mu ya?" Bella atau ibu Zerice menyutujui saran Adyra.
Zerice berdehem, "gapapa emangnya ma?"
"Ya gapapa dong, mama seneng kok kita rame ramean nyambut tahun baru nanti. Kalo bisa mereka suruh nginep aja dirumah" balas Bella menggusulkan.
"Yaudah nanti aku coba tanya mereka dulu" kata Zerice pada akhirnya. Lalu fokus pada adonan yang tengah diaduknya.
Sekarang memang dirinya, kak Adyra dan mamanya tengah membuat kue didapur rumahnya.
"Zee, kamu beli tambah gula sama tepung dong ini adonan kurang kayaknya" Adyra mendekat pada Zerice sembari menggulurkan selembar uang berwarna merah pada Zerice.
Zerice yang disuruh segera mencuci tangannya dan melepas apron yang sedang dipakainya tadi.
"Itu aja kak? Biar nanti aku nggak bolak balik ke mini market" tanya Zerice memastikan.
"Iya itu aja Zee!" Seru kakak sepupunya itu menjawab.
Zerice beranjak dan berjalan keluar rumah dan pergi ke mini market yang tak terlalu dekat namun tak juga terlalu jauh dari rumahnya.
Setelah melewati persimpangan dengan taman komplek perumahan yang selalu ada penggunjung untuk tempat bersantai, didepannya itu terdapat mini market yang menjadi tujuan awalnya.
Zerice segera berjalan dan masuk kedalam mini market itu. Rasa dingin dari beberapa ac di mini market ini mulai terasa menusuk kulit Zerice.