Saga merebut ponsel itu dan mematikan nya, tangan itu mengepal sempurna.
Bahkan atmosfer yang awalnya sejuk sudah menjadi panas.
"Samuel?" Saga berucap dengan pelan namun menakutkan.
•••
Vani meneguk ludahnya dengan kasar bahkan ia sudah tidak berani menengok.
"Vani" panggil saga ulang
"Ya gw kan pernah gadis ya pasti punya mantan lah, lagipun cuma mantan kan, kek Lo ga punya mantan saja deh" Vani berusaha sesantai mungkin walau jantung nya sudah berdisko.
Saga diam namun salah satu tangan itu Berpindah ke paha Vani dan mencengkram dengan erat seolah olah sedang menyalurkan amarah.
"Shhh" ringis Vani, namun saga tetap di posisi awalnya mungkin dia memelankan cengkraman itu namun ia tetap mencengkram.
Tak lama saga melepas tangan nya ketika mendengar suara saga.
"Mama kenapa" tanya asga mendangak ketika mendengar sang mama meringis.
" Ah ga papa sayang, tadi ada nyamuk gigit mama" ucap Vani mana mungkin ia mengatakan bahwa saga mencengkram pahanya.
•••
Mereka telah sampai di rumah, saga langsung pergi ke kantor setelah mendapatkan telepon dari Bram entah masalah tapi dia terlihat terburu buru.
Matahari telah berganti rembulan saga belum pulang sedari tadi.
Sekarang Vani dan Asga sedang menonton TV menayangkan kartun yang sedang memakan.
"Mama itu apaa, kenapa bentuk nya panjang dan aneh" tanya asga
"Itu mie sayang"
"Mi ittu apa mama" ucap saga bingung.
Vani baru sadar dari awal ia berada di sini tak pernah sedikitpun ia melihat makanan itu, dan dari ucapan asga seperti nya anak itu tidak pernah memakannya.
"Asga mau?" Bukannya menjawab Vani malah mengajukan pertanyaan.
"Mau mama" ucap semangat asga
" Ya udah ayo pakai jaket mu terus kita beli dulu" ucap Vani tak kalah semangat, ia bener benar ingin menyicipi salah satu surga dunia itu.
•••
Mereka telah sampai di in*omart. Vani sibuk memilih milih makanan yang ada seperti biasa perempuan jika rencana awal membeli mi pasti ga afdol rasanya jika tak membeli teman temannya.
Asga melihat seorang anak yang sedang menikmati es cream, bahkan seperti anak itu sengaja untuk memamerkan makanannya. Vani yang melihat nya hanya mampu menggelengkan kepalanya.
"Asga mau" tanya Vani.
"Apakah boleh mama" ucap asga, Vani tahu bahwa asga tak dibolehkan makan sembarang apalagi es krim, namun Vani juga tau terkadang kita harus boleh memberikan apa yang di inginkan oleh anak agar hidup nya lebih berwarna.
"Apasihh yang ga buat anak mama, asga bisa ambil sendiri kan?" ucapnya sembari mencubit pipi asga.
"Bica mama" ucapnya dan berlari dengan semangat.
Vani kembali mengalihkan perhatian untuk mengambil kecap namun sayang nya kecap itu ada di atas dan tinggi Vani tak sampai, tangan nya terulur untuk berusaha mengambil kecap itu kembali namun sebuah tangan lebih dulu mengambil nya.
"Kamu mau ini" tanya seorang pria
"Eh iya" tangan nya terlalu untuk mengambil kecap itu.
"Makasih" ucap nya, dan berlalu untuk mencari yang lain, namun sepertinya pria itu mengikuti nya.
"Vani apa kau melupakan ku" tanya pria itu.
Dia melihat pria itu "Ini orang siapa lagi deh" benak nya bertanya
"Vani aku Samuel apakah kau lupa" tanya nya kembali.
KAMU SEDANG MEMBACA
MENDADAK JADI MAMA!
Teen FictionNANA MARDIANA mahasiswa farmasi yang sedang stress memikirkan skripsi nya yang hampir 5 bulan belum kelar kelar, saat ia mau menemui dosen pembimbing nya ia malah tertabrak mobil demi menyelamatkan kucing kecil yang hendak melintas namun bukannya pe...
