Bertahun-tahun setelah festival musik internasional, Raya dan Raffa telah menjelma menjadi musisi papan atas. Lagu-lagu mereka kerap menduduki puncak tangga lagu, dan konser mereka selalu dipenuhi oleh para penggemar.
Persahabatan mereka pun semakin erat. Meskipun sama-sama sibuk dengan jadwal masing-masing, mereka selalu menyempatkan waktu untuk bertemu dan bermusik bersama.
Suatu hari, Raya berkunjung ke rumah Raffa yang terletak di pinggiran kota. Mereka duduk santai di teras sambil berbincang-bincang dan memetik gitar masing-masing.
"Ra," ujar Raya sambil tersenyum
"ingat nggak dulu kita sering nongkrong di taman sekolah sambil ngarang lagu?"
Raffa tertawa. "Haha, mana mungkin aku lupa? Lagunya berantakan banget tapi ambisiusnya minta ampun."
Mereka bernostalgia, mengenang masa-masa SMA mereka yang penuh dengan kegembiraan dan cita-cita. Masa di mana musik menjadi jembatan yang menghubungkan mereka dan menjadi sumber kekuatan untuk menghadapi segala rintangan.
"Ngomong-ngomong, Ra," kata Raya
"apa rencana kamu selanjutnya?"
Raffa merenung sejenak. "Sebenarnya, aku lagi kepikiran buat sebuah proyek," ujarnya.
"Aku ingin menggelar konser amal keliling dunia."
Raya tertarik dengan ide tersebut. "Konser amal? Untuk apa?"
"Aku ingin membantu anak-anak kurang mampu yang berbakat di bidang musik. Mereka butuh dukungan agar bisa mewujudkan mimpinya menjadi musisi," jelas Raffa.
Raya mengangguk setuju. "Wah, ide bagus banget, Ra! Aku ikut!"
Dengan semangat yang sama, Raya dan Raffa pun mulai merencanakan konser amal tersebut. Mereka ingin berbagi berkah dan menginspirasi anak-anak muda untuk mengejar mimpi mereka.
Konser amal tersebut akhirnya terwujud. Raya dan Raffa berkeliling dunia, tampil di berbagai kota untuk menggalang dana. Mereka juga mengajak musisi-musisi berbakat lainnya untuk berpartisipasi dalam konser tersebut.
Konser amal mereka disambut dengan antusias oleh masyarakat. Dana yang terkumpul pun digunakan untuk mendirikan sekolah musik gratis bagi anak-anak kurang mampu.
Raya dan Raffa merasa senang bisa berbagi dan membantu sesama. Mereka sadar bahwa kesuksesan mereka tidak lepas dari perjuangan dan dukungan yang mereka terima selama ini.
Melodi harapan yang mereka ciptakan sejak masa sekolah, kini telah bertransformasi menjadi sebuah gerakan yang menginspirasi banyak orang. Musik tidak hanya menjadi alat hiburan, tetapi juga menjadi jembatan untuk meraih mimpi dan menyebarkan kebaikan.
Perjalanan Raya dan Raffa masih panjang. Mereka akan terus bermusik, berkolaborasi, dan menginspirasi orang lain melalui karya-karya mereka. Melodi persahabatan dan harapan mereka pun akan terus berlanjut, tak lekang oleh waktu.
Dan di suatu sore yang tenang, saat mereka kembali duduk di teras rumah Raffa, sambil memetik gitar masing-masing, mungkin mereka akan menciptakan lagu baru. Lagu yang bercerita tentang perjalanan mereka, tentang persahabatan, dan tentang melodi harapan yang tak pernah berujung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Hope [END]
Short StoryRaya percaya semesta bergerak lambat dengan harapan kecilnya, ia dan dia bisa mengwujudkan mimpi mereka. . . © by.sastany 2019 picture by pinterest.
![Dear Hope [END]](https://img.wattpad.com/cover/359501350-64-k268172.jpg)