Vani membawa asga keluar untuk membeli minum setelah nya ia kembali ke sekolah.
Namun siapa sangka saat kembali malah ia melihat Vani yang sedang di perlakukan seperti sedang di bully.
Vani mendekat Dan langsung menendang Bagas yang berani menjambak via bagaikan hewan.
"Apa apaan Lo" ucap Bagas yang sudah tersungkur namun belum melihat siapa pelaku yang menendang nya.
"Lo yang apa apa an" ucap Vani, terlihat Bagas kaget ketika melihat Vani lah yang telah menendangnya.
Vani mendekat ke via dan mengelus rambut nya ia tau pasti sakit diperlakukan seperti itu baik sakit hati maupun sakit fisik, sakit hati ketika orang yang di cintai memperlakukannya buruk dan sakit fisik ketika kulit rambut nya seakan ingin putus, bayangkan saja rambut di tarik 1 helai sudah sakit apalagi ini semua helai bahkan entah berapa Helai rambut yang sudah terpisah dari tempatnya.
"Lo ga papa" tanya Vani, via hanya mengangguk mengiyakan, Vani kagum dengan kekuatan via yang tak sama sekali mengeluarkan air mata walau terlihat ada sorot kesedihan di matanya.
Via yang menangis pada malam itu cuma perkara ada yang mengirim foto Bagas padanya dan sekarang terlihat tegar melihat kelakuan Bagas padanya.
"Gak usah ikut campur deh Lo" ucap Bagas yang telah berdiri, terlihat Bagas tak terima di perlakukan seperti itu di hadapan murid murid yang masih ada di sekolah.
"Via adek gw berhak dong gw ikut campur masalahnya" ucap via rasanya ingin sekali berbicara kotor pada Bagas tapi ia mengingat Masi ada asga yang bersamaan nya.
"Anak gw" benak nya melihat sekeliling.
Namun sepertinya nya asga tau apa yang terjadi anak itu bahkan menikmati minumannya seakan menonton dan memberi dukungan pada Vani terlihat dari jempol nya yang mengacung memberi semangat.
"Lo ga tau apa yang adek Lo perbuatan sama ana" ucap marah saga tak terima.
Vani mendekat dan sekarang tepat berada di depan Bagas
"Apapun yang Vani lakukan, Lo gak berhak untuk kasar dengan dia, harus nya Lo sadar posisi, mana ada laki laki yang ga tau malu terang terangan nyakitin perempuan harus nya Lo mau sama itu Lo" ucap Vani sedikit berteriak ia sengaja agar orang orang mendengar ucapan nya itu, dan benar sesuai target sekarang banyak yang membicarakan Bagas.
"Iya ya kok gitu, kurang ajar banget" siswi A
"Kasar jadi cowo berani nya cuma Ama cewe " siswi B
"Iya dasar cowo Cemen" Siswi C
"Gw sebagai cowo malu sih" siswa A
"Ga tahu malu" siswa B
Dan Masi banyak lagi ucapan mencemooh yang di lontarkan anak anak sekolah itu.
"Diam lo semua" triak Bagas marah, dan segera menggandeng ana untuk pergi namun
"Ih Kel jahat, asga ga suka nanti asga laporan ke papa" ucap asga yang entah sejak kapan di situ. (Kel= uncle )
"Ia sayang nanti laporin aja ke papa kan biar tahu rasa" ucap Vani senang.
Bagas menatap tajam Vani dan kembali berjalan untuk pergi.
"Ayo pulang" ucap Vani setelah Bagas pergi
"Ayo, asga sini sama onti" ucap via seakan lupa dengan masalahnya tadi
•••
Mereka memutuskan untuk makan terlebih dahulu oh ya Vani juga mengajak angel untuk makan bersama nya.
"Ya ampun kok Lo ga kabar kabar sih kalo udah kawin, Lo ga ngangep gw bestie Lo lagi ya" ucap angel sedih.
"Lah ini kan udah di kasi tahu " santai Vani
KAMU SEDANG MEMBACA
MENDADAK JADI MAMA!
Teen FictionNANA MARDIANA mahasiswa farmasi yang sedang stress memikirkan skripsi nya yang hampir 5 bulan belum kelar kelar, saat ia mau menemui dosen pembimbing nya ia malah tertabrak mobil demi menyelamatkan kucing kecil yang hendak melintas namun bukannya pe...
