Lima tahun berlalu sejak kemenangan di festival musik nasional. Raya dan band-nya semakin dikenal di dunia musik. Lagu-lagu mereka sering diputar di radio dan televisi, dan mereka kerap diundang untuk tampil di berbagai acara besar.
Namun, seiring berjalannya waktu, perpisahan kembali tak terhindarkan. Raffa yang diterima di sebuah sekolah musik ternama di luar negeri harus meninggalkan Indonesia. Keputusan ini tentu saja disambut dengan perasaan campur aduk oleh Raya.
Di satu sisi, Raya bangga atas pencapaian Raffa. Dia bermimpi untuk menjadi musisi profesional, dan kesempatan belajar di luar negeri adalah impiannya selama ini. Di sisi lain, Raya sedih harus berpisah dengan sahabat yang selama ini selalu mendampinginya.
"Ra, aku senang banget buat kamu," ujar Raya lirih saat mereka berpamitan di bandara.
Raffa tersenyum dan mengacak-acak rambut Raya.
"Aku juga seneng, Ray. Tapi aku bakal kangen kamu dan band."
"Aku juga bakal kangen kamu, Ra. Tapi kamu harus janji terus berkarya dan jangan pernah menyerah ya?"
Raffa mengangguk mantap. "Sama-sama, Ray. Kamu juga harus terus bermusik. Jangan biarkan impian kita padam."
Mereka berpelukan erat, berusaha menahan air mata perpisahan. Meski berat, mereka sadar bahwa mereka harus terus melangkah maju untuk meraih impian masing-masing.
Kepergian Raffa membuat Raya merasa kehilangan. Namun, dia tidak mau larut dalam kesedihan. Dia terus bermusik bersama band-nya. Mereka merilis album pertama mereka yang berisi lagu-lagu ciptaan mereka sendiri. Album tersebut mendapat sambutan yang positif dari para penggemar musik.
Raya juga mulai aktif menulis lagu untuk artis lain. Bakat dan kreativitasnya dalam menulis lagu mulai diakui di industri musik. Lagu-lagunya yang penuh makna dan menyentuh hati banyak disukai oleh para penikmat musik.
Suatu hari, Raya menerima tawaran untuk menulis lagu soundtrack untuk sebuah film remaja. Ini adalah kesempatan besar bagi Raya untuk melangkah lebih jauh dalam kariernya. Dia pun menerima tawaran tersebut dengan penuh semangat.
Raya mencurahkan seluruh perhatian dan energinya untuk menulis lagu soundtrack tersebut. Dia ingin menciptakan lagu yang sesuai dengan tema film dan bisa diterima oleh banyak orang. Setelah beberapa minggu, akhirnya lagu tersebut selesai.
Film tersebut tayang perdana dan mendapat sambutan yang meriah. Lagu soundtrack yang ditulis Raya pun menjadi hits. Lagu tersebut disukai oleh banyak orang dan sering diputar di berbagai radio dan platform musik digital.
Kesuksesan lagu soundtrack tersebut semakin melambungkan nama Raya sebagai penulis lagu. Dia pun semakin banyak menerima tawaran untuk menulis lagu untuk artis-artis terkenal.
Di tengah kesibukannya, Raya tidak melupakan sahabatnya Raffa. Mereka tetap menjalin komunikasi melalui media sosial dan video call. Raffa bercerita tentang pengalamannya belajar di sekolah musik, dan Raya pun bercerita tentang pencapaiannya di dunia musik.
Suatu hari, Raya menerima kabar gembira. Raffa berhasil menjuarai kompetisi musik internasional. Raya merasa sangat bangga atas prestasi sahabatnya tersebut. Dia pun memberikan ucapan selamat melalui video call.
"Ra, selamat ya! Aku bangga banget sama kamu!" seru Raya dengan wajah berseri-seri.
Raffa tersenyum lebar. "Terima kasih, Ray. Berkat dukunganmu juga sih aku bisa sampai di titik ini."
Mereka berbicara selama berjam-jam, saling bercerita tentang kehidupan mereka masing-masing. Meski terpisah jarak, persahabatan mereka tetap terjalin erat.
Beberapa tahun kemudian, Raya berkesempatan untuk mengadakan konser tunggal pertamanya. Konser tersebut diadakan di sebuah gedung konser megah di Jakarta. Tiket konser pun ludes terjual dalam waktu singkat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Hope [END]
Historia CortaRaya percaya semesta bergerak lambat dengan harapan kecilnya, ia dan dia bisa mengwujudkan mimpi mereka. . . © by.sastany 2019 picture by pinterest.
![Dear Hope [END]](https://img.wattpad.com/cover/359501350-64-k268172.jpg)